Keterlibatan Korea Utara dalam perang Rusia–Ukraina kembali menjadi sorotan internasional. Di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda, Badan Intelijen Militer Ukraina (HUR) melaporkan bahwa tentara Korea Utara yang dikerahkan untuk membantu Rusia ternyata masih aktif melakukan serangan ke arah wilayah Ukraina, khususnya di area perbatasan.
Menurut laporan terbaru HUR, pasukan Korea Utara tersebut ditempatkan di wilayah Kursk, Rusia, sebuah kawasan strategis yang berbatasan langsung dengan Ukraina. Dari wilayah ini, mereka disebut melakukan serangan artileri dan pengintaian terhadap posisi pasukan Ukraina, menandai fase baru dalam keterlibatan Pyongyang pada konflik Eropa Timur yang sudah berlangsung lebih dari tiga tahun.
Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya
Serangan dari Kursk Jadi Perhatian Kyiv
Artileri dan MLRS Digunakan dalam Serangan
Dikutip dari Yonhap, Kamis (5/2/2026), HUR menyebut tentara Korea Utara menembaki pasukan Ukraina menggunakan artileri berat serta sistem roket peluncuran ganda atau multiple launch rocket system (MLRS). Selain itu, mereka juga dilaporkan melakukan pengintaian udara untuk mendukung operasi tembak artileri.
Aktivitas tersebut menunjukkan bahwa pasukan Korea Utara tidak hanya berperan pasif atau sekadar pendukung logistik, tetapi terlibat langsung dalam operasi tempur di garis depan, meski dilakukan dari wilayah Rusia.
“Unit Korea Utara yang ditempatkan di Kursk masih melakukan serangan ke arah wilayah perbatasan Ukraina,” demikian pernyataan singkat HUR dalam laporannya.
Rotasi Pasukan Dilakukan Secara Berkala
HUR tidak mengungkapkan jumlah pasti tentara Korea Utara yang saat ini berada di Kursk. Namun, laporan intelijen menyebutkan bahwa pasukan tersebut dirotasi secara teratur berdasarkan perjanjian bilateral antara Moskow dan Pyongyang.
Rotasi ini dinilai penting untuk menjaga kesiapan tempur serta memberi kesempatan bagi tentara Korea Utara lainnya untuk memperoleh pengalaman langsung di medan perang modern.
.Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya
👉Baca juga artikel tentang: Risiko Menggunakan Charger iPhone Tidak Original: Ancaman Korsleting hingga Mati Total
Ribuan Tentara Dilaporkan Telah Kembali ke Korea Utara
Transfer Pengalaman Tempur ke Militer Pyongyang
Dalam laporan yang sama, HUR mengungkapkan sekitar 3.000 tentara Korea Utara telah kembali ke negaranya. Kepulangan mereka bukan berarti keterlibatan Pyongyang berakhir. Justru sebaliknya, sebagian besar tentara tersebut dilaporkan meneruskan keterampilan dan pengalaman tempur yang diperoleh di Ukraina kepada unit militer lain di Korea Utara.
Langkah ini dinilai sebagai upaya sistematis Pyongyang untuk meningkatkan kapasitas militernya, khususnya dalam menghadapi skenario perang modern yang melibatkan drone, artileri presisi, dan sistem pengintaian canggih.
Bagi Korea Utara, konflik Rusia–Ukraina menjadi semacam “laboratorium perang” yang jarang mereka dapatkan secara langsung sejak Perang Korea.
Sekitar 11.000 Tentara Dikirim Sejak 2025
Bagian dari Pakta Kerja Sama Strategis
HUR memperkirakan Korea Utara telah mengirim sekitar 11.000 tentara untuk mendukung Rusia sejak Oktober 2025. Pengiriman tersebut dilaporkan berkaitan erat dengan Pakta Kerja Sama Strategis Komprehensif yang dijalin Moskow dan Pyongyang.
Pakta ini mencakup berbagai bidang, mulai dari kerja sama militer, pertahanan, hingga pertukaran teknologi. Dalam konteks perang Ukraina, kerja sama tersebut dinilai saling menguntungkan: Rusia mendapatkan tambahan personel, sementara Korea Utara memperoleh akses pengalaman tempur dan potensi teknologi militer.
Meski Rusia dan Korea Utara tidak selalu mengonfirmasi secara rinci jumlah maupun peran pasukan Pyongyang, laporan intelijen dari Ukraina dan pengamatan pihak Barat terus menunjukkan pola keterlibatan yang semakin nyata.
Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya
Implikasi Regional dan Global
Eskalasi Konflik di Luar Eropa Timur
Keterlibatan langsung tentara Korea Utara dinilai memperluas dimensi konflik Rusia–Ukraina. Perang yang semula dipandang sebagai konflik regional Eropa kini semakin beraroma global, melibatkan aktor-aktor dari Asia Timur.
Bagi Ukraina, kehadiran pasukan Korea Utara menambah kompleksitas ancaman di garis depan. Sementara bagi komunitas internasional, situasi ini memicu kekhawatiran akan terbentuknya blok-blok kekuatan baru yang menantang tatanan keamanan global.
Analis militer menilai, kerja sama Rusia–Korea Utara juga bisa berdampak pada stabilitas kawasan Asia Timur, terutama jika pengalaman tempur tersebut digunakan Pyongyang untuk memperkuat postur militernya di Semenanjung Korea.
Rekomendasi Cakwar.com: BMKG Catat 19 Gempa Susulan di Yogyakarta Usai Gempa Pacitan M6,2
Tantangan Diplomasi Internasional
Di sisi lain, keterlibatan Pyongyang berpotensi mempersulit upaya diplomasi untuk mengakhiri perang Ukraina. Sanksi internasional yang selama ini menekan Korea Utara dinilai belum cukup efektif untuk membatasi aktivitas militernya di luar negeri.
Negara-negara Barat kemungkinan akan meningkatkan tekanan diplomatik, baik terhadap Rusia maupun Korea Utara, guna mencegah eskalasi lebih lanjut.
Perspektif Ukraina: Ancaman Nyata di Perbatasan
Bagi Kyiv, laporan HUR tentang serangan dari wilayah Kursk menjadi sinyal bahwa ancaman di perbatasan utara dan timur Ukraina belum akan mereda dalam waktu dekat. Meski serangan dilakukan dari wilayah Rusia, dampaknya tetap dirasakan langsung oleh pasukan Ukraina yang berjaga di garis depan.
Media sosial:
Pemerintah Ukraina menegaskan akan terus memantau pergerakan pasukan asing yang terlibat dalam konflik dan menyesuaikan strategi pertahanan sesuai perkembangan situasi di lapangan.
Penutup
Laporan mengenai tentara Korea Utara yang masih menyerang Ukraina dari wilayah Rusia menegaskan bahwa perang ini semakin melibatkan banyak aktor internasional. Dengan sekitar 11.000 tentara Pyongyang dilaporkan telah dikerahkan dan ribuan di antaranya membawa pulang pengalaman tempur, dampak konflik Rusia–Ukraina kini melampaui batas geografis Eropa Timur.
Situasi ini tidak hanya menjadi tantangan militer bagi Ukraina, tetapi juga ujian bagi diplomasi global dalam menjaga stabilitas internasional. Perkembangan selanjutnya patut terus dicermati, mengingat dinamika kerja sama Rusia–Korea Utara berpotensi memengaruhi keseimbangan geopolitik yang lebih luas.
Untuk mengikuti perkembangan terbaru isu geopolitik internasional dan analisis mendalam lainnya, pembaca dapat menemukan berbagai artikel menarik di media digital cakwar.com.
Meta deskripsi Viral status pegawai dapur MBG Purbalingga soal “rakyat jelata”, berujung pemecatan. Pihak SPPG minta maaf dan evaluasi SOP pelayanan. March 17, 2026 Rahmat Yanuar Sebuah unggahan status WhatsApp...
Read MoreWarga AS Dievakuasi dari Tel Aviv, Kisah Tegang di Tengah Perang Iran vs Israel-AS March 17, 2026 Rahmat Yanuar Kedatangan sejumlah warga Amerika Serikat di Bandara Internasional Newark Liberty pada...
Read MoreSirene Serangan Iran Hentikan Rapat Parlemen Israel March 17, 2026 Rahmat Yanuar Mulai 1 Februari 2026, KompasTV resmi berpindah saluran siaran ke channel 11 pada perangkat televisi digital maupun Set...
Read MoreIran Luncurkan Rudal Sejjil dalam Operasi True Promise 4, Ketegangan Timur Tengah Kian Memanas March 17, 2026 Rahmat Yanuar Ketegangan di Timur Tengah kembali memasuki fase baru setelah Korps Garda...
Read MoreDaftar Harga iPhone Bekas Jelang Lebaran 2026: Mulai Rp3 Jutaan, Masih Jadi Buruan Konsumen March 12, 2026 Rahmat Yanuar iPhone Bekas Jadi Alternatif Populer Menjelang Lebaran Menjelang perayaan Idulfitri 2026,...
Read MoreMacBook Neo Resmi Diluncurkan: Laptop Murah Apple Mulai Rp10 Jutaan, Ini Spesifikasi dan Fitur Utamanya March 5, 2026 Rahmat Yanuar Setelah lebih dari satu dekade rumor beredar, Apple akhirnya menghadirkan...
Read MoreReview Jujur Kamera iPhone 17 Pro: Masih Terbaik untuk Video, Tapi Kalah Skor Foto dari Huawei? February 27, 2026 Rahmat Yanuar Setiap kali Apple meluncurkan iPhone generasi terbaru, satu hal...
Read MoreApple Pindahkan Produksi Mac Mini ke AS, Respons Tekanan Tarif Presiden Donald Trump February 26, 2026 Rahmat Yanuar Langkah strategis akhirnya diambil Apple. Raksasa teknologi asal Cupertino itu berkomitmen memindahkan...
Read More
© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions