Pelajar Tewas di Jalan Matraman Raya, Kondisi Jalan Rusak Kembali Disorot

Kecelakaan Pagi Hari di Jakarta Timur Diduga Dipicu Jalan Berlubang dan Tak Rata

Sebuah kecelakaan tragis terjadi di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, pada Senin pagi, 9 Februari 2026. Seorang pelajar dilaporkan meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan sekitar pukul 06.00 WIB, saat lalu lintas mulai padat oleh aktivitas warga. Dugaan sementara, insiden ini dipicu oleh kondisi permukaan jalan yang rusak dan tidak rata—masalah klasik yang kembali memakan korban jiwa.

Peristiwa ini sontak menyita perhatian warga sekitar dan pengguna jalan, terutama karena lokasi kejadian dikenal rawan kecelakaan, khususnya di musim hujan.

Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

Kronologi Singkat Kejadian di Matraman Raya

Berdasarkan keterangan warga sekitar, kecelakaan terjadi pada jam-jam sibuk pagi hari, ketika banyak pelajar dan pekerja melintas. Korban, yang diketahui masih berstatus pelajar, mengalami kecelakaan tunggal di salah satu titik jalan yang kondisinya berlubang dan ditambal tidak rata.

“Di sini sudah sering (terjadi kecelakaan), mungkin karena tambalan jalan (berlubang), jadi rawan,” ujar Ardhi, warga sekitar lokasi kejadian, saat ditemui di Matraman Raya.

Meski belum ada keterangan resmi detail mengenai mekanisme kecelakaan, warga menilai kondisi jalan yang bergelombang dan licin turut berperan besar. Korban dilaporkan mengalami luka serius dan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Jalan Rusak dan Risiko Kecelakaan di Musim Hujan

Kondisi jalan berlubang menjadi persoalan yang kerap muncul di Jakarta, terutama saat musim hujan. Curah hujan tinggi dapat mempercepat kerusakan aspal, membuat tambalan mudah terkelupas, dan menciptakan permukaan jalan yang tidak rata.

Di Jalan Matraman Raya, sejumlah titik lubang dan bekas tambalan terlihat kontras dengan badan jalan lainnya. Saat hujan, lubang-lubang tersebut kerap tergenang air, menyulitkan pengendara untuk melihat kedalamannya.

Bagi pengendara sepeda motor—yang jumlahnya mendominasi lalu lintas pagi—kondisi ini sangat berbahaya. Sedikit saja kehilangan keseimbangan dapat berujung kecelakaan fatal, seperti yang terjadi pada Senin pagi itu.

.Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

👉Baca juga artikel tentang: Utusan Khusus AS Kunjungi USS Abraham Lincoln Usai Perundingan dengan Iran

Warga: Sudah Lama Rawan, Tapi Belum Tuntas Diperbaiki

Warga sekitar mengaku kondisi jalan rusak bukan hal baru. Menurut mereka, kecelakaan serupa sudah beberapa kali terjadi di lokasi yang sama, meski dengan tingkat keparahan berbeda.

Tambalan jalan yang tidak rata disebut menjadi masalah utama. Alih-alih membuat jalan lebih aman, tambalan sementara justru menciptakan permukaan bergelombang yang berisiko, terutama bagi pengendara yang melaju pada kecepatan tertentu.

“Kalau pagi masih gelap, apalagi habis hujan, lubangnya tidak kelihatan. Banyak yang kaget pas lewat,” kata Ardhi menambahkan.

Sorotan terhadap Penanganan Perbaikan Jalan

Tragedi ini kembali memunculkan sorotan terhadap penanganan perbaikan infrastruktur jalan. Perbaikan yang tidak cepat dan tidak tuntas dinilai berpotensi menimbulkan risiko serius bagi keselamatan pengguna jalan.

Sejumlah pengamat transportasi kerap menekankan bahwa perbaikan jalan bukan hanya soal menutup lubang, tetapi memastikan kualitas dan ketahanan tambalan. Jalan yang diperbaiki secara asal-asalan justru bisa menjadi lebih berbahaya.

Dalam konteks ini, publik menilai perlu adanya pemantauan rutin terhadap kondisi jalan, terutama di ruas-ruas padat seperti Jalan Matraman Raya.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

Tanggung Jawab Keselamatan Pengguna Jalan

Jalan raya merupakan fasilitas publik yang digunakan oleh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pelajar hingga pekerja. Oleh karena itu, keselamatan pengguna jalan seharusnya menjadi prioritas utama.

Penanganan jalan rusak yang lambat berpotensi menimbulkan dampak berantai, tidak hanya kecelakaan lalu lintas, tetapi juga kerugian sosial dan ekonomi. Kehilangan nyawa seorang pelajar menjadi pengingat pahit bahwa infrastruktur yang tidak terawat dapat berujung pada tragedi.

Masyarakat berharap dinas terkait dapat lebih sigap dalam merespons laporan jalan berlubang, terutama pada musim hujan ketika risiko kecelakaan meningkat.

Rekomendasi Cakwar.com: Putusan MK Jadi Angin Segar Kebebasan Pers: Perlindungan Wartawan Dipertegas di Momentum HPN 2026

Media sosial:

 

Kasus kecelakaan di Matraman Raya menunjukkan bahwa keselamatan lalu lintas adalah tanggung jawab bersama, dengan peran besar ada pada pengelola dan pemelihara jalan.

Penutup: Tragedi yang Tak Seharusnya Terulang

Meninggalnya seorang pelajar di Jalan Matraman Raya menjadi duka sekaligus peringatan keras tentang pentingnya perbaikan jalan yang cepat dan berkualitas. Dugaan bahwa kondisi jalan rusak menjadi pemicu kecelakaan ini memperkuat urgensi pembenahan infrastruktur, khususnya di musim hujan.

Masyarakat berharap tragedi ini menjadi titik balik bagi peningkatan respons dan pengawasan terhadap jalan berlubang. Jalan raya adalah fasilitas untuk rakyat, dan sudah seharusnya memberikan rasa aman, bukan ancaman.

Untuk membaca liputan mendalam lainnya seputar isu perkotaan, keselamatan publik, dan peristiwa aktual, pembaca dapat menemukan artikel-artikel menarik di media digital cakwar.com.

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions