Siap Buka-Bukaan! Sony Sonjaya Ajukan Jadi Justice Collaborator Kasus Korupsi Tata Kelola MBG, Seret Nama Besar?

Menyaksikan drama hukum di negeri ini memang selalu penuh dengan kejutan yang tidak terduga. Terlebih jika kasus tersebut menyangkut hajat hidup masyarakat banyak, seperti program pemenuhan gizi untuk anak-anak sekolah.

Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, kini tengah berada di bawah sorotan tajam kamera seluruh media nasional. Ia resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (3/6/2026).

Langkah hukum tegas dari Kejagung ini tentu saja langsung memicu gelombang kekecewaan luar biasa dari masyarakat luas. Banyak yang tidak menyangka program mulia yang baru seumur jagung ini justru dijadikan ladang korupsi oleh oknum internalnya.

Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

Namun, alur cerita kasus kakap ini tampaknya akan berjalan semakin panas dan melebar ke mana-mana. Alih-alih memilih bungkam di dalam sel tahanan, Sony justru mengambil langkah manuver politik hukum yang sangat berani.

Mengaku di Bawah Tekanan, Sony Sonjaya Siap Bongkar Keterlibatan “Nama Besar”

Melalui Kuasa Hukumnya, Krisna Murti, purnawirawan jenderal polisi bintang dua ini mulai bernyanyi dan membuka sedikit demi sedikit tabir misteri proyek tersebut. Sony secara tegas menyatakan bahwa dirinya bukanlah otak utama atau dalang di balik karut-marut pengelolaan SPPG.

Selama ini, ia merasa sengaja dijadikan tameng hidup dan dipojokkan seolah-olah menjadi pelaku tunggal bisnis jual beli lokasi dapur gizi. Padahal, menurut pengakuannya, ia bergerak di bawah bayang-bayang intervensi kuat dari pihak luar.

“Selama ini dia dipojokkan bahwa dia adalah yang menjual titik-titik dapur, dia yang menjual, dia yang mempermainkan dapur-dapur itu,” ujar Krisna Murti kepada para wartawan, Jumat (5/6/2026).

Krisna mengungkapkan bahwa kliennya mengklaim berada dalam tekanan psikologis dan birokrasi yang sangat hebat. Ada instruksi khusus alias titipan “atensi” yang datang dari figur-figur penting di panggung politik nasional.

Meskipun belum bersedia membuka barisan nama tersebut secara gamblang ke publik, Krisna memastikan kliennya akan berbicara langsung di depan persidangan. Nama-nama besar ini ditengarai memiliki pengaruh yang jauh lebih kuat dalam mengendalikan proyek dapur MBG.

“Beliau ditekan, bahwa otaknya bukan beliau. Bahwa jangan disangkakan jual dapur-dapur itu adalah beliau. Banyak (tokoh yang berpengaruh). Nanti beliau akan sebutkan nanti,” imbuh Krisna penuh teka-teki.

 

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

Baca juga artikel tentang: Sempat Sumpah Demi Allah, Ini Jejak Klarifikasi Sony Sonjaya Terkait Isu Jual Beli Titik SPPG Sebelum Jadi Tersangka

Resmi Ajukan Diri Sebagai Justice Collaborator (JC) ke Penyidik Kejagung

Niat serius Sony Sonjaya untuk membongkar tuntas akar korupsi di tubuh Badan Gizi Nasional ini bukan sekadar gertakan sambal di media massa. Langkah nyata tersebut sudah secara resmi dituangkan ke dalam berkas hukum formal penuntasan kasus.

Pada pemeriksaan intensif yang berlangsung Kamis (4/6/2026) malam, Sony telah mengajukan diri sebagai Justice Collaborator (JC) kepada penyidik. Pengakuan ini pun sudah tercatat rapi di dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) miliknya.

  • Status Hukum Baru: Menjadi saksi pelaku yang bekerja sama dengan penegak hukum untuk membongkar pelaku lain yang lebih besar.
  • Penyusunan Strategi: Kuasa hukum tengah menyiapkan bukti-bukti pendukung untuk memperkuat pengakuan Sony di hadapan hakim.
  • Dampak Kasus: Langkah JC ini diprediksi akan menyeret sejumlah pejabat dan tokoh penting lainnya ke dalam daftar tersangka baru.

Keputusan menjadi JC ini tentu menjadi angin segar bagi tim penyidik Jampidsus Kejaksaan Agung untuk melacak ke mana saja aliran dana haram tersebut mengalir. Publik kini menanti keberanian Kejagung untuk menindak siapa pun nama besar yang nantinya akan disebut oleh Sony.

Tempat service Device Terbaik di Surabaya: 

 

Kilas Balik Sumpah di Atas Al-Qur’an Sebelum Resmi Berbaju Tahanan

Jika kita memutar kembali ingatan beberapa hari ke belakang, manuver hukum yang diambil Sony saat ini terasa sangat kontras dengan pernyataan lamanya. Tepat satu jam sebelum pengumuman pencopotannya pada Selasa (2/6/2026) malam, ia sempat menggelar siniar (podcast) klarifikasi.

Dalam tayangan tersebut, dengan nada emosional, Sony sempat membantah keras segala keterlibatannya dalam urusan transaksional kuota dapur. Ia bahkan membawa-bawa nama Tuhan untuk meyakinkan masyarakat bahwa dirinya tidak bersalah.

“Demi Allah saya tidak pernah menjual titik. Kadang-kadang ngomong gini saya bilang, sini tolong bawa Al-Qur’an 30 simpan di atas kepala saya, saya berani bersumpah,” ucap Sony dalam potongan video yang kini viral kembali.

Sony berdalih bahwa posisinya sebagai Ketua Tim Verifikasi penentuan lokasi dapur membuatnya menjadi sasaran empuk para makelar daerah. Nama besarnya sebagai mantan jenderal polisi kerap dicatut oleh sindikat penipu untuk memeras para calon mitra lokal.

Rekomendasi Cakwar.com: Battery Health iPhone Turun Drastis Setelah Update iOS? Ini Fakta dan Cara Mencegahnya!

Klaim Sengaja Menunda Penindakan Hukum Demi Target Kerja

Menariknya, Sony mengaku sebenarnya sudah lama mengendus adanya praktik haram jual beli titik lokasi SPPG yang bernilai ratusan juta rupiah per titik tersebut. Ia bahkan mengklaim sudah mengantongi banyak bukti transfer dan rekaman percakapan dari para korban.

Namun, bukannya langsung menindak tegas para pelaku, ia sengaja menunda proses hukum dengan alasan ingin fokus mengejar target verifikasi ribuan dapur operasional terlebih dahulu. Alasan penundaan inilah yang kini justru menjadi bumerang dan dipertanyakan oleh para penyidik hukum.

Sebelum ditangkap, Sony juga sempat memamerkan hasil koordinasinya dengan jajaran Polda dan Polres yang berhasil menangkap beberapa pelaku di lapangan. Di antaranya pengungkapan empat tersangka di Jawa Barat, serta pembongkaran jaringan penipuan yayasan massal di Batam, Mataram, Bali, hingga NTT.

Namun, nasi sudah menjadi bubur. Kini Sony Sonjaya harus mendekam di sel tahanan bersama eks Kepala BGN Dadan Hindayana dan Lodewyk Pusung demi mempertanggungjawabkan perbuatannya dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Media sosial:

 

Solusi Praktis: Mengawal Transparansi Hukum Melalui Sistem Whistleblowing

Belajar dari skandal besar yang menimpa Badan Gizi Nasional ini, pengawasan program negara berskala besar memang tidak bisa hanya dipasrahkan kepada moralitas individu pejabatnya semata. Perlu ada sistem pengawasan berlapis yang melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat.

Sebagai warga negara yang peduli dengan keadilan sosial, ada beberapa cara cerdas yang bisa kita lakukan untuk mendeteksi dan mencegah tindak pidana korupsi di lingkungan sekitar kita:

  • Manfaatkan Kanal WBS (Whistleblowing System): Jika Anda melihat ada indikasi pemerasan atau calo proyek pemerintah di daerah Anda, segera laporkan melalui portal resmi institusi seperti wbs.kpk.go.id secara anonim.
  • Pantau Rekam Jejak Persidangan: Gunakan hak Anda sebagai warga negara untuk memantau jalannya persidangan terbuka kasus BGN ini demi memastikan tidak ada intervensi politik terhadap hakim.
  • Dukung Perlindungan Saksi: Mendorong penguatan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) agar para justice collaborator seperti Sony Sonjaya mendapatkan jaminan keamanan penuh selama membongkar para pelaku utama.

Kita semua berharap pengajuan diri Sony sebagai saksi pelaku yang bekerja sama ini benar-benar didasari oleh niat tulus untuk membersihkan negara, bukan sekadar trik oportunis demi mendapatkan keringanan hukuman di pengadilan nanti.

Untuk mendapatkan informasi terbaru dan ulasan menarik lainnya seputar isu sosial, kebijakan publik, dan berita terkini, Anda dapat membaca artikel lainnya di cakwar.com.

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions