Serangan Brutal Terjadi di Jalan R.E. Martadinata Sukabumi
Aksi kekerasan mengejutkan terjadi di Kota Sukabumi, Jawa Barat, ketika sekelompok pria bermotor melakukan penyerangan brutal terhadap sejumlah tukang parkir dan warga di kawasan Jalan R.E. Martadinata, Kecamatan Cikole. Insiden tersebut terjadi pada Senin (9/3) sekitar pukul 16.30 WIB dan mengakibatkan lima orang mengalami luka-luka akibat sabetan senjata tajam.
Peristiwa pembacokan itu berlangsung di depan sebuah minimarket yang biasanya menjadi lokasi parkir kendaraan pengunjung. Kejadian yang berlangsung secara mendadak membuat warga sekitar panik, sementara para korban harus segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Kelima korban diketahui berinisial FF, HK, AH, OG, dan KK. Beberapa di antaranya mengalami luka cukup serius, terutama di bagian kepala dan tubuh akibat serangan menggunakan senjata tajam seperti celurit dan samurai.
Insiden ini kini tengah ditangani oleh pihak kepolisian yang masih melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku dan motif di balik penyerangan tersebut.
Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya
Serangan Terjadi Saat Korban Sedang Nongkrong dan Bekerja
Seorang saksi yang juga bekerja sebagai tukang parkir, F alias B (40), mengatakan bahwa kejadian berlangsung sangat cepat dan tidak terduga. Saat itu sejumlah orang sedang berada di lokasi parkiran, sebagian bekerja mengatur kendaraan, sementara yang lain sekadar duduk dan mengobrol di sekitar area tersebut.
Menurutnya, situasi awalnya berjalan normal hingga tiba-tiba sekelompok pria datang menggunakan sepeda motor.
Kelompok tersebut langsung berhenti di lokasi dan mengeluarkan senjata tajam yang mereka bawa.
“Anak-anak lagi nongkrong, tiba-tiba Iyong sama teman-temannya datang naik motor. Mereka berhenti sambil mengacungkan samurai dan celurit, terus bilang ‘serang’. Di situ langsung terjadi pembacokan,” ujar F.
Serangan yang terjadi secara tiba-tiba membuat korban dan saksi tidak sempat melakukan perlawanan. Banyak orang di lokasi langsung berusaha menyelamatkan diri.
Artikel Lainnya:
Lima Korban Mengalami Luka, Dua di Antaranya Cukup Parah
Dalam kejadian tersebut, lima orang menjadi korban pembacokan. Mereka merupakan orang-orang yang kebetulan berada di lokasi saat penyerangan terjadi, baik yang sedang bekerja sebagai tukang parkir maupun yang sekadar berada di sekitar area parkir.
F mengungkapkan bahwa dua korban yang mengalami luka paling parah adalah kakak dan adiknya sendiri.
Keduanya mengalami luka serius di bagian kepala akibat sabetan senjata tajam.
“Kakak saya sampai 18 jahitan di kepala. Adik saya lebih parah lagi, sekarang masih di rumah dan belum bisa ke mana-mana,” katanya.
Seluruh korban segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Setelah kondisi korban stabil, pihak keluarga dan saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya
Baca juga artikel tentang: Presiden Iran Ajukan Tiga Syarat ke AS untuk Akhiri Perang: Hormati Kedaulatan hingga Jaminan Tak Ada Serangan Lagi
Pelaku Diduga Berjumlah Banyak
Menurut keterangan saksi, para pelaku datang secara berkelompok menggunakan sepeda motor. Jumlah mereka cukup banyak sehingga korban dan warga sekitar kesulitan mengenali identitas masing-masing pelaku.
Selain itu, para penyerang juga membawa senjata tajam berukuran cukup besar.
“Pelakunya banyak. Mereka bawa celurit sama samurai panjang-panjang dan pakai motor. Anak-anak juga pada takut,” ujar F.
Setelah melakukan penyerangan, kelompok tersebut langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.
Warga yang berada di sekitar lokasi tidak berani mengejar karena khawatir menjadi korban berikutnya.
Diduga Dipicu Persoalan Pengelolaan Parkir
Berdasarkan keterangan saksi, kejadian tersebut diduga dipicu oleh konflik terkait pengelolaan lahan parkir di kawasan tersebut.
Namun, menurut F, persoalan tersebut sebenarnya telah disepakati untuk diselesaikan secara damai.
“Sebenarnya masalah parkiran itu sudah clear. Kami sudah sepakat untuk menyelesaikan bersama,” katanya.
Ia juga mengaku sempat mencoba menemui seseorang bernama Iyong yang diduga terkait dengan persoalan tersebut. Namun saat itu orang yang dicari tidak berada di tempat.
Pada hari kejadian, F sempat pulang sebentar untuk mengantar makanan kepada anaknya sebelum kembali ke lokasi parkir sekitar setengah jam kemudian.
Ketika kembali, ia justru mendapati situasi sudah kacau karena beberapa rekannya telah menjadi korban pembacokan.
Ia menduga penyerangan terjadi akibat kesalahpahaman yang diperparah oleh informasi yang tidak benar.
“Disangka anak-anak parkiran sini nyerang duluan, padahal itu tidak benar. Kami di sini cuma cari uang,” ujarnya.
Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya
Polisi Lakukan Penyelidikan
Sementara itu, Plt Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, IPDA Ade Ruli, membenarkan adanya peristiwa penganiayaan menggunakan senjata tajam tersebut.
Menurutnya, pihak kepolisian menerima laporan pada Senin malam sekitar pukul 20.00 WIB.
“Kami telah menerima laporan terkait dugaan tindak pidana penganiayaan menggunakan senjata tajam yang terjadi di Jalan R.E. Martadinata Kota Sukabumi,” kata Ade.
Ia menjelaskan bahwa sejumlah korban telah mendapatkan penanganan medis dan pihak kepolisian juga telah memeriksa beberapa saksi yang berada di lokasi kejadian.
Saat ini, tim dari Satreskrim Polres Sukabumi Kota masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap para pelaku.
“Kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Kami sedang mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi serta melakukan upaya pengejaran terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat,” jelasnya.
Kekerasan Jalanan Jadi Perhatian Serius
Insiden pembacokan yang terjadi di Kota Sukabumi ini kembali menyoroti persoalan keamanan di ruang publik, terutama terkait konflik antar kelompok yang berujung pada kekerasan.
Dalam beberapa kasus serupa di berbagai daerah, sengketa kecil seperti pengelolaan parkir, wilayah usaha, atau kesalahpahaman antar kelompok kerap menjadi pemicu terjadinya bentrokan.
Padahal, tindakan kekerasan dengan menggunakan senjata tajam dapat dikenai sanksi pidana berat sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Karena itu, aparat kepolisian biasanya menindak tegas pelaku kejahatan jalanan guna menjaga keamanan masyarakat.
Rekomendasi Cakwar.com: Trump Geram Kapal Perang Iran Ditenggelamkan AS di Dekat Sri Lanka, Sebut Awak Seharusnya Bisa Ditangkap
Warga Berharap Pelaku Segera Ditangkap
Para korban dan warga sekitar berharap pihak kepolisian dapat segera menangkap pelaku penyerangan tersebut.
Menurut saksi, penangkapan pelaku penting agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.
“Keinginan kami pelaku segera ditangkap,” ujar F.
Selain itu, warga juga berharap konflik yang berkaitan dengan pengelolaan lahan parkir dapat diselesaikan secara damai tanpa kekerasan.
Media sosial:
Penutup
Peristiwa pembacokan yang menimpa lima tukang parkir di Kota Sukabumi menjadi pengingat bahwa konflik kecil dapat berubah menjadi tindakan kekerasan serius jika tidak diselesaikan dengan baik.
Saat ini pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas para pelaku dan motif di balik penyerangan tersebut.
Masyarakat pun diimbau untuk tetap menjaga situasi kondusif serta menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada aparat berwenang.
Untuk mengikuti berbagai berita terbaru seputar peristiwa kriminal, isu sosial, dan perkembangan terkini di Indonesia, Anda dapat membaca artikel menarik lainnya di media digital cakwar.com.
Prabowo Sebut ‘Londo Ireng’, Ray Rangkuti Desak DPR Bersikap, Ini Ulasan Politiknya August 6, 2026 Rahmat Yanuar Pernyataan bernada tajam dari panggung politik nasional kembali memicu ruang publik tanah air....
Read MoreMAKI Soroti Penahanan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tanpa Rompi Pink August 6, 2026 Rahmat Yanuar Kabar penegakan hukum di tanah air kembali menghiasi halaman utama berita nasional. Proses penahanan mantan...
Read MoreFebrie Adriansyah Ditahan, Mengapa Tanpa Rompi Pink? Ini Penjelasan dan Faktanya August 6, 2026 Rahmat Yanuar Penegakan hukum kasus korupsi di tanah air kembali menghadirkan pemandangan yang menarik perhatian publik...
Read MoreBabak Baru Kasus Febrie Adriansyah, Rencana Praperadilan Penyitaan Emas dan Uang Tunai Jadi Sorotan August 6, 2026 Rahmat Yanuar Dinamika hukum kasus dugaan korupsi serta Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)...
Read MoreBaterai Apple Watch Cepat Boros? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya August 6, 2026 Rahmat Yanuar Baru beli Apple Watch belum ada sebulan, tetapi kapasitas maksimal baterai (Battery Health) di menu...
Read MoreFace ID iPhone Tidak Mengenali Wajah? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya August 6, 2026 Rahmat Yanuar Buka HP di pagi hari sambil pasang muka bantal, eh iPhone malah nolak unlock...
Read MoreiMac Kesayangan Makin Lemot? Waspadai 6 Kebiasaan Sepele Ini yang Bikin Performa iMac Drop July 24, 2026 Rahmat Yanuar Meringis melihat ikon rainbow ball (spinning beach ball) berputar-putar tanpa henti...
Read MoreCuma Buka Browser tapi MacBook Panas Membara? Ini 5 Pemicu Tersembunyi July 24, 2026 Rahmat Yanuar Lagi asyik santai sambil membuka beberapa tab di peramban web untuk membaca berita politik...
Read More
© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions