Halo Sobat cakwar.com! Pernah nggak sih kamu merasa kalau belakangan ini ruang diskusi publik kita makin panas? Sepertinya batas antara menyampaikan pendapat dengan tuduhan serius makin tipis saja.
Baru-baru ini, Pakar Hukum Tata Negara, Feri Amsari, melontarkan kritik pedas soal kecenderungan pemerintah atau pejabat publik yang menyamakan kemarahan rakyat dengan tindakan makar. Belum lagi muncul istilah “inflasi pengamat” yang bikin jagat media sosial makin riuh.
Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya
Menurutnya, negara kita tercinta ini telah bergeser menjadi negara otoritarian. Waduh, kok bisa sampai seberani itu ya pernyataannya? Yuk, kita bedah pelan-pelan apa maksud dari “Resep Pemimpin Otoriter” yang sedang beliau soroti ini!
Membedah ‘Authoritarian Playbook’: Resep Global Merusak Demokrasi
Bivitri meyakini bahwa fenomena yang terjadi di Indonesia saat ini bukan sebuah kebetulan. Berdasarkan kajian ilmiah dan studi kasus di negara-negara seperti Brasil dan Filipina, ada sebuah pola yang sama dalam merusak tatanan demokrasi, yang ia sebut sebagai Authoritarian Playbook.
Artikel Lainnya:
Salah satu poin paling krusial dalam “buku panduan” otoriter tersebut adalah War on Dissent atau perang terhadap perbedaan pendapat. Dalam fase ini, siapa pun yang berani mengungkap kebenaran yang ingin ditutupi pemerintah akan dianggap sebagai musuh.
Bivitri menjelaskan ada empat cara utama yang digunakan penguasa untuk membungkam kritik:
Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya
Baca juga artikel tentang: Anti Gelap-Gelapan! BGN Luncurkan Situs Validasi Data Penerima Makan Bergizi Gratis, Kini Warga Bisa Cek Langsung!
Nama-Nama Besar yang Masuk ‘Pusaran’ Laporan Polisi
Sebagai bukti nyata, Bivitri memaparkan sejumlah nama tokoh dan akademisi yang baru-baru ini dilaporkan ke polisi, seperti Saiful Mujani, Feri Amsari, hingga Ubedilah Badrun. Fenomena ini dianggap sebagai upaya sistematis untuk membungkam intelektual.
Tak hanya tokoh besar, Bivitri juga menyoroti nasib sekitar 703 anak muda dan mahasiswa yang diburu aparat pasca aksi massa Agustus 2025 lalu. Belum lagi kasus tragis seperti yang dialami Andrie Yunus, yang terancam buta permanen akibat serangan air keras saat menjalankan tugasnya.
“Ini adalah sesuatu yang disengaja, metodologis, resep yang sama di banyak sekali negara untuk membuat kita takut,” tutur Bivitri. Pesannya jelas: rasa takut yang kita rasakan saat ini adalah target utama dari sistem yang sedang berjalan.
Kritik Tajam untuk Pemerintahan Prabowo Subianto
Bivitri juga tidak segan-segan mengkritik jalannya pemerintahan di bawah Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai tatanan hukum tata negara telah “diacak-acak” demi melegitimasi kepentingan kekuasaan tertentu.
Tempat service Device Terbaik di Surabaya:
Salah satu yang ia soroti adalah fenomena menteri hingga direktur BUMN yang menghadap Sekretaris Kabinet (Seskab) bersama figur-figur yang tidak punya relevansi institusional. Selain itu, perubahan undang-undang yang dilakukan secara kilat seringkali hanya untuk menjustifikasi perilaku yang secara konstitusional sebenarnya salah.
“RIP hukum tata negara. Sistem kita diacak-acak oleh pemerintahan Prabowo. Masyarakat kita juga diacak-acak, dibuat takut, diledek-ledekin, dibilang antek asing,” tegas Bivitri. Kalimat “RIP Hukum Tata Negara” ini seolah menjadi alarm keras bagi para pejuang demokrasi di tanah air.
Rekomendasi Cakwar.com: Badan Gizi Nasional Fokuskan Program Makan Bergizi Gratis untuk 273 Wilayah Penduduk Miskin
Insight Praktis: Cara Menjaga Nalar Kritis di Tengah Tekanan
Melihat kondisi yang dipaparkan Bivitri, sebagai warga negara kita harus tetap cerdas agar tidak mudah terintimidasi:
Kesimpulan: Jangan Mau Ditundukkan Oleh Rasa Takut
Pernyataan Bivitri Susanti tentang Indonesia sebagai negara otoritarian tentu menjadi pengingat bagi kita semua. Demokrasi bukan hanya soal pemilu saban lima tahun, tapi soal bagaimana ruang kritik tetap terjaga dan hukum tidak dijadikan alat pemukul bagi mereka yang berbeda pendapat.
Meski situasinya terlihat mendung bagi penegakan hukum tata negara, Bivitri mengajak kita untuk tidak larut dalam ketakutan. Sebab, ketika masyarakat berhenti bersuara, itulah saat di mana otoritarianisme benar-benar menang secara mutlak.
Untuk mendapatkan informasi terbaru dan ulasan menarik lainnya seputar isu sosial, kebijakan publik, dan berita terkini, Anda dapat membaca artikel lainnya di cakwar.com.
KPK Ungkap 8 Titik Rawan Korupsi ATR/BPN, Keterlambatan Layanan Capai 73,49 Persen September 19, 2026 R.Y. Fajri Urusan tanah selalu menyentuh bagian paling mendasar dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Ketika seseorang...
Read MoreLayar AMOLED Diganti IPS? Cek Dulu Dampaknya pada Baterai, Warna, dan HP Kamu September 19, 2026 R.Y. Fajri Bayangkan situasi yang kerap dialami banyak pemilik smartphone: HP Anda tidak sengaja...
Read MoreiMac Mati Mendadak Saat Digunakan? Ini yang Harus Dicek Sebelum Servis September 19, 2026 R.Y. Fajri Bayangkan situasi ini Anda sedang dikejar deadline pekerjaan—entah itu mengedit video, menyelesaikan desain grafis, atau...
Read MoreHP Android Pernah Kena Air? Ini Penyebab Korosi yang Bisa Bikin HP Rusak Bertahap September 18, 2026 R.Y. Fajri Pernahkah perangkat kesayangan Anda tidak sengaja tercebur atau tersiram cairan? Momen...
Read MoreiMac Mati Mendadak Saat Digunakan? Ini yang Harus Dicek Sebelum Servis September 19, 2026 R.Y. Fajri Bayangkan situasi ini Anda sedang dikejar deadline pekerjaan—entah itu mengedit video, menyelesaikan desain grafis, atau...
Read MoreMacBook Cepat Panas? Ini Penyebab dan Solusi yang Perlu Anda Ketahui September 18, 2026 R.Y. Fajri Pernahkah Anda sedang asyik mengetik dokumen atau menonton video streaming, lalu tiba-tiba bodi aluminium...
Read MoreKenapa Baterai MacBook Cepat Habis? Ini Penyebab dan Solusi yang Bisa Dicoba September 17, 2026 R.Y. Fajri Pernahkah Anda sedang asyik bekerja di coffee shop, dikejar deadline pekerjaan, tetapi indikator daya...
Read MoreiMac Lemot Parah? Ini 5 Upgrade Ampuh agar Mac Kembali Ngebut September 16, 2026 R.Y. Fajri Pernah gak sih kamu lagi buru-buru mau nyelesaiin pekerjaan, tapi iMac kesayangan malah cuma...
Read More
© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions