Letusan Terekam 35 Detik, Status Marapi Masih Waspada
Aktivitas vulkanik Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali meningkat. Gunung api yang berada di perbatasan Kabupaten Agam dan Tanah Datar itu mengalami erupsi pada Senin sore, 9 Februari, memuntahkan abu vulkanik ke udara. Meski tinggi kolom abu tidak terpantau secara maksimal akibat cuaca, letusan ini kembali mengingatkan masyarakat akan potensi bahaya lanjutan, terutama banjir lahar dingin di kawasan lereng gunung.
Erupsi Gunung Marapi menjadi perhatian serius karena gunung ini termasuk salah satu gunung api paling aktif di Sumatera, dengan riwayat letusan yang kerap terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya
Erupsi Terjadi Pukul 17.00 WIB
Kepala Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Gunung Marapi, Ahmad Rifandi, menjelaskan bahwa erupsi terjadi pada pukul 17.00 WIB. Berdasarkan pemantauan alat seismograf, letusan terekam dengan durasi sekitar 35 detik.
“Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 24,3 milimeter,” ujar Ahmad Rifandi dalam keterangannya, Senin (9/2).
Meski visual kolom abu tidak dapat diamati secara jelas karena tertutup awan dan kondisi cuaca yang kurang mendukung, aktivitas erupsi tersebut menunjukkan bahwa tekanan magma di dalam gunung masih berlangsung.
Tinggi Abu Tidak Terpantau Maksimal
Kondisi cuaca di sekitar puncak Gunun Marapi saat erupsi menjadi salah satu kendala dalam pengamatan visual. Awan tebal menyelimuti kawasan puncak, sehingga tinggi kolom abu vulkanik tidak bisa dipastikan secara maksimal.
Namun, berdasarkan pengalaman erupsi sebelumnya, abu vulkanik Marapi berpotensi terbawa angin ke sejumlah wilayah di sekitarnya. Masyarakat pun diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan hujan abu, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar rumah.
Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya
👉Baca juga artikel tentang: Harga iPhone Terbaru di iBox hingga Pertengahan Februari 2026, Ini Daftar Lengkap dan Promonya
Status Gunung Marapi Masih Level II (Waspada)
Hingga saat ini, Gunung Marapi masih berada pada Status Level II (Waspada). Status ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik di atas kondisi normal, namun belum mengarah pada erupsi besar yang memerlukan evakuasi massal.
Meski demikian, status waspada tetap menuntut kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi rekomendasi keselamatan yang telah dikeluarkan oleh otoritas terkait.
Radius 3 Kilometer Tetap Dilarang
Sebagai langkah pencegahan, pihak Pos Pengamat Gunung Api kembali menegaskan larangan aktivitas di sekitar kawah. Ahmad Rifandi meminta masyarakat, pendaki, dan wisatawan tidak memasuki wilayah radius 3 kilometer dari pusat aktivitas kawah.
“Pendaki, pengunjung, dan wisatawan dilarang melakukan kegiatan di dalam radius tiga kilometer dari kawah,” tegasnya.
Larangan ini diberlakukan untuk menghindari risiko terkena lontaran material vulkanik, gas beracun, maupun dampak langsung dari erupsi susulan yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Ancaman Lahar Dingin Perlu Diwaspadai
Selain erupsi, ancaman lain yang perlu menjadi perhatian serius adalah banjir lahar dingin. Ahmad Rifandi mengingatkan warga yang tinggal di kawasan lereng Gunung Marapi, terutama di sekitar aliran sungai, agar meningkatkan kewaspadaan.
Material vulkanik berupa abu, pasir, dan batu yang menumpuk di puncak dan lereng gunung berpotensi terbawa air hujan, terutama saat curah hujan tinggi. Aliran lahar dingin ini dapat mengalir deras melalui sungai-sungai yang berhulu di Gunung Marapi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati, khususnya saat hujan turun, karena potensi lahar dingin masih ada,” jelasnya.
Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya
Gunung Marapi dan Riwayat Aktivitasnya
Gunung Marapi merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia. Dengan ketinggian sekitar 2.891 meter di atas permukaan laut, Marapi dikenal memiliki siklus erupsi yang relatif sering dibandingkan gunung api lain di Sumatera Barat.
Aktivitas erupsi berskala kecil hingga sedang telah berulang kali terjadi, menjadikan kawasan sekitar gunung ini sebagai wilayah dengan tingkat risiko bencana vulkanik yang cukup tinggi. Karena itu, pemantauan dilakukan secara intensif oleh petugas PGA sepanjang waktu.
Rekomendasi Cakwar.com: Apple Siapkan Teknologi Layar Lipat Lebih Tahan Gores, Tantang Standar Ponsel Lipat Android
Dampak Erupsi bagi Aktivitas Warga
Hingga laporan ini disusun, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan atau korban jiwa akibat erupsi terbaru Gunung Marapi. Namun, erupsi tetap berpotensi mengganggu aktivitas warga, terutama di sektor pertanian, transportasi, dan kesehatan.
Paparan abu vulkanik dapat menyebabkan gangguan pernapasan, iritasi mata, serta menurunkan kualitas udara. Masyarakat diimbau untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama jika hujan abu terjadi.
Imbauan Tetap Tenang dan Ikuti Informasi Resmi
Pihak berwenang mengingatkan masyarakat agar tidak terpancing isu atau informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Warga diminta tetap tenang, namun waspada, serta mengikuti perkembangan resmi dari otoritas vulkanologi dan pemerintah daerah.
Media sosial:
Pemantauan Gunung Marapi terus dilakukan secara intensif, baik melalui pengamatan visual maupun instrumental. Jika terjadi peningkatan aktivitas yang signifikan, rekomendasi dan status gunung akan segera diperbarui.
Penutup
Erupsi Gunung Marapi pada Senin sore menjadi pengingat bahwa aktivitas vulkanik di Sumatera Barat masih terus berlangsung. Meski saat ini berstatus Level II (Waspada), potensi bahaya seperti erupsi susulan dan banjir lahar dingin tetap perlu diantisipasi.
Kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi larangan radius aman dan kewaspadaan saat musim hujan menjadi kunci untuk meminimalkan risiko. Informasi terbaru seputar kebencanaan, lingkungan, dan isu penting lainnya dapat terus diikuti melalui artikel-artikel informatif dan aktual di media digital cakwar.com.
KPP Madya Banjarmasin Terseret Kasus Suap, KPK Ungkap Mulyono Jadi Komisaris di 12 Perusahaan February 10, 2026 Rahmat Yanuar Kasus dugaan suap restitusi pajak yang menyeret Kepala Kantor Pajak Pratama...
Read MoreIndonesia Siapkan Opsi Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza, Pemerintah Tunggu Kesepakatan Internasional February 10, 2026 Rahmat Yanuar Pemerintah Indonesia mulai mempersiapkan langkah strategis terkait kemungkinan pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza,...
Read MoreFC Porto vs Sporting CP Berakhir Imbang 1-1, Persaingan Puncak Klasemen Primeira Liga Kian Panas February 10, 2026 Rahmat Yanuar Persaingan menuju gelar juara Primeira Liga Portugal musim ini semakin...
Read MoreKasat Narkoba Polres Bima Kota Dipecat, Terlibat Peredaran Sabu 488 Gram February 10, 2026 Rahmat Yanuar Komitmen Kepolisian Republik Indonesia dalam membersihkan institusinya dari praktik penyalahgunaan narkoba kembali diuji. Kali...
Read MoreHarga iPhone Terbaru di iBox hingga Pertengahan Februari 2026, Ini Daftar Lengkap dan Promonya February 9, 2026 Rahmat Yanuar Promo iPhone 16 Masih Berlaku, iPhone 17 Series dan iPhone Air...
Read MoreApple Siapkan Teknologi Layar Lipat Lebih Tahan Gores, Tantang Standar Ponsel Lipat Android February 9, 2026 Rahmat Yanuar Apple Pertimbangkan Material Film Baru untuk iPhone Lipat, Produksi Uji Coba Dimulai...
Read MoreHonor Power2 Disorot Global: Desain Mirip iPhone Jadi Strategi atau Bumerang? February 9, 2026 Rahmat Yanuar Baterai Jumbo dan Spesifikasi Kompetitif Bikin Optimistis, Tapi Kritik Desain Mengiringi Langkah Honor di...
Read MoreMusim Hujan dan Risiko iPhone Kemasukan Air: Teknisi Ungkap Fakta di Balik Klaim Water Resistant February 6, 2026 Rahmat Yanuar Musim hujan dengan intensitas tinggi yang hampir selalu terjadi pada...
Read More
© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions