Setiap tanggal 30 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Oeang Republik Indonesia (HORI).
Peringatan ini menjadi momentum penting dalam sejarah ekonomi nasional karena menandai berlakunya Oeang Republik Indonesia (ORI) sebagai alat pembayaran resmi pertama di negara yang baru merdeka.
Menurut laman resmi Kementerian Keuangan (Kemenkeu), ORI mulai berlaku pada 30 Oktober 1946 pukul 00.00.
Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya
Keputusan ini bukan sekadar soal ekonomi, tetapi juga bentuk nyata dari penegasan kedaulatan bangsa Indonesia setelah lepas dari penjajahan.
Dengan adanya ORI, Indonesia menunjukkan kepada dunia bahwa ia mampu berdiri sendiri — tidak hanya secara politik, tetapi juga dalam sistem keuangannya.
Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, bangsa ini masih menghadapi tantangan besar, termasuk dalam urusan keuangan.
Saat itu, belum ada mata uang nasional yang digunakan secara resmi.
Transaksi sehari-hari masih memakai uang Jepang, De Javasche Bank, atau uang NICA (Netherlands Indies Civil Administration) yang diterbitkan Belanda.
Melihat kondisi tersebut, Menteri Keuangan pertama Republik Indonesia, Alexander Andries Maramis (A.A. Maramis), mengambil langkah bersejarah.
Pada 29 September 1945, ia mengeluarkan dekrit berisi tiga keputusan penting, yaitu:
Keputusan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan sejarah bangsa, karena menciptakan identitas ekonomi nasional di tengah kondisi politik dan keamanan yang belum stabil.
Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya
👉 Baca juga artikel tentang: Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping di KTT APEC 2025: Momen Penting bagi Hubungan Dagang AS-China
Proses peluncuran ORI dilakukan secara penuh perjuangan.
Kondisi Indonesia kala itu masih dalam masa revolusi fisik, sehingga pemerintah harus merahasiakan pencetakan uang ORI agar tidak diketahui penjajah.
Pencetakan dilakukan secara sembunyi-sembunyi di Yogyakarta dan Jawa Tengah, dengan melibatkan para pejuang dan pegawai keuangan yang bekerja siang malam.
Akhirnya, pada 30 Oktober 1946, ORI resmi diedarkan dan uang Belanda serta Jepang dinyatakan tidak berlaku lagi di wilayah Republik Indonesia.
Uang ORI hadir dengan berbagai nominal, mulai dari 1 sen hingga 100 rupiah, dan menjadi alat tukar pertama buatan bangsa sendiri.
Masyarakat menyambut peluncuran ORI dengan rasa bangga dan haru, karena uang ini menjadi simbol nyata kedaulatan Indonesia di bidang ekonomi.
Dalam waktu singkat, ORI menjadi lambang kepercayaan diri dan semangat perjuangan bangsa untuk melepaskan diri dari dominasi asing.
Peringatan Hari Oeang Republik Indonesia (HORI) setiap 30 Oktober bukan sekadar mengenang sejarah peluncuran mata uang nasional,
tetapi juga momentum untuk merefleksikan perjalanan ekonomi Indonesia.
Melalui HORI, pemerintah dan masyarakat diingatkan akan pentingnya kemandirian ekonomi, transparansi fiskal, dan pengelolaan keuangan negara yang bertanggung jawab.
Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya
Kementerian Keuangan sebagai lembaga yang lahir dari semangat perjuangan tersebut kini terus berinovasi dalam transformasi digital, reformasi birokrasi, dan tata kelola fiskal yang efisien.
Generasi muda pun diharapkan tidak melupakan nilai-nilai perjuangan di balik sejarah ORI.
Uang bukan hanya alat tukar, tetapi juga simbol kedaulatan, kepercayaan, dan identitas bangsa.
Sejarah Hari Oeang Republik Indonesia mengajarkan bahwa kemandirian ekonomi adalah bagian tak terpisahkan dari kemerdekaan nasional.
Melalui keberanian para pendiri bangsa seperti A.A. Maramis, Indonesia mampu membangun sistem keuangannya sendiri di tengah keterbatasan dan tekanan kolonial.
Cak War merekomendasikan: Apple MacBook Pro M5 Dijual Tanpa Charger di Eropa: Inovasi atau Strategi Kontroversial?
Kini, semangat HORI terus hidup melalui berbagai kebijakan keuangan negara yang berorientasi pada kedaulatan, keadilan, dan kesejahteraan rakyat.
Peringatan ini menjadi pengingat bahwa kemandirian ekonomi tidak bisa dicapai tanpa kerja keras, disiplin, dan integritas.
Untuk membaca lebih banyak berita edukatif dan sejarah inspiratif seputar ekonomi, kebijakan publik, dan tokoh bangsa, kunjungi cakwar.com — sumber informasi terpercaya untuk pengetahuan dan inspirasi Indonesia.
KPK Ungkap 8 Titik Rawan Korupsi ATR/BPN, Keterlambatan Layanan Capai 73,49 Persen September 19, 2026 R.Y. Fajri Urusan tanah selalu menyentuh bagian paling mendasar dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Ketika seseorang...
Read MoreLayar AMOLED Diganti IPS? Cek Dulu Dampaknya pada Baterai, Warna, dan HP Kamu September 19, 2026 R.Y. Fajri Bayangkan situasi yang kerap dialami banyak pemilik smartphone: HP Anda tidak sengaja...
Read MoreiMac Mati Mendadak Saat Digunakan? Ini yang Harus Dicek Sebelum Servis September 19, 2026 R.Y. Fajri Bayangkan situasi ini Anda sedang dikejar deadline pekerjaan—entah itu mengedit video, menyelesaikan desain grafis, atau...
Read MoreHP Android Pernah Kena Air? Ini Penyebab Korosi yang Bisa Bikin HP Rusak Bertahap September 18, 2026 R.Y. Fajri Pernahkah perangkat kesayangan Anda tidak sengaja tercebur atau tersiram cairan? Momen...
Read MoreiMac Mati Mendadak Saat Digunakan? Ini yang Harus Dicek Sebelum Servis September 19, 2026 R.Y. Fajri Bayangkan situasi ini Anda sedang dikejar deadline pekerjaan—entah itu mengedit video, menyelesaikan desain grafis, atau...
Read MoreMacBook Cepat Panas? Ini Penyebab dan Solusi yang Perlu Anda Ketahui September 18, 2026 R.Y. Fajri Pernahkah Anda sedang asyik mengetik dokumen atau menonton video streaming, lalu tiba-tiba bodi aluminium...
Read MoreKenapa Baterai MacBook Cepat Habis? Ini Penyebab dan Solusi yang Bisa Dicoba September 17, 2026 R.Y. Fajri Pernahkah Anda sedang asyik bekerja di coffee shop, dikejar deadline pekerjaan, tetapi indikator daya...
Read MoreiMac Lemot Parah? Ini 5 Upgrade Ampuh agar Mac Kembali Ngebut September 16, 2026 R.Y. Fajri Pernah gak sih kamu lagi buru-buru mau nyelesaiin pekerjaan, tapi iMac kesayangan malah cuma...
Read More
© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions