Buntut Buku ‘Gibran End Game’ Disebut Palsu, Rismon Sianipar Resmi Dilaporkan ke Polda Metro Jaya!

Halo Sobat cakwar.com! Dunia politik dan hukum tanah air kembali diguncang kabar mengejutkan. Kali ini, sebuah buku berjudul Gibran End Game yang sempat menyita perhatian publik justru berujung pada laporan polisi.

Mantan Ketua DPRD Morowali, Irwan Arya, secara resmi melaporkan penulisnya, Rismon Hasiholan Sianipar, ke SPKT Polda Metro Jaya pada Jumat malam (24/4/2026). Laporan ini muncul setelah publik dikejutkan oleh pengakuan sang penulis sendiri.

Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

Bayangkan saja, sudah beli banyak buku karena tertarik isinya, eh tiba-tiba penulisnya bilang kalau isinya cuma bohong belaka. Kesal nggak tuh? Nah, inilah yang membuat Irwan Arya merasa telah menjadi korban penipuan dan perbuatan curang. Yuk, kita bedah kronologinya bareng-bareng!

Kronologi Pembelian Buku di CFD: Tertarik Malah Tercekik

Semua bermula pada Januari 2026 lalu. Saat itu, Irwan Arya yang sedang menikmati suasana Car Free Day (CFD) di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, terpikat dengan buku karya Rismon Sianipar tersebut.

Karena merasa materi bukunya penting, Irwan berencana memborong hingga 300 buku. Hingga saat laporan dibuat, ia sudah membayar sekitar Rp6.002.500 untuk 60 eksemplar buku. Namun, niat baik untuk menyebarkan informasi justru berbuah kekecewaan mendalam.

“Saya melaporkan saudara Rismon Sianipar karena merasa tertipu. Saya sudah membayar 60 buku, tapi kemudian dia membuat pernyataan mengejutkan bahwa buku yang ditulisnya bohong dan palsu,” ungkap Irwan dengan nada kecewa di Mapolda Metro Jaya.

 

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

Baca juga artikel tentang: Duka di Lebanon: Praka Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Panjang Pahlawan Perdamaian TNI

Pengakuan ‘Bohong’ Setelah Jalur Restorative Justice

Yang bikin heboh, pernyataan Rismon bahwa bukunya “palsu” muncul setelah ia menempuh jalur restorative justice terkait kasus tuduhan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

Sobat Cakwar, langkah hukum Rismon ini dianggap sebagai bentuk ketidakjujuran intelektual oleh pelapor. Irwan Arya, yang juga politisi Partai Demokrat asal Morowali, merasa haknya sebagai konsumen telah dilanggar secara kasar.

Dalam laporannya yang teregister dengan nomor LP/B/2052/IV/2026, Irwan menjerat Rismon dengan Pasal 492 UU 1/2023 dan Pasal 486 KUHP tentang penipuan. Irwan menegaskan bahwa meski dirinya mantan pejabat, laporannya kali ini adalah murni tindakan warga sipil yang menuntut keadilan.

‘Serangan Balik’ dan Polemik Gelar Dr. Eng dari Jepang

Kasus penipuan buku ini ternyata cuma puncak gunung es. Rismon Sianipar kini tengah menghadapi “serangan balik” dari berbagai pihak, termasuk dari rekan sesama penggugatnya dulu.

Tempat service Device Terbaik di Surabaya: 

 

Pakar telematika, Roy Suryo, ikut angkat bicara dan menyoroti kejanggalan pada gelar akademis Rismon. Gelar Dr. Eng milik Rismon dari Universitas Yamaguchi Jepang dinilai tidak lazim dan kini dikaitkan dengan dugaan ijazah S2 serta S3 palsu.

Kredibilitas Rismon yang awalnya dianggap sebagai saksi ahli atau intelektual kini berada di titik nadir. Setelah status tersangkanya dihentikan (SP3) oleh Polda Metro Jaya pasca bertemu Jokowi dan Gibran, ia justru terjerat laporan baru yang tak kalah berat.

Rekomendasi Cakwar.com: Baterai HP Cepat Habis Padahal Jarang Dipakai? Jangan Panik, Ini Rahasia Agar Awet Seharian!

Insight Praktis: Cara Cerdas Membeli Buku Kontroversial

Belajar dari kasus ini, ada baiknya Sobat Cakwar melakukan beberapa hal sebelum memborong buku bertema politik atau investigasi:

  • Cek Rekam Jejak Penulis: Apakah penulis memiliki kredibilitas di bidangnya atau sering terlibat kontroversi tanpa basis data?
  • Cari Review Independen: Jangan mudah tergiur judul bombastis (CTR tinggi) sebelum membaca ulasan dari berbagai sudut pandang.
  • Tunggu Klarifikasi Publik: Untuk buku-buku sensitif, biasanya akan ada diskusi publik. Pantau apakah datanya bisa dipertanggungjawabkan atau tidak.

 

 

Kesimpulan: Kejujuran Intelektual adalah Harga Mati

Laporan Irwan Arya terhadap Rismon Sianipar atas dugaan penipuan buku Gibran End Game menjadi pelajaran berharga bagi dunia literasi kita. Sebuah karya tulis seharusnya menjadi jembatan kebenaran, bukan alat untuk memanipulasi opini publik yang kemudian diakui sebagai kebohongan.

Kini, bola panas ada di tangan penyidik Polda Metro Jaya. Apakah laporan ini akan berlanjut ke meja hijau? Kita tunggu saja perkembangan investigasi lebih lanjut terhadap sang pemilik gelar Dr. Eng yang kini sedang menjadi sorotan tajam tersebut.

Untuk mendapatkan informasi terbaru dan ulasan menarik lainnya seputar isu sosial, kebijakan publik, dan berita terkini, Anda dapat membaca artikel lainnya di cakwar.com.

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions