UWKS Resmi Drop Out YouTuber Resbob Usai Kasus Penghinaan Suporter Persib dan Suku Sunda

Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) menjatuhkan sanksi tegas berupa pencabutan status kemahasiswaan atau drop out (DO) kepada YouTuber Muhammad Adimas Firdaus Putra Nasihan, yang dikenal dengan nama panggung Resbob. Keputusan ini diambil menyusul kasus penghinaan terhadap suporter Persib Bandung dan suku Sunda yang videonya viral di media sosial dan memicu kemarahan publik.

Pihak kampus menilai konten yang disebarkan Resbob tidak menjunjung nilai edukasi, keadaban, serta mengandung unsur penghinaan bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). UWKS menegaskan bahwa kampus memiliki komitmen kuat dalam menjaga nilai kebhinekaan dan toleransi.

.Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

Keputusan Tegas UWKS terhadap Resbob

Konten Dinilai Langgar Kode Etik Mahasiswa

Perwakilan UWKS, Nugrahini, menyatakan bahwa kampus memahami kemarahan masyarakat atas beredarnya video provokatif tersebut. Menurutnya, konten Resbob dikategorikan sebagai pelanggaran berat sesuai Peraturan Rektor tentang Kode Etik dan Tata Pergaulan Mahasiswa.

UWKS menilai bahwa tindakan tersebut tidak mencerminkan sikap mahasiswa sebagai insan akademik, yang seharusnya mengedepankan sikap kritis, santun, dan menghargai keberagaman. Oleh karena itu, sanksi DO dipandang sebagai langkah yang tepat dan proporsional.

Komitmen Kampus terhadap Kebhinekaan

UWKS menegaskan sikap tegas menolak segala bentuk tindakan yang berpotensi memecah belah persatuan. Kampus juga menegaskan bahwa kebebasan berekspresi harus diiringi dengan tanggung jawab sosial dan etika, terlebih ketika disebarluaskan melalui platform digital.

Laporan Polisi dan Reaksi Publik

Dilaporkan oleh Viking Persib dan Elemen Masyarakat Sunda

Kasus ini tidak berhenti di ranah kampus. Kelompok suporter Viking Persib Bandung secara resmi melaporkan Resbob ke kepolisian. Viking merupakan salah satu kelompok pendukung terbesar Persib Bandung yang memiliki basis massa luas.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

👉 Baca juga artikel tentang: Penembakan Massal di Pantai Bondi Sydney Saat Hanukkah, Korban Tewas Meningkat Jadi 16 Orang

Selain itu, Rumah Aliansi Sunda Ngahiji, sebagai representasi elemen masyarakat Sunda, juga melaporkan Resbob atas dugaan penghinaan terhadap suku Sunda. Laporan-laporan ini mempertegas bahwa kasus tersebut dinilai serius dan menyentuh sensitivitas identitas kultural.

Polisi Lakukan Penelusuran Intensif

Aparat kepolisian saat ini masih mencari keberadaan Resbob. Berdasarkan hasil pendalaman, polisi menemukan bahwa pelaku telah meninggalkan Jakarta dan berpindah-pindah lokasi.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan mengungkapkan bahwa penyidik menelusuri pergerakan pelaku hingga ke Jawa Timur.

“Penyidik mendatangi dua lokasi, yakni Surabaya dan Pasuruan. Di sana, tim sempat bertemu dengan pacarnya. Dari informasi yang kami peroleh, pelaku kembali berpindah ke arah barat, yakni wilayah Jawa Tengah,” ujarnya.

Dampak Kasus terhadap Dunia Konten Digital

Batasan Kebebasan Berekspresi di Media Sosial

Kasus Resbob kembali membuka diskusi publik mengenai batas kebebasan berekspresi di media sosial. Di satu sisi, kreator memiliki ruang untuk berpendapat. Namun di sisi lain, konten yang menghina kelompok tertentu berpotensi menimbulkan konflik sosial dan konsekuensi hukum.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa jejak digital memiliki dampak nyata, tidak hanya pada reputasi pribadi, tetapi juga pada status pendidikan, karier, dan aspek hukum.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

 Tanggung Jawab Kreator Konten

Sebagai figur publik di dunia digital, kreator konten dituntut untuk lebih bijak dalam menyampaikan opini. Konten provokatif yang mengejar sensasi jangka pendek justru dapat berujung pada kerugian besar, seperti yang dialami Resbob.

Rekomendasi Cakwar.com: Tambang Emas Ilegal Diduga Dikelola WNA China, Lemahnya Keamanan Indonesia Jadi Sorotan

Pesan Edukatif bagi Mahasiswa dan Publik

Langkah UWKS memberikan sinyal kuat bahwa institusi pendidikan tidak mentolerir tindakan diskriminatif dan ujaran kebencian. Sanksi DO menjadi bentuk penegakan nilai moral dan etika akademik yang harus dijaga bersama.

Bagi mahasiswa dan masyarakat luas, kasus ini menjadi pelajaran penting tentang pentingnya menghormati keberagaman, menjaga etika bermedia sosial, serta memahami konsekuensi dari setiap tindakan di ruang publik digital.

Media sosial:

Penutup

Kasus YouTuber Resbob yang berujung pada drop out dari UWKS dan proses hukum yang masih berjalan menunjukkan bahwa ujaran kebencian bukan sekadar persoalan opini, melainkan isu serius yang berdampak luas. Edukasi, toleransi, dan tanggung jawab harus menjadi fondasi utama dalam bermedia sosial.

Untuk terus mengikuti berita aktual, analisis edukatif, dan informasi berimbang, jangan lupa mencari dan membaca referensi terpercaya hanya di cakwar.com.

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions