Warga China Curi Emas Rp29 Miliar di Museum Paris, Ditangkap di Barcelona

Kasus pencurian emas terbesar di Prancis tahun ini akhirnya terungkap. Seorang perempuan berusia 24 tahun asal China ditangkap setelah mencuri emas senilai US$1,7 juta atau sekitar Rp29 miliar dari Museum Sejarah Alam di Paris.

Aksi pencurian itu terjadi pada 16 September 2025, dan menjadi perhatian besar publik karena melibatkan koleksi emas bersejarah yang sangat langka. Emas-emas tersebut merupakan bagian penting dari sejarah dunia, mencakup koleksi dari abad ke-18 hingga era “demam emas”.

Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

Modus Canggih: Pintu Museum Digerinda, Etalase Didorong dengan Obor Las

Menurut laporan penyidik, pelaku menggunakan alat berat seperti gerinda dan obor las untuk membobol dua pintu museum dan memotong etalase kaca yang menyimpan emas.

Teknik pencurian ini menunjukkan bahwa pelaku memiliki pengetahuan teknis tinggi dan rencana yang matang. Polisi menyebut pencurian tersebut tidak dilakukan secara spontan, melainkan direncanakan dengan detail dan menggunakan peralatan profesional.

Barang-barang yang dicuri termasuk:

  • Bongkahan emas dari Bolivia yang disumbangkan pada abad ke-18
  • Emas dari Ural, Rusia, hadiah dari Tsar Nicholas I tahun 1833
  • Emas California dari masa demam emas abad ke-19
  • Emas Australia yang ditemukan pada tahun 1990

Museum memperkirakan total 6 kilogram emas murni telah raib, dengan kerugian mencapai 1,5 juta euro (US$1,7 juta).

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

👉 Baca juga artikel tentang Bank Indonesia Buka Suara Soal Dana Pemda Mengendap Rp234 Triliun di Bank

 

Penangkapan di Barcelona Setelah Aksi Pelarian

Setelah hampir sebulan buron, pelaku akhirnya ditangkap di Barcelona, Spanyol, pada 13 Oktober 2025. Polisi mengungkap bahwa perempuan tersebut berusaha kabur melalui jalur darat menuju Spanyol setelah meninggalkan Prancis.

Dalam proses penangkapan, otoritas menemukan jejak emas yang sudah dicairkan, menunjukkan bahwa sebagian hasil curian telah dijual atau dihancurkan untuk menghilangkan jejak.

“Saat hendak ditangkap, tersangka sempat berusaha membuang sisa emas yang sudah dilebur,” ungkap Kepolisian Nasional Spanyol (Policía Nacional) dalam pernyataan resminya.

Penangkapan ini dilakukan setelah adanya koordinasi intensif antara Interpol, Polisi Prancis, dan otoritas Spanyol. Pelaku kini menghadapi tuntutan pencurian besar dan perusakan properti bersejarah, yang di Prancis bisa dihukum hingga 15 tahun penjara.

Koleksi Emas Langka Tak Ternilai Nilainya

Pihak Museum Sejarah Alam Paris menyebut kehilangan ini sebagai pukulan besar bagi dunia ilmu pengetahuan dan sejarah.

Koleksi emas yang dicuri bukan sekadar benda berharga, tetapi juga memiliki nilai historis dan ilmiah yang luar biasa.

Misalnya, emas dari Bolivia merupakan bagian dari sumbangan ilmuwan abad ke-18 yang meneliti asal usul logam mulia di Amerika Selatan.

Sementara emas Ural Rusia dan hadiah Tsar Nicholas I tahun 1833 merepresentasikan hubungan diplomatik antara Rusia dan Prancis di masa lalu.

“Benda-benda ini tidak bisa digantikan. Nilai sejarahnya jauh melampaui nilai uangnya,” ujar seorang kurator museum kepada media lokal.

Cak War merekomendasikan: Forto – Premium Gadget Repair Service tempat service handphone android terpercaya di surabaya

Penyelidikan Lanjutan: Polisi Telusuri Jaringan Pencurian Internasional

Penyidik kini menduga perempuan tersebut tidak bertindak sendirian. Ada indikasi kuat bahwa pelaku merupakan bagian dari jaringan pencurian internasional yang menargetkan museum dan koleksi logam mulia di Eropa.

Polisi juga masih menyelidiki ke mana emas-emas hasil curian itu dijual dan apakah ada pihak yang membantu pelaku dalam proses pencairan dan penyelundupan.

“Pelaku tidak hanya mengejar uang, tetapi juga memanfaatkan celah keamanan di museum yang masih minim pengawasan teknologi,” kata sumber di Kepolisian Prancis.

Sebagai langkah lanjutan, pihak museum berjanji akan memperkuat sistem keamanan dan pengawasan digital, termasuk penggunaan sensor panas, kamera AI, dan alarm otomatis di ruang penyimpanan artefak.

📌 Baca juga artikel tentang: Tuvalu Terancam Tenggelam: Krisis Iklim Paksa Warga Kabur ke Australia

Penutup: Kasus Emas Museum Paris Jadi Pengingat Pentingnya Perlindungan Warisan Dunia

Kasus pencurian emas di Museum Sejarah Alam Paris menjadi pengingat bahwa warisan budaya dunia perlu perlindungan ekstra. Nilai sejarah dan ilmu pengetahuan dari koleksi semacam itu tidak bisa dinilai dengan uang.

Dengan tertangkapnya pelaku, publik berharap emas-emas bersejarah itu bisa ditemukan kembali dan dikembalikan ke tempat asalnya.

Untuk berita kriminal internasional, edukasi global, dan informasi menarik lainnya, kunjungi Cakwar.com — portal berita terpercaya yang menyajikan informasi aktual dan mendalam setiap hari.

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions