Aktivis ’98 Bersuara! Sebut Bergabungnya RI ke ‘Board of Peace’ Khianati Semangat Dasa Sila Bandung

Halo Sobat cakwar.com! Apa kabar hari ini? Di tengah hiruk-pikuk pembangunan dan dinamika politik 2026, sebuah gelombang kritik baru saja datang dari kawan-kawan kita, Jaringan Aktivis ’98 lintas kota.

Tepat di momentum peringatan 71 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA), para tokoh reformasi ini berkumpul di Bandung untuk “mengingatkan” pemerintah. Mereka menilai ada beberapa langkah Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang dianggap mulai melenceng dari rel kedaulatan bangsa.

Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

Isu utamanya? Keputusan Indonesia untuk bergabung dengan forum global bernama Board of Peace (BoP). Bagi para aktivis ini, langkah tersebut bukan sekadar urusan diplomasi, tapi ada pertaruhan prinsip “Bebas Aktif” yang sudah kita pegang teguh sejak zaman Bung Karno. Yuk, kita bedah apa saja poin keberatan mereka dengan bahasa yang lebih sederhana!

Board of Peace: Diplomasi atau Pengkhianatan Dasa Sila Bandung?

Ketua Presidium 98, M Suryawijaya, bersama tokoh seperti Prof Muradi dan kawan-kawan, melontarkan pernyataan yang cukup pedas. Mereka menyebut bergabungnya Indonesia ke Board of Peace (BoP) adalah wujud nyata pengkhianatan terhadap Dasa Sila Bandung 1955.

Kenapa sampai disebut pengkhianatan? Sobat Cakwar perlu tahu, Dasa Sila Bandung adalah fondasi yang mengajarkan kita untuk menghormati kedaulatan, kesetaraan antarbangsa, dan yang paling penting: menolak intervensi asing.

Para Aktivis ’98 khawatir forum BoP ini justru akan menarik Indonesia ke dalam kepentingan blok tertentu, sehingga kita kehilangan independensi politik luar negeri. Mereka mengingatkan bahwa Indonesia seharusnya menjadi pemimpin bagi bangsa-bangsa Asia-Afrika, bukan sekadar “pengikut” agenda forum global yang tidak jelas arah kedaulatannya.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

Baca juga artikel tentang:  Fakta atau Penistaan? Jusuf Kalla Kumpulkan Tokoh Perdamaian Malino Terkait Polemik Konflik Poso & Ambon

Korupsi Masih “Jalan di Tempat” dan Demokrasi yang Mengkhawatirkan

Kritik para aktivis tidak berhenti di urusan luar negeri saja. Mereka juga menyoroti kondisi “jeroan” dalam negeri kita, terutama soal pemberantasan korupsi. Angka Indeks Persepsi Korupsi Indonesia yang masih nangkring di poin 34 dari 100 dianggap sebagai rapor merah bagi pemerintah.

Bagi Jaringan Aktivis ’98, angka ini mencerminkan lemahnya komitmen dalam bersih-bersih lembaga negara. Mereka menekankan bahwa demokrasi itu bukan cuma soal suksesnya Pemilu atau prosedur elektoral semata.

Ada poin-poin krusial yang mereka tuntut:

  • Supremasi Hukum: Hukum jangan tajam ke bawah tapi tumpul ke atas.
  • Independensi Lembaga: Lembaga negara harus bebas dari intervensi politik praktis.
  • Kebebasan Sipil: Perlindungan terhadap hak masyarakat untuk bersuara harus tetap dijaga tanpa rasa takut.

Ekonomi Pasal 33 vs Arus Liberalisasi

Pindah ke urusan “perut”, para aktivis ini juga mencium aroma liberalisasi ekonomi yang semakin kencang. Mereka mengingatkan pemerintah agar tidak terlalu jauh mendorong privatisasi dan deregulasi yang bisa merugikan rakyat kecil.

Ingat Pasal 33 UUD 1945? Itu adalah “kitab suci” ekonomi kita yang menegaskan bahwa cabang produksi penting harus dikuasai negara untuk kemakmuran rakyat. Aktivis ’98 kembali mengungkit sejarah pahit Letter of Intent (LoI) dengan IMF di masa lalu sebagai pelajaran berharga.

Jangan sampai Indonesia kembali terjebak dalam pola ketergantungan utang atau kebijakan ekonomi yang didikte pihak asing. Kedaulatan ekonomi harus tetap di tangan kita sendiri, bukan diatur oleh kepentingan pasar global yang rakus.

Tempat service Device Terbaik di Surabaya: 

 

Budaya Nasional: Jangan Sampai “Gagap” di Tengah Globalisasi

Terakhir, mereka menyoroti soal jati diri. Di tengah derasnya arus budaya asing lewat teknologi dan internet, para aktivis menekankan pentingnya menjaga identitas nasional.

Mulai dari perlindungan masyarakat adat hingga pelestarian budaya lokal, pemerintah diminta serius memperkuat karakter bangsa. “Peringatan KAA tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan,” tegas Surya. Nilai-nilai Bandung harus hidup dalam setiap kebijakan, termasuk dalam menjaga kebudayaan kita agar tidak tergilas zaman.

Rekomendasi Cakwar.com: Nyawa Prajurit Taruhannya! Puan Maharani Desak Evaluasi Total Misi Perdamaian TNI di Lebanon

Insight Praktis: Apa yang Bisa Kita Lakukan Sebagai Warga?

Kritik dari Aktivis ’98 ini sebenarnya adalah pengingat bagi kita semua untuk tetap kritis. Berikut tips sederhana agar kita tetap “melek” kebijakan:

  1. Pahami Sejarah: Baca kembali poin-poin Dasa Sila Bandung agar tahu posisi Indonesia di dunia.
  2. Pantau Kinerja: Jangan abai terhadap isu korupsi di lingkungan terkecil kita.
  3. Cintai Produk Lokal: Ini adalah cara paling simpel untuk mendukung kedaulatan ekonomi sesuai napas Pasal 33.

 

Media sosial:

 

Kesimpulan: Momentum Untuk Evaluasi Diri

Kritik tajam dari Jaringan Aktivis ’98 lintas kota ini adalah vitamin bagi demokrasi kita. Sebuah negara yang sehat butuh pengingat agar tidak mabuk kekuasaan atau lupa pada akar sejarahnya.

Semangat Dasa Sila Bandung bukan sekadar dokumen usang, melainkan kompas bagi Indonesia untuk tetap tegak berdiri sebagai bangsa yang berdaulat, adil, dan makmur. Mari kita kawal agar arah kebijakan pemerintah tetap berpihak pada kepentingan rakyat banyak!

Untuk mendapatkan informasi terbaru dan ulasan menarik lainnya seputar isu sosial, kebijakan publik, dan berita terkini, Anda dapat membaca artikel lainnya di cakwar.com.

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions