Trump Sindir Presiden Israel Isaac Herzog Soal Amnesti Netanyahu, Hubungan AS–Israel Jadi Sorotan

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan kritik tajam kepada Presiden Israel, Isaac Herzog, terkait belum diberikannya amnesti kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Dalam pernyataannya di Oval Office pada Kamis (12/2), Trump menyebut Herzog “memalukan” karena menolak memberikan pengampunan kepada sekutunya tersebut yang tengah terjerat kasus korupsi.

Pernyataan Trump ini langsung menarik perhatian publik internasional, mengingat dinamika politik yang sedang berlangsung di Israel serta posisi strategis hubungan AS–Israel di kawasan Timur Tengah.

“Anda memiliki presiden yang menolak memberinya pengampunan. Saya kira dia mestinya malu,” ujar Trump kepada wartawan, sehari setelah bertemu langsung dengan Netanyahu di Gedung Putih.

Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

Pertemuan Trump dan Netanyahu di Washington

Sindiran Trump muncul tak lama setelah Netanyahu melakukan kunjungan ke Washington. Dalam pertemuan tersebut, Netanyahu disebut memohon agar Trump mengambil sikap lebih keras terhadap Iran, yang selama ini menjadi rival utama Israel di kawasan.

Hubungan pribadi antara Trump dan Netanyahu dikenal cukup erat sejak periode pertama kepemimpinan Trump. Di masa lalu, Trump mengambil sejumlah kebijakan yang menguntungkan Israel, termasuk pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan pendekatan keras terhadap Teheran.

Karena itu, pernyataan Trump soal amnesti Netanyahu dinilai tidak lepas dari kedekatan politik dan ideologis di antara keduanya.

Tiga Kasus Korupsi yang Menjerat Netanyahu

Netanyahu saat ini menghadapi tiga perkara hukum yang dikenal sebagai Kasus 1000, 2000, dan 4000. Ketiganya mencakup tuduhan penyuapan, penipuan, serta penyalahgunaan kepercayaan.

Kasus 1000: Hadiah Mewah

Dalam Kasus 1000, Netanyahu dan istrinya, Sara Netanyahu, dituduh menerima hadiah mewah senilai sekitar 700.000 shekel (sekitar Rp3,8 miliar) dari dua pengusaha. Hadiah tersebut diduga diberikan sebagai imbalan atas bantuan politik yang menguntungkan pemberi.

Kasus 2000: Dugaan Kesepakatan Media

Kasus 2000 berkaitan dengan dugaan kesepakatan antara Netanyahu dan pemilik perusahaan media Yedioth Ahronoth, Arnon Mozes. Netanyahu dituduh berupaya memperoleh liputan yang menguntungkan dengan menawarkan pembatasan terhadap surat kabar pesaing, Israel Hayom.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

👉Baca juga artikel tentang: Jet Tempur F-16 Uji Coba Landing di Tol Trans Sumatera, Sinergi TNI AU dan Hutama Karya Perkuat Kesiapsiagaan Nasional

Kasus 4000: Skandal Walla dan Telekomunikasi

Sementara itu, Kasus 4000 menuduh Netanyahu dan istrinya meminta pemberitaan positif di situs berita populer Walla, yang dimiliki oleh Shaul Elovitch, seorang pengusaha yang juga rekan dekat Netanyahu. Sebagai imbalannya, Netanyahu diduga membantu memuluskan proses merger bisnis yang menguntungkan Elovitch di sektor telekomunikasi.

Netanyahu secara konsisten membantah seluruh tuduhan tersebut dan menyatakan dirinya menjadi korban persekusi politik.

Proses Hukum yang Berlarut-larut

Sidang kasus korupsi Netanyahu telah dimulai sejak Mei 2020. Awalnya, persidangan diperkirakan berlangsung beberapa bulan. Namun prosesnya terus tertunda.

Penundaan terjadi berulang kali, termasuk dengan alasan kondisi keamanan nasional. Netanyahu menyebut situasi perang di Gaza dan Lebanon sebagai faktor yang menyulitkan dirinya menghadiri persidangan secara penuh.

Pada 30 November 2025, Netanyahu secara resmi mengajukan permohonan amnesti kepada Presiden Israel. Ia meminta keringanan atas tuduhan yang dialamatkan kepadanya, tanpa mengakui kesalahan.

Langkah ini menempatkan Herzog dalam posisi yang sensitif secara politik dan hukum.

Respons Kantor Presiden Israel

Menanggapi sindiran Trump, kantor Isaac Herzog menyatakan bahwa permintaan amnesti dari Netanyahu sedang dalam tahap peninjauan.

Dalam pernyataan resminya, kantor presiden menyebut proses tersebut memerlukan waktu dan akan dipertimbangkan sesuai hukum yang berlaku di Israel.

“Hanya setelah proses itu selesai, Presiden Herzog akan mempertimbangkan permintaan tersebut sesuai dengan hukum, kepentingan terbaik Negara Israel, dipandu oleh hati nuraninya, dan tanpa pengaruh dari tekanan eksternal atau internal apa pun,” demikian pernyataan tersebut.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

Pernyataan itu menegaskan bahwa keputusan amnesti bukan semata-mata keputusan politik, melainkan langkah konstitusional yang memiliki prosedur hukum jelas.

Dinamika Politik di Israel

Kasus hukum Netanyahu telah lama menjadi isu politik domestik yang memecah opini publik Israel. Pendukungnya menilai proses hukum tersebut bermuatan politik, sementara pihak oposisi menekankan pentingnya supremasi hukum.

Sebagai presiden, Herzog memiliki peran simbolis dan konstitusional, termasuk kewenangan untuk memberikan pengampunan. Namun keputusan tersebut harus mempertimbangkan aspek hukum, etika, dan stabilitas nasional.

Dalam konteks ini, tekanan dari luar negeri, termasuk dari sekutu dekat seperti Amerika Serikat, menjadi faktor sensitif.

Rekomendasi Cakwar.com: Restrukturisasi BUMN 2026 Dimulai, Danantara Pangkas 1.043 Entitas Jadi 300 untuk Efisiensi Total

Hubungan AS–Israel dan Implikasi Regional

Hubungan AS–Israel selama ini dikenal kuat, baik di bidang pertahanan, ekonomi, maupun diplomasi. Pernyataan Trump menunjukkan bahwa isu hukum domestik Israel kini turut menjadi bagian dari percakapan politik internasional.

Namun demikian, para analis menilai bahwa keputusan amnesti tetap berada sepenuhnya di tangan institusi Israel.

Di tengah ketegangan regional, terutama terkait Iran dan konflik di Gaza, stabilitas politik Israel memiliki dampak luas terhadap dinamika Timur Tengah.

Antara Politik dan Supremasi Hukum

Sindiran Trump terhadap Herzog mencerminkan perbedaan pendekatan antara dukungan politik dan proses hukum yang berjalan.

Bagi sebagian pihak, dukungan terhadap sekutu strategis adalah bagian dari diplomasi. Namun bagi sistem hukum Israel, proses peradilan harus berjalan tanpa intervensi eksternal.

Kasus ini memperlihatkan bagaimana isu domestik dapat berkembang menjadi topik perdebatan global, terutama ketika melibatkan tokoh politik besar dan hubungan bilateral yang erat.

Penutup

Sindiran Donald Trump terhadap Isaac Herzog terkait amnesti Benjamin Netanyahu menambah lapisan baru dalam dinamika politik AS–Israel. Di satu sisi, terdapat solidaritas politik antar sekutu. Di sisi lain, proses hukum dan kewenangan konstitusional tetap menjadi landasan utama dalam sistem demokrasi.

Perkembangan kasus ini akan terus menjadi perhatian internasional, mengingat implikasinya terhadap stabilitas politik Israel dan hubungan strategis dengan Amerika Serikat.

Untuk mengikuti perkembangan isu geopolitik, hukum internasional, dan dinamika Timur Tengah lainnya, Anda dapat membaca artikel menarik lainnya di media digital cakwar.com. Tetap terinformasi dengan sajian berita yang berimbang, akurat, dan mudah dipahami.

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions