Ketegangan antara Afghanistan dan Pakistan kembali memanas setelah serangan udara dan pengeboman menghantam sejumlah kota besar di Afghanistan pada Jumat (27/2/2026) dini hari. Situasi ini memicu kekhawatiran dunia internasional. Rusia dan China, dua kekuatan besar yang memiliki kepentingan strategis di kawasan Asia, menyatakan keprihatinan mendalam atas eskalasi konflik yang dinilai berpotensi memperburuk stabilitas regional.
Juru Bicara Presiden Rusia Vladimir Putin, Dmitry Peskov, menegaskan bahwa bentrokan langsung antara Afghanistan dan Pakistan “bukanlah pertanda baik”. Pernyataan ini menandakan sikap waspada Moskow terhadap perkembangan terbaru di kawasan Asia Selatan.
Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya
Rusia: Harap Bentrokan Segera Berhenti
Dalam keterangannya kepada media, Peskov menyampaikan harapan agar konflik tidak berlanjut dan dapat segera dihentikan. Ia menekankan bahwa Rusia terus memantau situasi dengan cermat, mengingat potensi dampaknya terhadap keamanan regional.
“Oleh karena itu, kami masih berharap bentrokan tersebut akan segera berhenti. Karena itu, seperti biasa, kami memantau situasi ini dengan cermat,” ujar Peskov.
Ia juga mengungkapkan bahwa kontak dengan Perdana Menteri Pakistan tengah dipersiapkan. “Kontak benar-benar sedang dipersiapkan. Kami akan memberikan informasi tentang tanggal pastinya, seperti yang biasanya kami lakukan, sedikit kemudian,” tambahnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan pendekatan diplomatik Rusia yang cenderung mengedepankan komunikasi langsung dalam merespons konflik antarnegara, khususnya di kawasan yang berbatasan dengan Asia Tengah—wilayah yang secara geopolitik penting bagi Moskow.
Artikel Lainnya:
Serangan Udara Picu Kepanikan
Ketegangan terbaru dipicu oleh serangan udara yang dilancarkan Pakistan ke sejumlah kota besar Afghanistan, termasuk Kandahar dan Kabul. Serangan tersebut dilaporkan terjadi pada dini hari dan menyebabkan kepanikan di sejumlah wilayah perbatasan.
Seorang warga di kawasan Torkham menggambarkan suasana mencekam ketika suara ledakan terdengar beruntun. Banyak warga berlarian menyelamatkan diri, sementara aktivitas di perbatasan sempat lumpuh.
Hingga kini, laporan mengenai jumlah korban jiwa dan kerusakan infrastruktur masih terus diperbarui. Namun yang jelas, intensitas konflik kali ini dinilai lebih tinggi dibandingkan bentrokan sebelumnya di wilayah perbatasan kedua negara.
.Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya
👉Baca juga artikel tentang: Cristiano Ronaldo Jadi Miliarder Pertama di Sepakbola, Ini Daftar Kerajaan Bisnis CR7
China: Intensitas Konflik Lampaui Insiden Sebelumnya
Sikap serupa juga disampaikan oleh pemerintah China. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menyatakan bahwa Beijing sangat prihatin atas eskalasi konflik tersebut.
“Sebagai negara tetangga dan sahabat, Tiongkok sangat prihatin atas eskalasi konflik dan sangat sedih atas korban jiwa yang ditimbulkannya,” kata Mao Ning.
Ia menambahkan bahwa intensitas konflik kali ini telah melampaui bentrokan-bentrokan sebelumnya. “Intensitas konflik Pakistan-Afghanistan kali ini telah melampaui konflik-konflik sebelumnya, dan kelanjutan serta eskalasi konflik akan membawa kerugian dan penderitaan bagi kedua belah pihak,” ujarnya.
China memiliki kepentingan ekonomi dan keamanan di kawasan tersebut, terutama terkait proyek infrastruktur lintas negara serta stabilitas wilayah baratnya. Karena itu, setiap peningkatan ketegangan di Asia Selatan berpotensi berdampak langsung pada agenda strategis Beijing.
Akar Ketegangan yang Berulang
Konflik Afghanistan-Pakistan bukanlah hal baru. Hubungan kedua negara kerap diwarnai ketegangan, terutama terkait isu keamanan perbatasan dan aktivitas kelompok militan di wilayah yang sulit dikontrol sepenuhnya.
Perbatasan sepanjang lebih dari 2.600 kilometer yang dikenal sebagai Garis Durand menjadi salah satu sumber friksi historis. Sengketa mengenai legitimasi garis batas ini telah berlangsung sejak era kolonial dan belum sepenuhnya terselesaikan hingga kini.
Serangan udara terbaru menunjukkan bahwa ketegangan dapat dengan cepat meningkat menjadi konfrontasi militer terbuka. Situasi ini memunculkan kekhawatiran akan potensi konflik berkepanjangan jika tidak segera diredam melalui jalur diplomasi.
Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya
Dampak Regional dan Global
Eskalasi konflik di Asia Selatan memiliki implikasi luas, bukan hanya bagi kedua negara yang terlibat. Kawasan ini merupakan jalur strategis perdagangan dan memiliki peran penting dalam dinamika keamanan regional.
Ketidakstabilan dapat memicu arus pengungsi, gangguan perdagangan lintas batas, serta meningkatkan risiko aktivitas kelompok bersenjata. Bagi komunitas internasional, konflik ini menjadi pengingat bahwa stabilitas di kawasan Asia Selatan tetap rapuh.
Seruan Rusia dan China agar bentrokan segera dihentikan menunjukkan adanya kekhawatiran bersama atas potensi eskalasi lebih lanjut. Diplomasi multilateral dipandang sebagai kunci untuk meredakan ketegangan dan mencegah konflik meluas.
Rekomendasi Cakwar.com: PBOC Intervensi Nilai Tukar, Yuan yang Menguat Tajam Mulai Dikendalikan
Harapan pada Jalur Diplomasi
Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi mengenai pertemuan langsung antara pemimpin Afghanistan dan Pakistan. Namun persiapan kontak yang disebutkan Rusia menandakan adanya ruang dialog yang masih terbuka.
Upaya de-eskalasi menjadi krusial untuk mencegah jatuhnya lebih banyak korban sipil. Pengalaman konflik sebelumnya menunjukkan bahwa respons militer sering kali memperpanjang ketegangan jika tidak dibarengi langkah politik yang konkret.
Dalam situasi seperti ini, peran negara-negara besar dan organisasi internasional dapat menjadi faktor penyeimbang untuk mendorong perundingan damai.
Media sosial:
Penutup
Eskalasi konflik Afghanistan-Pakistan kali ini menjadi perhatian serius dunia. Pernyataan Rusia dan China mencerminkan kekhawatiran atas dampak luas yang bisa ditimbulkan jika bentrokan terus berlanjut. Stabilitas kawasan Asia Selatan kini berada dalam ujian.
Apakah diplomasi mampu meredam ketegangan dan mencegah konflik yang lebih besar? Perkembangan dalam beberapa hari ke depan akan menjadi penentu arah situasi.
Untuk mengikuti perkembangan terbaru isu geopolitik global dan berita internasional lainnya, baca artikel menarik dan analisis mendalam hanya di media digital cakwar.com.
Nusron Wahid Disorot soal Kasus HGB Summarecon, Mahfud dan Samad Minta KPK Perjelas September 21, 2026 R.Y. Fajri Perkembangan pemberitaan nasional kembali dihangatkan oleh sorotan publik terhadap Nusron Wahid kasus...
Read MoreHP Diservis Teknisi, Apa yang Sebenarnya Terjadi? Ini Proses Lengkapnya dari Awal sampai Selesai September 21, 2026 R.Y. Fajri Kamu Menyerahkan HP, Lalu Pergi Kapan terakhir kali kamu mendatangi meja...
Read MoreMacBook Blank Saat Deadline? Ini Langkah Darurat Sebelum Panik September 21, 2026 R.Y. Fajri Deadline tinggal sepuluh menit lagi. File dokumen penting sudah terbuka, bahan presentasi hampir rampung diketik, dan...
Read MoreKPK Ungkap 8 Titik Rawan Korupsi ATR/BPN, Keterlambatan Layanan Capai 73,49 Persen September 19, 2026 R.Y. Fajri Urusan tanah selalu menyentuh bagian paling mendasar dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Ketika seseorang...
Read MoreMacBook Blank Saat Deadline? Ini Langkah Darurat Sebelum Panik September 21, 2026 R.Y. Fajri Deadline tinggal sepuluh menit lagi. File dokumen penting sudah terbuka, bahan presentasi hampir rampung diketik, dan...
Read MoreiMac Mati Mendadak Saat Digunakan? Ini yang Harus Dicek Sebelum Servis September 19, 2026 R.Y. Fajri Bayangkan situasi ini Anda sedang dikejar deadline pekerjaan—entah itu mengedit video, menyelesaikan desain grafis, atau...
Read MoreMacBook Cepat Panas? Ini Penyebab dan Solusi yang Perlu Anda Ketahui September 18, 2026 R.Y. Fajri Pernahkah Anda sedang asyik mengetik dokumen atau menonton video streaming, lalu tiba-tiba bodi aluminium...
Read MoreKenapa Baterai MacBook Cepat Habis? Ini Penyebab dan Solusi yang Bisa Dicoba September 17, 2026 R.Y. Fajri Pernahkah Anda sedang asyik bekerja di coffee shop, dikejar deadline pekerjaan, tetapi indikator daya...
Read More
© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions