Tanah Aset Kota Surabaya Mangkrak: Harapan Baru untuk UMKM dan Ekonomi Kerakyatan

Aset Kota Surabaya yang Terlupakan

Surabaya dikenal sebagai kota metropolitan kedua setelah Jakarta. Tapi siapa sangka, di balik gedung-gedung tinggi dan hiruk pikuk bisnis, banyak aset tanah milik Pemkot Surabaya yang terbengkalai alias mangkrak. Lahan-lahan ini seakan dibiarkan tanpa arah, hanya menjadi tempat kosong, bahkan kadang ditumbuhi semak belukar.

Sayangnya, upaya masyarakat atau komunitas untuk memanfaatkan tanah tersebut sering terbentur masalah perizinan. Alhasil, tanah yang seharusnya produktif malah hanya menjadi beban.

Potensi Besar untuk UMKM

Padahal, kalau mau jujur, aset tanah mangkrak di Surabaya punya potensi besar. Bayangkan jika tanah itu dimanfaatkan untuk pusat UMKM, pasar kreatif, atau ruang usaha kuliner rakyat. Pastinya akan banyak peluang baru terbuka, terutama bagi pelaku usaha kecil yang sering kesulitan mendapatkan lokasi strategis dengan harga terjangkau.

UMKM adalah tulang punggung ekonomi kerakyatan. Dengan diberi ruang yang layak, mereka bisa tumbuh lebih cepat. Bukan hanya soal lapak dagang, tapi juga membangun ekosistem baru yang menghidupkan masyarakat sekitar.

Menurut Cak War:

“Tanah aset yang mangkrak sebenarnya bisa jadi titik sentral UMKM dalam memberdayakan ekonomi kerakyatan di Surabaya. Tinggal keberanian pemerintah membuka pintu dan meruntuhkan birokrasi yang berbelit.”

Masalah Perizinan Jadi Penghambat

Fakta di lapangan, banyak komunitas atau koperasi UMKM ingin mengajukan izin untuk menggunakan lahan tersebut. Tapi alurnya rumit. Dari pengajuan ke Pemkot, proses ke dinas terkait, hingga rekomendasi ini-itu yang tak kunjung jelas. Akibatnya, pelaku usaha kecil sering menyerah sebelum mencoba.

Ironisnya, tanah yang mangkrak bertahun-tahun justru lebih sering menjadi masalah sosial. Ada yang jadi tempat pembuangan sampah liar, sarang nyamuk, bahkan rawan tindak kriminal.

Kalau melihat kondisi ini, publik tentu bertanya: Mengapa tanah yang punya potensi besar justru dibiarkan terbengkalai?

Belajar dari Kota Lain

Beberapa kota lain di Indonesia sudah mulai berani memanfaatkan aset tanah mangkrak untuk UMKM. Misalnya, dengan membuat pasar malam kreatif, taman kuliner, hingga co-working space murah untuk anak muda. Hasilnya? Aset yang tadinya tidak berguna, kini jadi sumber pemasukan daerah sekaligus wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Surabaya sebenarnya bisa melakukan hal yang sama. Apalagi, citra Surabaya sebagai kota perdagangan dan jasa sangat kuat. Jika tanah-tanah mangkrak ini dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin Surabaya akan punya ikon baru sebagai kota UMKM modern.

Harapan untuk Pemerintah Kota Surabaya

Yang dibutuhkan sekarang adalah komitmen politik dan keberanian birokrasi. Pemerintah Kota Surabaya harus berani membuat regulasi yang mempermudah masyarakat mengakses aset tanah mangkrak. Bukannya malah memperumit dengan aturan yang hanya menguntungkan segelintir pihak.

Masyarakat, khususnya pelaku UMKM, tentu siap memanfaatkan lahan ini secara produktif. Tinggal bagaimana sinergi antara pemerintah, komunitas, dan dunia usaha dijalin secara terbuka.

Penutup: Dari Tanah Kosong Jadi Pusat Kehidupan

Tanah aset kota yang mangkrak bukan sekadar lahan kosong. Ia adalah simbol potensi yang menunggu untuk diberdayakan. Jika benar-benar dibuka untuk UMKM, tanah itu bisa jadi pusat kehidupan baru, tempat rakyat kecil menghidupkan ekonomi kerakyatan.

Menurut Cak War,

“Daripada jadi beban, lebih baik aset tanah yang mangkrak diberdayakan. Karena dari tanah kosong, bisa tumbuh mimpi besar untuk kesejahteraan rakyat.”

Dengan keberanian mengambil langkah nyata, Surabaya bisa menjadi contoh kota yang cerdas dalam mengelola aset sekaligus mengangkat martabat UMKM.

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions