Suporter Arema Gelar Aksi Teatrikal Peringati 3 Tahun Tragedi Kanjuruhan

Peringatan Tiga Tahun Tragedi Kanjuruhan

Malang – Puluhan suporter Arema FC yang tergabung dalam komunitas Curva10sud menggelar aksi teatrikal di depan Mapolres Malang, Selasa (1/10/2025). Aksi ini digelar untuk memperingati tiga tahun Tragedi Kanjuruhan, peristiwa kelam yang terjadi pada 1 Oktober 2022 dan merenggut ratusan nyawa Aremania.

Sekitar 35 suporter berjalan kaki dari kawasan pertokoan Jalan Ahmad Yani, Kepanjen, menuju Mapolres Malang. Setibanya di lokasi, mereka melakukan aksi teatrikal dengan berbagai simbol peringatan, mulai dari spanduk hitam, lilin, hingga koreografi teatrikal yang menggambarkan duka mendalam atas tragedi tersebut.

Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

Aksi Damai dengan Simbol Duka

Teatrikal Sebagai Bentuk Protes

Aksi teatrikal ini bukan hanya sekadar mengenang, tetapi juga sebagai bentuk kritik damai terhadap penanganan kasus Kanjuruhan yang dinilai belum tuntas. Para suporter menyampaikan pesan bahwa tragedi ini tidak boleh dilupakan begitu saja, apalagi tanpa kejelasan hukum yang adil.

Pesan Solidaritas untuk Korban

Selain teatrikal, suporter juga mengheningkan cipta bersama sebagai bentuk penghormatan kepada para korban. Beberapa peserta aksi terlihat membawa bunga dan foto korban Tragedi Kanjuruhan. “Kami hadir di sini untuk memastikan ingatan ini tidak pernah padam,” kata salah satu koordinator aksi.

👉 Baca juga artikel tentang  Batang Pepaya Bisa Dimakan? Begini Cara Olah

Tempat dan Daftar Harga Service Apple SurabayaIJOE PRICELIST UPDATE

Tuntutan Suporter Arema FC

Komunitas Curva10sud menegaskan ada beberapa hal yang mereka tuntut dalam aksi ini:

  1. Keadilan hukum bagi korban Tragedi Kanjuruhan.
  2. Reformasi keamanan stadion agar tragedi serupa tidak terulang.
  3. Perhatian pemerintah terhadap keluarga korban yang masih berjuang secara ekonomi maupun psikologis.

Tragedi Kanjuruhan, Luka yang Belum Pulih

Meski sudah tiga tahun berlalu, Tragedi Kanjuruhan masih menjadi luka mendalam di dunia sepak bola Indonesia. Banyak pihak, termasuk aktivis HAM dan organisasi suporter internasional, menilai bahwa tragedi ini menjadi salah satu peristiwa paling kelam dalam sejarah olahraga.

Untuk informasi lengkap tentang penanganan tragedi dan investigasi, Anda bisa merujuk ke laporan [Komnas HAM](https://komnasham.go.id).

Cak War merekomendasikan: Forto – Premium Gadget Repair Service tempat service handphone android terpercaya di Surabaya

Kesimpulan: Ingatan yang Harus Terus Hidup

Aksi teatrikal yang dilakukan suporter Arema FC di depan Mapolres Malang menjadi pengingat bahwa Tragedi Kanjuruhan adalah luka kolektif bangsa. Peringatan ini bukan hanya soal mengenang, tetapi juga soal menuntut keadilan dan memastikan keselamatan suporter di masa depan.

👉 Menurut Anda, apakah langkah pemerintah dan federasi sepak bola sudah cukup dalam menindaklanjuti Tragedi Kanjuruhan? Tulis pendapat Anda di kolom komentar dan jangan lupa bagikan artikel ini agar suara Aremania semakin terdengar.

Lihat Video Saat Kejadian: Official Persebaya – UNTOLD STORY 1st OCTOBER | Matchday Sessions : Arema FC VS Persebaya

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions