Negara Rugi Ratusan Miliar! Bareskrim Polri Sebut Jateng dan Jatim Jadi ‘Lautan’ Penyalahgunaan BBM serta LPG Bersubsidi

Halo Sobat cakwar.com! Pernah nggak sih kamu merasa heran, kenapa kadang-kadang mau beli gas melon (LPG 3 kg) atau isi Pertalite di SPBU antreannya panjang banget, atau bahkan stoknya sering dibilang habis? Ternyata, ada tangan-tangan nakal yang bermain di balik kelangkaan ini.

Baru-baru ini, Bareskrim Polri merilis data mengejutkan soal penyalahgunaan BBM dan LPG bersubsidi. Di tahun 2026 ini, praktik curang tersebut ternyata masih sangat marak. Tak tanggung-tanggung, dalam waktu cuma dua minggu, polisi berhasil membongkar ratusan kasus yang merugikan negara hingga angka yang bikin geleng-geleng kepala.

Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

Dua provinsi tetangga kita, Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim), menduduki peringkat teratas sebagai wilayah paling rawan. Yuk, kita bedah bareng-bareng bagaimana modus mereka dan seberapa besar dampaknya bagi kantong rakyat!

Jateng dan Jatim Jadi “Zona Merah” Mafia Subsidi

Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Brigjen Moh Irhamni, mengungkapkan fakta bahwa Jawa Tengah dan Jawa Timur menjadi lokasi terbanyak penyalahgunaan BBM dan LPG bersubsidi. Dalam periode dua minggu terakhir saja, tercatat ada 44 kasus di Polda Jateng dan 41 kasus di Polda Jatim.

Kenapa dua wilayah ini begitu rawan? Ternyata alasannya cukup logis tapi juga miris:

  • Padatnya SPBU: Ada sekitar 1.000 SPBU yang beroperasi di kedua wilayah tersebut. Semakin banyak titik distribusi, semakin besar pula celah yang dimanfaatkan oknum nakal untuk “bermain”.
  • Permintaan Industri Tinggi: Banyaknya pabrik dan industri di Pulau Jawa membuat kebutuhan bahan bakar meningkat, sehingga Solar subsidi seringkali disedot secara ilegal untuk dijual ke perusahaan dengan harga non-subsidi.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

Baca juga artikel tentang: Gas Pol Diplomasi! Menlu Sugiono Tegas Tolak “Tol” Ilegal di Selat Hormuz Demi Amankan Pasokan BBM

Modus Operandi: Dari Penimbunan Hingga “Oplosan”

Mungkin kamu bertanya-tanya, bagaimana sih cara mereka “mencuri” subsidi rakyat? Brigjen Irhamni menjelaskan modusnya cukup terorganisir. Mereka mengumpulkan BBM dari SPBU sedikit demi sedikit, kemudian membawanya ke tempat penimbunan rahasia.

Setelah terkumpul banyak, Solar atau Pertalite tersebut dijual ke sektor industri dengan harga tinggi. Begitu juga dengan LPG. Para pelaku melakukan praktik pemindahan isi gas dari tabung subsidi ke tabung non-subsidi.

Keuntungannya? Luar biasa besar! Untuk gas elpiji, pelaku bisa meraup untung sekitar Rp30.000 per kilogram. Bayangkan jika mereka mengoplos tabung 5 kg, satu tabung saja mereka sudah untung Rp150.000. Wajar jika para pelaku tergiur melakukan aksi nekat ini meski risikonya penjara.

Angka yang Bikin Sesak: Rugi Rp243 Miliar dalam 13 Hari!

Data yang dipaparkan oleh Wakabareskrim Polri, Irjen Nunung Syaifuddin, lebih gila lagi. Selama periode 13 hari di bulan April 2026, kepolisian mengungkap 223 kasus dengan 330 tersangka. Total kerugian negara mencapai Rp 243.669.600.800.

Tempat service Device Terbaik di Surabaya: 

 

Bukan jumlah yang sedikit, kan? Uang sebanyak itu seharusnya bisa dipakai untuk membangun sekolah atau memperbaiki jalan yang rusak. Selain uang, barang bukti yang disita polisi juga sangat masif:

  • 158 liter solar dan 58.656 liter pertalite.
  • 346 tabung gas elpiji.
  • 161 unit kendaraan (roda 4 dan roda 6) yang dimodifikasi untuk mengangkut BBM ilegal.

Yang lebih mengecewakan, Nunung menyebut ada 65 SPBU yang terlibat dalam tindak pidana ini sepanjang tahun 2025-2026. Hal ini membuktikan bahwa pengawasan di tingkat operator memang harus diperketat habis-habisan.

Rekomendasi Cakwar.com: Siap-Siap Jaga Dompet! Wamendagri Bima Arya Wacanakan Denda Bagi Warga yang Menghilangkan KTP

Tips dan Insight: Cara Melaporkan Kecurangan di SPBU

Sebagai warga yang peduli, kita nggak boleh tinggal diam melihat subsidi kita dirampok. Kamu bisa melakukan langkah-langkah praktis ini:

  1. Perhatikan Kendaraan Mencurigakan: Jika melihat mobil dengan tangki modifikasi yang bolak-balik isi BBM di SPBU yang sama, itu adalah indikasi kuat penimbunan.
  2. Cek Segel Tabung Gas: Pastikan segel gas melon kamu utuh dan timbangannya pas. Jika terasa ringan atau segel rusak, waspadalah terhadap praktik oplosan.
  3. Gunakan Saluran Resmi: Laporkan kecurangan SPBU ke nomor Pertamina Call Center 135 atau laporkan ke kantor polisi terdekat. Jangan takut, identitas pelapor dilindungi!

 

Media sosial:

 

Kesimpulan: Jangan Kasih Ampun Buat Pengkhianat Masyarakat!

Langkah tegas Bareskrim Polri yang berkomitmen menyikat habis siapapun yang terlibat—termasuk oknum TNI atau Polri—patut kita apresiasi. Seperti kata Irjen Nunung, para pelaku ini bukan cuma mengkhianati negara, tapi mengkhianati masyarakat kecil yang sangat butuh subsidi.

Penyalahgunaan ini bukan sekadar angka di atas kertas, tapi berdampak langsung pada kelangkaan barang di lapangan. Semoga dengan banyaknya kasus yang dinyatakan P21 (lengkap), ada efek jera yang nyata. Subsidi harus sampai ke tangan yang berhak, bukan masuk ke kantong mafia.

Untuk mendapatkan informasi terbaru dan ulasan menarik lainnya seputar isu sosial, kebijakan publik, dan berita terkini, Anda dapat membaca artikel lainnya di cakwar.com.

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions