Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras di Jakarta Pusat, Polisi Selidiki Dugaan Upaya Pembungkaman Kritik

Serangan terhadap aktivis hak asasi manusia kembali mengundang perhatian publik. Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal di kawasan Jakarta Pusat pada Kamis (12/3) malam.

Insiden tersebut terjadi setelah Andrie menghadiri sebuah diskusi podcast bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” yang digelar di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Peristiwa itu menimbulkan luka serius pada tubuh korban dan memicu kecaman dari berbagai pihak, termasuk aktivis HAM dan anggota DPR.

Serangan ini juga memunculkan kekhawatiran mengenai keamanan para pembela hak asasi manusia di Indonesia.

Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

Kronologi Penyiraman Air Keras

Menurut keterangan Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 23.00 WIB ketika Andrie meninggalkan lokasi acara.

Saat itu korban sedang berada di kawasan Jalan Talang, yang berada di sekitar Jembatan Talang di Jakarta Pusat. Dua orang pelaku datang menggunakan sepeda motor dan mendekati korban dari arah berlawanan.

Motor yang digunakan pelaku diduga merupakan jenis Honda Beat keluaran tahun 2016 hingga 2021. Kedua pelaku kemudian menghampiri korban dengan satu orang bertugas sebagai pengendara dan satu lainnya sebagai penumpang.

“Pelaku merupakan dua orang laki-laki yang melakukan operasinya dengan menggunakan satu motor, masing-masing berperan sebagai pengemudi dan penumpang,” kata Dimas dalam keterangan tertulis.

Setelah mendekat, salah satu pelaku tiba-tiba menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah korban.

Akibat serangan mendadak itu, Andrie langsung berteriak kesakitan dan kehilangan kendali hingga menjatuhkan motornya.

Dugaan Upaya Membungkam Kritik

KontraS menilai serangan terhadap Andrie Yunus bukan sekadar tindak kriminal biasa.

Menurut Dimas, berdasarkan informasi yang dihimpun oleh organisasi tersebut, insiden penyiraman air keras ini diduga berkaitan dengan aktivitas advokasi yang selama ini dilakukan korban.

“Atas informasi yang kami himpun, kami menilai tindakan penyiraman air keras ini merupakan upaya untuk membungkam suara-suara kritis masyarakat, khususnya pembela HAM,” ujar Dimas.

Sebagai organisasi yang fokus pada isu hak asasi manusia, KontraS selama ini aktif mengkritisi berbagai kebijakan yang dianggap berpotensi mengancam demokrasi dan kebebasan sipil.

Karena itu, serangan terhadap salah satu pengurusnya memicu kekhawatiran bahwa aktivis HAM masih menghadapi risiko intimidasi dan kekerasan.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

Polri Lakukan Penyelidikan

Kasus penyiraman air keras ini langsung mendapat perhatian dari Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Kepala Divisi Humas Polri, Johnny Eddizon Isir, mengatakan bahwa pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara serta mengumpulkan sejumlah bukti.

Menurutnya, petugas juga sedang menganalisis rekaman kamera pengawas yang berada di sekitar lokasi kejadian.

“Pengumpulan berbagai alat bukti digital, termasuk CCTV, sedang dalam proses analisis lebih lanjut. Harapannya pelaku dapat segera teridentifikasi,” kata Isir dalam konferensi pers.

Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Selain mengumpulkan bukti digital, polisi juga telah memeriksa beberapa saksi yang berada di sekitar lokasi saat kejadian berlangsung.

Isir mengatakan setidaknya dua saksi telah dimintai keterangan. Mereka adalah orang-orang yang berada di dekat korban dan turut membantu setelah insiden terjadi.

Rekomendasi Cakwar.com:  Trump Siapkan Pengawalan Tanker Minyak di Selat Hormuz, Ketegangan AS–Iran Meningkat

Media sosial:

 

Kapolri Beri Atensi Khusus

Menanggapi kasus ini, Kapolri Listyo Sigit Prabowo disebut telah memberikan perhatian khusus terhadap proses penanganannya.

Menurut Johnny Isir, Kapolri telah memerintahkan jajarannya untuk mengusut tuntas kasus tersebut hingga pelaku berhasil ditangkap.

Polri juga menegaskan bahwa proses penyelidikan akan dilakukan secara serius dan transparan.

 “Kami akan bersungguh-sungguh membuat terang benderang kasus ini dan menangkap pelakunya, siapa pun dia,” kata Isir.

Kekerasan terhadap Aktivis Jadi Sorotan

Serangan terhadap Andrie Yunus kembali mengingatkan publik bahwa kekerasan terhadap aktivis masih menjadi persoalan serius.

Organisasi masyarakat sipil menilai perlindungan terhadap pembela HAM perlu diperkuat agar mereka dapat menjalankan tugas advokasi tanpa rasa takut.

Selain itu, pengungkapan kasus secara transparan juga dianggap penting untuk memastikan tidak ada impunitas terhadap pelaku kekerasan.

Publik kini menunggu hasil penyelidikan polisi untuk mengetahui siapa yang berada di balik serangan tersebut dan apa motif sebenarnya.

Perkembangan kasus ini akan terus menjadi perhatian masyarakat, terutama bagi mereka yang peduli terhadap isu demokrasi, kebebasan sipil, dan perlindungan pembela HAM di Indonesia.

Untuk mengikuti perkembangan berita nasional dan isu sosial terbaru, Anda dapat membaca berbagai artikel informatif lainnya di cakwar.com, media digital yang menyajikan laporan mendalam dengan bahasa yang ringan, faktual, dan mudah dipahami.

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions