Tips Menjaga Kesehatan Pencernaan Saat Puasa Ramadan 2026, Ahli Gizi Soroti Pentingnya Buah dan Sayur

Menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan 2026 bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga. Lebih dari itu, tubuh dituntut beradaptasi dengan perubahan pola makan yang cukup drastis. Waktu makan yang biasanya terbagi tiga kali sehari, selama Ramadan menyusut menjadi dua momen utama: sahur dan berbuka.

Di tengah perubahan ritme tersebut, menjaga kesehatan pencernaan saat puasa menjadi kunci agar ibadah tetap nyaman dan stamina terjaga sepanjang hari. Bukan sekadar memperbanyak minum air putih, asupan serat dari buah dan sayur memegang peranan penting dalam menjaga fungsi saluran cerna.

Ahli gizi Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, menegaskan bahwa konsumsi buah dan sayur saat sahur maupun berbuka tidak boleh diabaikan. Dosen di Universitas Faletehan, Serang, Banten itu menyebut serat menjadi kebutuhan penting, terutama ketika frekuensi makan berkurang selama Ramadan.

Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

“Semua buah dan semua jenis sayur itu efektif untuk membantu pencernaan lancar. Tetapi kalau dicari yang paling cepat membantu, pepaya termasuk yang baik karena mengandung enzim pencernaan,” ujar Rita, Rabu (18/2/2026).

Mengapa Pencernaan Rentan Bermasalah Saat Puasa?

Perubahan jadwal makan membuat sistem pencernaan harus menyesuaikan diri. Lambung yang biasanya aktif sepanjang hari kini bekerja intensif dalam waktu terbatas. Jika pola makan tidak seimbang, risiko gangguan seperti sembelit, perut kembung, asam lambung naik, hingga rasa lemas bisa meningkat.

Secara umum, tubuh orang dewasa membutuhkan asupan serat sekitar 25–35 gram per hari. Serat berfungsi membantu pergerakan usus, menjaga keseimbangan bakteri baik di saluran cerna, serta mengontrol kadar gula darah agar lebih stabil.

Saat puasa, kebutuhan ini tetap harus terpenuhi. Sayangnya, tidak sedikit orang justru lebih memilih makanan tinggi gula, lemak, dan karbohidrat sederhana saat berbuka, sementara konsumsi sayur dan buah terpinggirkan.

Makanan yang Sebaiknya Dihindari Selama Ramadan

Selain memperhatikan asupan serat, menjaga kesehatan pencernaan saat puasa juga berarti bijak memilih makanan. Berikut beberapa jenis makanan yang sebaiknya dibatasi atau dihindari agar puasa tetap nyaman dan stamina terjaga:

  1. Makanan Tinggi Lemak dan Digoreng Berlebihan

Gorengan memang menggoda saat berbuka. Namun makanan tinggi lemak dapat memperlambat pengosongan lambung dan memicu rasa begah. Konsumsi berlebihan juga berisiko meningkatkan asam lambung.

  1. Makanan Terlalu Pedas

Bagi sebagian orang, makanan pedas dapat memicu iritasi lambung dan diare. Saat sistem pencernaan sedang beradaptasi, sebaiknya konsumsi cabai dan bumbu pedas dibatasi.

  1. Minuman Manis Berlebihan

Sirup dan minuman tinggi gula memang cepat mengembalikan energi, tetapi lonjakan gula darah yang tajam bisa membuat tubuh cepat lelah. Lebih baik pilih buah utuh atau minuman tanpa tambahan gula berlebih.

  1. Makanan Olahan Tinggi Garam

Makanan instan atau olahan dengan kadar garam tinggi dapat memicu rasa haus berlebihan saat berpuasa. Hal ini membuat tubuh lebih mudah dehidrasi di siang hari.

  1. Kafein Berlebihan

Kopi dan teh dalam jumlah besar bersifat diuretik, yang dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil. Akibatnya, tubuh kehilangan cairan lebih cepat.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

Menjaga Stamina Selama Puasa Ramadan 2026

Kesehatan pencernaan dan stamina saling berkaitan erat. Ketika sistem cerna bekerja optimal, penyerapan nutrisi juga lebih maksimal. Ini membantu tubuh mempertahankan energi sepanjang hari.

Selain memperbanyak serat, penting juga untuk:

  • Memenuhi kebutuhan cairan minimal delapan gelas per hari dengan pola 2-4-2 (dua gelas saat berbuka, empat gelas malam hari, dua gelas saat sahur).
  • Mengonsumsi protein cukup dari telur, ikan, ayam, tahu, atau tempe.
  • Mengatur porsi makan agar tidak berlebihan.
  • Tidur cukup agar metabolisme tetap stabil.

Puasa bukan alasan untuk mengabaikan keseimbangan gizi. Justru Ramadan dapat menjadi momentum membangun pola makan yang lebih sehat dan teratur.

Rekomendasi Cakwar.com: BGN Atur Skema Khusus Program Makan Bergizi Gratis Saat Libur Idul Fitri 1447 H, Distribusi Diganti Paket Bundling

Ramadan Sehat, Ibadah Lebih Khusyuk

Menjaga kesehatan pencernaan saat puasa Ramadan 2026 bukan perkara sulit jika dilakukan dengan kesadaran dan perencanaan menu yang tepat. Konsumsi buah dan sayur sebagai sumber serat utama, pilih makanan yang ramah lambung, serta hindari pola makan berlebihan saat berbuka.

Seperti diingatkan Rita Ramayulis, semua buah dan sayur pada dasarnya baik untuk sistem pencernaan. Pepaya bisa menjadi pilihan cepat membantu kerja lambung, tetapi variasi tetap diperlukan agar kebutuhan nutrisi terpenuhi secara menyeluruh.

Media sosial:

 

Dengan pencernaan yang sehat, tubuh terasa lebih ringan, fokus beribadah meningkat, dan aktivitas harian tetap berjalan optimal. Ramadan pun dapat dijalani dengan lebih nyaman dan penuh energi.

Untuk mendapatkan informasi kesehatan, gaya hidup, dan tips Ramadan lainnya yang relevan dan informatif, pembaca dapat menyimak artikel-artikel menarik di media digital cakwar.com. Temukan beragam ulasan yang disajikan dengan sudut pandang aktual dan mudah dipahami. 

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions