Musim dingin tahun ini menjadi salah satu yang paling berat bagi Jepang dalam beberapa dekade terakhir. Selama hampir tiga minggu berturut-turut, hujan salju dengan intensitas tinggi menghantam berbagai wilayah, terutama kawasan utara dan pesisir yang menghadap Laut Jepang. Dampaknya bukan hanya menumpuknya salju hingga dua meter, tetapi juga korban jiwa, gangguan listrik, serta lumpuhnya transportasi publik.
Data terbaru yang dirilis Badan Manajemen Kebakaran dan Bencana Jepang mencatat sedikitnya 46 orang meninggal dunia dan 558 lainnya mengalami luka-luka akibat cuaca ekstrem ini. Angka tersebut dirilis pada Selasa (10/2/2026), setelah otoritas melakukan pendataan dari berbagai prefektur terdampak.
Meski kondisi cuaca terburuk disebut telah mencapai puncaknya dan mulai mereda, akumulasi salju yang tersisa justru menimbulkan risiko lanjutan yang tak kalah berbahaya.
Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya
Salju Menumpuk di Utara Jepang hingga Dua Meter
Gelombang salju lebat mulai melanda Jepang sejak akhir Januari dan berlangsung tanpa jeda berarti selama hampir tiga minggu. Wilayah yang paling terdampak berada di bagian utara dan barat negara tersebut, khususnya prefektur yang menghadap langsung ke Laut Jepang.
Di beberapa titik, kedalaman salju dilaporkan mencapai 6,5 kaki atau sekitar dua meter, melampaui rata-rata tahunan. Kondisi ini terjadi tidak hanya di daerah pegunungan, tetapi juga di kawasan permukiman padat penduduk.
Sebanyak 15 dari 47 prefektur di Jepang terdampak langsung oleh badai salju musim dingin ini. Salju tebal menutup jalan raya, atap rumah, hingga jalur kereta api, membuat aktivitas warga terganggu dalam skala luas.
Kecelakaan Saat Membersihkan Salju Jadi Penyebab Utama Korban
Pihak kepolisian dan pemerintah daerah mengungkapkan bahwa sebagian besar korban jiwa terjadi bukan akibat longsoran besar, melainkan kecelakaan sehari-hari yang sering dianggap sepele.
“Banyak kecelakaan fatal terjadi ketika tumpukan salju jatuh dari atap rumah atau saat warga terjatuh ketika mencoba membersihkan salju,” ujar pejabat setempat.
Membersihkan salju dari atap rumah memang menjadi rutinitas di wilayah bersalju Jepang. Namun, tingginya akumulasi salju tahun ini membuat aktivitas tersebut jauh lebih berbahaya. Salju yang mengeras dan licin kerap runtuh secara tiba-tiba, menimpa warga yang berada di bawahnya.
.Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya
👉Baca juga artikel tentang: Kim Jong-un Tunjukkan Kepercayaan Diri Tinggi pada Militer Korea Utara, Isyaratkan Agenda Besar Lima Tahun ke Depan
Selain itu, permukaan jalan yang membeku juga menyebabkan peningkatan kecelakaan lalu lintas, terutama di jalan lokal dan kawasan perumahan.
Gangguan Listrik dan Transportasi Meluas
Dampak hujan salju ekstrem tidak berhenti pada korban manusia. Infrastruktur publik juga mengalami tekanan besar. Di Prefektur Aomori, lebih dari 1.700 rumah dilaporkan kehilangan aliran listrik akibat kabel dan tiang listrik tertimbun salju atau roboh.
Transportasi publik pun mengalami gangguan serius. Sejumlah layanan kereta reguler dan kereta cepat terpaksa dibatalkan atau mengalami penundaan panjang demi alasan keselamatan. Jalur kereta yang melintasi wilayah bersalju tebal membutuhkan waktu ekstra untuk pembersihan sebelum dapat kembali beroperasi normal.
Bandara regional di wilayah utara Jepang juga sempat menunda dan membatalkan penerbangan, menambah daftar panjang gangguan mobilitas selama musim dingin ini.
Salju Terus Bertahan Meski Cuaca Mulai Membaik
Otoritas meteorologi Jepang menyebutkan bahwa gelombang salju terberat telah mencapai puncaknya. Intensitas hujan salju kini mulai menurun, dan beberapa wilayah bahkan sudah tidak lagi diguyur salju.
Namun, masalah belum sepenuhnya berakhir. Akumulasi salju yang sudah terlanjur menumpuk tetap menjadi ancaman. Di sejumlah daerah, volume salju yang tersisa tercatat jauh di atas rata-rata musim dingin tahunan.
Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya
Salju yang mencair secara bertahap berpotensi menyebabkan banjir lokal, runtuhan atap, serta longsoran kecil di daerah berbukit. Pemerintah daerah diminta tetap siaga meski cuaca tampak membaik.
Pemerintah Imbau Warga Tetap Waspada
Pemerintah Jepang terus mengimbau warga untuk tidak lengah menghadapi sisa musim dingin. Warga diminta menghindari aktivitas berisiko tinggi, terutama membersihkan salju sendirian di atap rumah atau area licin tanpa perlengkapan keselamatan.
Petugas penyelamat juga disiagakan di wilayah rawan untuk merespons laporan darurat dengan cepat. Di beberapa daerah, relawan dan aparat setempat turut membantu warga lanjut usia yang kesulitan membersihkan salju di sekitar rumah mereka.
Rekomendasi Cakwar.com: Sanae Takaichi Menang Telak di Pemilu Sela Jepang, LDP Bangkit Setelah Tahun-Tahun Sulit
Imbauan khusus juga diberikan kepada pengendara agar tetap berhati-hati, meski salju tidak lagi turun. Jalanan yang tertutup es tipis masih berpotensi menyebabkan kecelakaan.
Musim Dingin Ekstrem dan Tantangan Jangka Panjang
Musim dingin ekstrem seperti yang terjadi tahun ini kembali memunculkan diskusi tentang kesiapan infrastruktur Jepang menghadapi cuaca ekstrem yang kian sering terjadi. Meski Jepang dikenal memiliki sistem penanganan bencana yang maju, intensitas dan durasi hujan salju kali ini tetap menjadi tantangan besar.
Para pengamat menilai, perubahan pola cuaca global turut berkontribusi terhadap meningkatnya kejadian cuaca ekstrem, termasuk badai salju berkepanjangan. Hal ini menuntut adaptasi berkelanjutan, baik dari sisi kebijakan publik maupun kesadaran masyarakat.Media sosial:
Penutup: Ancaman Belum Sepenuhnya Usai
Hujan salju ekstrem yang melanda Jepang selama tiga pekan terakhir telah meninggalkan dampak besar, mulai dari korban jiwa, luka-luka, hingga gangguan infrastruktur vital. Meski kondisi terburuk disebut mulai mereda, risiko dari akumulasi salju masih membayangi banyak wilayah.
Kewaspadaan, kerja sama warga, dan respons cepat pemerintah menjadi kunci untuk meminimalkan dampak lanjutan dari musim dingin yang belum sepenuhnya berlalu.
Untuk membaca liputan internasional, isu cuaca ekstrem, dan berita menarik lainnya dengan sudut pandang informatif dan mendalam, Anda dapat menemukan artikel pilihan lainnya di media digital cakwar.com.
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tersangka Korupsi Asabri Tapi Masih Terima Gaji: Mengapa Begitu? July 24, 2026 Rahmat Yanuar Pernahkah Anda merasa elus dada saat membaca berita hukum di tanah air?...
Read MoreEks Dirut KBS Tersangka Korupsi Pakan Satwa Rp10,2 Miliar: Ironi Gelar Doktor Akuntabilitas July 24, 2026 Rahmat Yanuar Pernahkah Anda berkunjung ke Kebun Binatang Surabaya (KBS) bersama keluarga untuk menikmati...
Read MoreKejagung Tetapkan Tersangka Baru Korupsi BGN! Ulasan Skandal Pengadaan July 24, 2026 Rahmat Yanuar Pernahkah Anda merasa sangat kecewa ketika program pemerintah yang niat awalnya mulia untuk kesejahteraan masyarakat justru...
Read MoreMotor Listrik BGN Rp1 Triliun Berujung Korupsi dan Disegel Kejagung July 24, 2026 Rahmat Yanuar Pernahkah Anda membayangkan membeli kendaraan atau perangkat canggih dengan harga mahal, tetapi begitu barang sampai...
Read MoreiMac Kesayangan Makin Lemot? Waspadai 6 Kebiasaan Sepele Ini yang Bikin Performa iMac Drop July 24, 2026 Rahmat Yanuar Meringis melihat ikon rainbow ball (spinning beach ball) berputar-putar tanpa henti...
Read MoreCuma Buka Browser tapi MacBook Panas Membara? Ini 5 Pemicu Tersembunyi July 24, 2026 Rahmat Yanuar Lagi asyik santai sambil membuka beberapa tab di peramban web untuk membaca berita politik...
Read MoreBisa Bikin Lemot dan Baterai Boros! Ini Dampak Buruk Jarang Me-Restart iPhone Anda July 23, 2026 Rahmat Yanuar Coba ingat-ingat kembali, kapan terakhir kali Anda mematikan atau me-restart iPhone kesayangan...
Read MoreJangan Langsung Update! Lakukan 6 Hal Penting Ini Sebelum Upgrade iPadOS July 23, 2026 Rahmat Yanuar Melihat notifikasi pembaruan sistem operasi iPadOS terbaru di layar tablet dan ingin langsung menekan...
Read More
© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions