Efek Domino! Harga LPG Nonsubsidi Naik Nyusul BBM, Pelaku Usaha Kuliner Mulai “Engap” Atur Modal

Halo Sobat cakwar.com! Baru saja kita mencoba bernapas lega setelah penyesuaian harga BBM nonsubsidi, kini ada “kado” baru lagi yang bikin dapur makin panas. Yup, apalagi kalau bukan kabar kenaikan harga LPG nonsubsidi yang resmi merangkak naik per April 2026 ini.

Bagi kamu yang hobi jajan atau malah sedang merintis usaha kuliner, berita ini tentu jadi tantangan ekstra. Kenaikan harga gas elpiji 12 Kg dan 5,5 Kg ini ibarat pukulan beruntun yang memicu kekhawatiran meningkatnya biaya operasional di berbagai sektor.

Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

Banyak yang bertanya, “Kenapa sih semuanya harus naik berbarengan?” Fenomena lonjakan harga energi ini memang sedang menjadi tren global, namun dampaknya di tingkat lokal sangat terasa, terutama bagi mereka yang menggantungkan hidup pada kompor yang terus menyala. Yuk, kita bedah situasinya!

Daftar Harga LPG Nonsubsidi Terbaru: Maluku dan Papua Tembus Rp285 Ribu!

Berdasarkan data resmi dari Pertamina Patra Niaga per Senin (20/4/2026), grafik harga gas memang menunjukkan variasi yang cukup signifikan di setiap wilayah Indonesia. Hal ini tentu dipengaruhi oleh biaya distribusi dan logistik menuju daerah masing-masing.

Berikut adalah gambaran harga gas nonsubsidi di beberapa wilayah:

  • Kalimantan Barat: Bright Gas 12 Kg dibanderol Rp238.000, sementara kemasan 5,5 Kg berada di angka Rp114.000.
  • Jawa (DKI Jakarta, Jateng, Jatim): Harga sedikit lebih landai di angka Rp228.000 untuk tabung 12 Kg.
  • Maluku dan Jayapura: Menjadi wilayah dengan harga tertinggi, di mana Bright Gas 12 Kg menyentuh angka Rp285.000.

Sebagai catatan, Bright Gas 12 Kg adalah produk nonsubsidi dengan total berat tabung mencapai 15,1 Kg saat kosong. Sedangkan Bright Gas 5,5 Kg adalah versi lebih ringkas dengan berat total sekitar 12,6 Kg (isi + tabung), yang sebenarnya didesain untuk memudahkan mobilitas ibu rumah tangga atau apartemen.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

Baca juga artikel tentang:  Ribuan Marinir AS Dekati Selat Malaka: USS Tripoli Menuju Timur Tengah, Bagaimana Hukumnya?

Suara dari Dapur: Pengusaha Kuliner Pontianak Hingga Jatim Mulai Mengeluh

Kenaikan harga LPG nonsubsidi ini langsung memicu reaksi keras dari para pelaku usaha. Di Pontianak, Kalimantan Barat, Shirat Nurwandi, owner Athena Kopitiam, mengaku sangat terbebani. Meskipun gas adalah kebutuhan primer usahanya, ia memilih bertahan untuk tidak menaikkan harga jual kepada pelanggan demi menjaga daya beli.

“Berat sih sebenarnya, tapi kami mengelola dari bahan dan penyajian tanpa mengurangi rasa,” ungkap Shirat. Ia berharap pemerintah lebih peka terhadap penghasilan masyarakat, karena jika daya beli turun, usaha kecil seperti miliknya akan makin terjepit.

Keluhan serupa datang dari Andik di Lamongan, Jawa Timur. Ia meminta pemerintah “sportif” dalam menyeragamkan harga. Menurutnya, stabilitas harga energi sangat krusial agar tidak terjadi efek bola salju terhadap harga kebutuhan pokok lainnya yang bisa bikin inflasi makin liar.

Masalah Baru: Harga Naik, Barang Malah Langka?

Kisah pilu juga datang dari Lumajang. Di sana, para pengusaha tidak hanya pusing soal harga, tapi juga kesulitan mencari stok. Arif, seorang manajer restoran, mengaku harus berkeliling agen demi mendapatkan tabung 12 Kg atau 5,5 Kg.

Tempat service Device Terbaik di Surabaya: 

 

Kelangkaan ini diduga terjadi karena adanya migrasi pengguna. Sejak ada larangan tegas bagi pelaku usaha dan kalangan mampu untuk tidak menggunakan gas subsidi 3 Kg (Melon), permintaan terhadap gas nonsubsidi melonjak drastis.

“Katanya tidak boleh pakai yang 3 kilo, tapi mau beli yang 12 kilo malah sulit karena stok di agen sering habis dipesan duluan,” keluh Arif. Kondisi ini tentu menjadi ironi di tengah upaya pemerintah melakukan transformasi subsidi energi agar tepat sasaran.

Rekomendasi Cakwar.com: Gara-Gara Potongan Video JK, Ade Armando dan Abu Janda Resmi Dilaporkan ke Polda Metro Jaya!

Tips Praktis: Cara Hemat Gas di Tengah Kenaikan Harga

Agar operasional usaha atau dapur rumah tangga tidak jebol, coba lakukan langkah ini:

  1. Gunakan Perangkat Memasak yang Efisien: Pastikan nyala api kompor berwarna biru. Api merah menandakan pembakaran tidak sempurna yang boros gas.
  2. Bersihkan Kompor Secara Rutin: Lubang burner yang tersumbat bikin panas tidak merata.
  3. Gunakan Penutup Panci: Memasak dengan panci tertutup mempercepat proses pematangan hingga 20%, yang artinya menghemat durasi pemakaian gas.
  4. Cek Kebocoran Seal: Pastikan tidak ada desisan atau bau gas di area regulator yang membuang gas secara sia-sia.

 

Media sosial:

 

Kesimpulan: Perlunya Solusi Jangka Panjang

Kenaikan harga LPG nonsubsidi yang mengikuti tren BBM nonsubsidi adalah realitas ekonomi yang pahit namun harus dihadapi. Namun, pemerintah dan Pertamina perlu memastikan bahwa kenaikan harga ini dibarengi dengan jaminan ketersediaan stok di pasar.

Jangan sampai pelaku usaha yang sudah patuh pindah dari gas subsidi malah “dihukum” dengan kelangkaan barang. Stabilitas harga energi adalah kunci agar roda ekonomi masyarakat kelas menengah dan UMKM tetap bisa berputar di tengah tantangan geopolitik global 2026.

Untuk mendapatkan informasi terbaru dan ulasan menarik lainnya seputar isu sosial, kebijakan publik, dan berita terkini, Anda dapat membaca artikel lainnya di cakwar.com.

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions