Trump Ancam Naikkan Tarif Impor Korea Selatan, Mobil hingga Farmasi Jadi Sasaran

Trump Kembali Gunakan Tarif sebagai Alat Tekanan Dagang

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengeluarkan pernyataan keras terkait kebijakan perdagangan internasional. Pada Senin (26/1/2026), Trump mengatakan akan menaikkan tarif impor terhadap barang-barang asal Korea Selatan, menyusul belum disetujuinya kerangka perdagangan bilateral oleh Majelis Nasional Korea Selatan.

Ancaman ini disampaikan Trump melalui media sosial resminya. Ia menegaskan bahwa kebijakan tarif akan diterapkan sebagai bentuk tekanan agar Korea Selatan segera menyetujui kesepakatan perdagangan yang sebelumnya diumumkan pada tahun lalu.

Langkah ini menandai eskalasi terbaru dalam hubungan dagang AS–Korea Selatan, dua negara sekutu lama yang selama ini memiliki hubungan ekonomi strategis.

Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

Mobil, Kayu, dan Farmasi Jadi Target Tarif Baru

Tarif Khusus untuk Sektor Strategis

Dalam pernyataannya, Trump menyebut sejumlah sektor yang akan terkena dampak langsung kenaikan tarif. Mobil, produk kayu, dan obat-obatan farmasi dari Korea Selatan akan dikenakan pajak impor lebih tinggi jika parlemen Seoul tetap menunda persetujuan kesepakatan.

Selain sektor tersebut, Trump juga menyatakan bahwa tarif barang lainnya akan dinaikkan dari 15 persen menjadi 25 persen, angka yang dinilai cukup signifikan dan berpotensi memengaruhi arus perdagangan kedua negara.

Kebijakan ini diperkirakan akan berdampak langsung pada industri otomotif Korea Selatan yang selama ini menjadikan pasar AS sebagai tujuan ekspor utama.

Dampak Ekonomi yang Lebih Luas

Para analis menilai, kenaikan tarif ini tidak hanya akan memengaruhi perusahaan Korea Selatan, tetapi juga konsumen AS. Harga kendaraan, bahan bangunan, dan produk farmasi impor diprediksi akan meningkat jika kebijakan tersebut benar-benar diterapkan.

Namun bagi Trump, kebijakan tarif dipandang sebagai alat negosiasi yang efektif untuk melindungi kepentingan ekonomi Amerika.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

👉Baca juga artikel tentang: Cuaca Dingin Ekstrem Tutupi Amerika Serikat dengan Salju dan Es, 30 Orang Dilaporkan Tewas

Trump Gunakan Keadaan Darurat Ekonomi

Lewati Kongres AS

Trump juga menegaskan bahwa dirinya memiliki kewenangan untuk memberlakukan tarif tanpa persetujuan Kongres. Sebelumnya, Presiden AS itu telah mendeklarasikan keadaan darurat ekonomi, yang memberinya ruang hukum untuk menerapkan tarif secara sepihak.

Langkah ini kembali menuai perdebatan di dalam negeri AS, terutama terkait batas kewenangan presiden dalam kebijakan perdagangan. Meski demikian, Trump menegaskan bahwa tindakan cepat diperlukan demi menjaga kepentingan nasional.

“Kesepakatan perdagangan kita sangat penting bagi Amerika. Dalam setiap kesepakatan ini, kita telah bertindak cepat untuk mengurangi tarif kita sesuai dengan transaksi yang disepakati,” tulis Trump.

Pendekatan Unilateral Jadi Ciri Khas

Pendekatan sepihak melalui tarif tinggi memang menjadi ciri khas kebijakan ekonomi Trump sejak periode kepemimpinannya sebelumnya. Ia kerap menggunakan tarif sebagai alat tekanan terhadap mitra dagang, termasuk China, Uni Eropa, dan kini Korea Selatan.

Korea Selatan Terikat Proses Legislatif

Butuh Persetujuan Majelis Nasional

Berbeda dengan AS, Korea Selatan membutuhkan persetujuan legislatif untuk mengesahkan kerangka kerja perdagangan. Kesepakatan yang diumumkan pada Juli 2025 dan ditegaskan kembali saat kunjungan Trump ke Seoul pada Oktober 2025, hingga kini masih tertahan di parlemen.

Sejumlah anggota parlemen Korea Selatan dilaporkan masih mengkaji dampak kesepakatan tersebut terhadap industri dalam negeri, terutama sektor manufaktur dan pertanian.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

Kondisi inilah yang memicu frustrasi di pihak Washington, yang menganggap penundaan tersebut sebagai hambatan serius dalam hubungan dagang bilateral.

Dilema Politik di Seoul

Pemerintah Korea Selatan berada dalam posisi sulit. Di satu sisi, menjaga hubungan strategis dengan AS sangat penting, namun di sisi lain, tekanan politik domestik membuat proses ratifikasi berjalan lambat.

Para pengamat menilai, ancaman tarif dari Trump dapat mempercepat pembahasan di parlemen, meski berisiko memicu resistensi publik.

Rekomendasi Cakwar.com: Rocky Gerung Jadi Saksi Ahli Kasus Ijazah Jokowi, Soroti Metodologi Riset Dokter Tifa

Potensi Dampak Global

Ketegangan dagang AS–Korea Selatan juga berpotensi berdampak pada stabilitas ekonomi regional Asia Timur. Korea Selatan merupakan bagian penting dari rantai pasok global, khususnya di sektor otomotif, elektronik, dan farmasi.

Jika tarif benar-benar dinaikkan, dampaknya bisa meluas ke pasar global, termasuk kenaikan harga dan gangguan rantai pasokan.

Media sosial:

Kesimpulan

Ancaman kenaikan tarif impor oleh Presiden AS Donald Trump terhadap Korea Selatan menegaskan kembali gaya diplomasi ekonomi berbasis tekanan yang selama ini ia terapkan. Dengan sektor strategis seperti mobil dan farmasi menjadi sasaran, kebijakan ini berpotensi membawa dampak besar bagi hubungan dagang kedua negara.

Keputusan kini berada di tangan parlemen Korea Selatan, apakah akan segera menyetujui kesepakatan atau menghadapi risiko tarif yang lebih tinggi dari Amerika Serikat.

Untuk terus mengikuti perkembangan isu geopolitik, ekonomi global, dan berita internasional yang mendalam, jangan lupa mencari informasi berita edukasi dan terpercaya hanya di cakwar.com

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions