Memasuki awal Ramadan 2026, lini masa media sosial kembali dipenuhi istilah yang akrab di telinga sebagian orang, namun masih terdengar asing bagi yang lain: mokel. Di platform X, kata ini ramai digunakan dalam unggahan, meme, hingga komentar bernuansa candaan tentang pengalaman berpuasa.
Bagi warganet yang aktif setiap Ramadan, istilah mokel mungkin sudah tidak asing. Namun, tak sedikit pula yang bertanya-tanya: apa arti mokel sebenarnya? Dari mana asalnya? Dan mengapa kata ini selalu muncul setiap bulan puasa?
Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya
Arti Mokel dalam Konteks Puasa
Secara umum, istilah mokel digunakan untuk menyebut tindakan membatalkan puasa dengan sengaja sebelum waktu berbuka, tanpa alasan syar’i atau kondisi yang diperbolehkan. Biasanya, kata ini dipakai dalam konteks bercanda atau sindiran, terutama ketika seseorang “ketahuan” makan atau minum secara diam-diam di siang hari saat Ramadan.
Di media sosial, mokel sering muncul dalam kalimat seperti, “Baru jam 10 sudah mokel,” atau “Jangan sampai ketahuan mokel.” Ungkapan tersebut umumnya bernada humor, meski tetap mengandung makna sosial yang jelas.
Dalam praktiknya, penggunaan istilah mokel tidak selalu bernada serius. Banyak pengguna media sosial memakainya untuk mencairkan suasana atau berbagi pengalaman pribadi yang ringan selama menjalani ibadah puasa.
Artikel Lainnya:
Asal-Usul Istilah Mokel
Meski populer secara nasional, mokel bukanlah kata dalam bahasa Indonesia baku. Istilah ini berasal dari bahasa daerah, khususnya bahasa Jawa. Dalam percakapan sehari-hari di beberapa wilayah Jawa, mokel merujuk pada tindakan membatalkan puasa sebelum waktunya.
Secara etimologis, kata ini diyakini berkembang dari kebiasaan lisan masyarakat setempat yang kemudian menyebar melalui interaksi sosial dan budaya populer. Seiring berkembangnya internet dan media sosial, istilah tersebut semakin dikenal luas, terutama di kalangan anak muda.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana bahasa daerah dapat bertransformasi menjadi bagian dari kosakata populer nasional. Media sosial berperan besar dalam mempercepat penyebaran istilah-istilah lokal ke audiens yang lebih luas.
Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya
Baca juga artikel tentang: Wakil Dubes RI di Jepang Terima Peserta IYFLTPJ ke-41, Dorong Petani Muda Kuasai Teknologi Pertanian Modern
Mokel dan Budaya Digital Ramadan
Ramadan bukan hanya momen ibadah, tetapi juga menjadi periode dengan dinamika budaya digital yang khas. Setiap tahun, berbagai istilah, meme, dan tren bermunculan di media sosial, mencerminkan pengalaman kolektif masyarakat dalam menjalani puasa.
Di platform X, misalnya, percakapan tentang sahur, ngabuburit, hingga godaan makanan kerap menjadi topik hangat. Dalam konteks inilah istilah mokel kembali mencuat dan bahkan menjadi trending topic.
Kata tersebut sering muncul dalam format meme bergambar ekspresi lapar, tangkapan layar percakapan lucu, atau video pendek yang menggambarkan perjuangan menahan haus dan lapar. Meski bernuansa ringan, percakapan ini menunjukkan bagaimana masyarakat memaknai Ramadan secara sosial dan kultural di era digital.
Antara Candaan dan Nilai Sosial
Meski sering digunakan sebagai bahan humor, istilah mokel tetap berkaitan dengan nilai ibadah. Dalam ajaran Islam, puasa Ramadan merupakan kewajiban bagi umat Muslim yang memenuhi syarat. Membatalkan puasa tanpa alasan yang dibenarkan tentu memiliki konsekuensi secara agama.
Namun dalam ranah media sosial, kata mokel lebih sering hadir sebagai bentuk self-deprecating humor atau sindiran ringan antar-teman. Tidak jarang, pengguna media sosial menggunakannya untuk mengingatkan secara santai agar tetap konsisten menjalankan puasa.
Fenomena ini memperlihatkan bagaimana generasi digital memadukan nilai religius dengan gaya komunikasi yang lebih santai. Bahasa menjadi alat untuk membangun kedekatan, bahkan saat membahas hal yang serius sekalipun.
Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya
Bahasa Daerah di Era Media Sosial
Popularitas istilah mokel juga menjadi contoh menarik tentang bagaimana bahasa daerah bertahan dan bahkan berkembang di era globalisasi. Di tengah arus penggunaan bahasa asing dan slang internasional, kata-kata lokal tetap menemukan ruangnya sendiri.
Media sosial berfungsi sebagai ruang demokratis bagi bahasa. Tidak ada batasan formal seperti dalam kamus atau dokumen resmi. Selama dipahami oleh komunitas pengguna, sebuah istilah dapat bertahan dan menyebar dengan cepat.
Beberapa istilah daerah lain juga mengalami nasib serupa—menjadi viral dan digunakan secara nasional tanpa banyak orang mengetahui akar budayanya. Hal ini menunjukkan bahwa identitas lokal tetap memiliki daya tarik dan relevansi.
Rekomendasi Cakwar.com: Trump Kecewa Mahkamah Agung AS Batalkan Kebijakan Tarif Global, Soroti Keberanian Hakim
Mengapa Istilah Mokel Selalu Muncul Saat Ramadan?
Kemunculan kembali istilah mokel setiap Ramadan bukanlah kebetulan. Ramadan adalah momen yang dialami secara kolektif oleh jutaan orang di Indonesia. Pengalaman menahan lapar dan haus selama lebih dari 12 jam menciptakan ruang cerita yang luas—dari yang serius hingga yang jenaka.
Media sosial memperkuat efek tersebut. Setiap pengalaman kecil bisa dibagikan dan dikomentari secara real time. Dalam konteks ini, istilah mokel menjadi semacam simbol budaya pop Ramadan—kata kunci yang langsung dipahami tanpa perlu penjelasan panjang.
Selain itu, algoritma media sosial cenderung mengangkat topik yang banyak dibicarakan dalam waktu singkat. Ketika satu unggahan tentang mokel viral, unggahan serupa pun bermunculan dan memperkuat tren.
Media sosial:
Pentingnya Memahami Makna di Balik Istilah Populer
Meski terdengar ringan, memahami makna asli sebuah istilah tetap penting agar tidak terjadi salah tafsir. Bagi sebagian orang yang tidak akrab dengan bahasa Jawa, mokel mungkin terdengar seperti istilah baru tanpa konteks.
Dengan mengetahui asal-usul dan maknanya, penggunaan kata tersebut bisa lebih tepat dan tidak menimbulkan kesalahpahaman. Selain itu, pemahaman ini juga menjadi bentuk apresiasi terhadap keragaman bahasa daerah di Indonesia.
Ramadan 2026 kembali membuktikan bahwa bahasa, budaya, dan teknologi saling berkelindan. Sebuah istilah sederhana seperti mokel bisa menjadi jembatan antara tradisi lokal dan percakapan digital modern.
Istilah mokel yang ramai di X pada awal Ramadan 2026 bukan sekadar tren sesaat. Ia mencerminkan dinamika bahasa, budaya, dan cara masyarakat memaknai ibadah di era media sosial. Di balik candaan dan meme, ada jejak budaya daerah yang ikut hidup dan berkembang di ruang digital.
Untuk membaca ulasan menarik lainnya seputar fenomena sosial, budaya digital, dan isu terkini selama Ramadan, Anda dapat menyimak artikel terbaru di media digital cakwar.com.
Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Belu, Polisi Segera Panggil Piche Kota sebagai Tersangka February 21, 2026 Rahmat Yanuar Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), segera...
Read MoreTradisi Perlon Unggahan Trah Bonokeling di Pekuncen Banyumas, Warisan Leluhur Sambut Ramadan yang Tetap Lestari February 21, 2026 Rahmat Yanuar Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, suasana berbeda terasa di Desa...
Read MorePolda NTB Ganti Plh Kapolres Bima Kota, AKBP Hariyanto Ditunjuk Usai Kasus Narkoba February 21, 2026 Rahmat Yanuar Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali melakukan pergantian Pelaksana Harian (Plh) Kapolres...
Read MoreArti Mokel yang Ramai di X Saat Ramadan 2026, Ini Asal-Usul dan Maknanya February 21, 2026 Rahmat Yanuar Memasuki awal Ramadan 2026, lini masa media sosial kembali dipenuhi istilah yang...
Read MoreBocoran iPhone 17e: Rilis 19 Februari 2026 dengan Harga Mulai 599 Dollar AS? February 16, 2026 Rahmat Yanuar Kabar mengenai iPhone 17e kembali mencuat dan memicu perbincangan di kalangan penggemar...
Read MoreiOS 26.3 Resmi Dirilis, Apple Permudah Transfer Data dari iPhone ke Android February 12, 2026 Rahmat Yanuar Apple kembali menghadirkan pembaruan sistem operasi lewat iOS 26.3 dengan sejumlah perubahan yang...
Read MoreSkor DxOMark 2025: Huawei Pura 80 Ultra Kalahkan iPhone 17 Pro untuk Kamera, Tapi Apple Unggul di Video February 12, 2026 Rahmat Yanuar Setiap kali Apple meluncurkan iPhone generasi terbaru,...
Read MoreApple Luncurkan iPhone 17e 19 Februari 2026, Seri Ekonomis dengan Chip A19 dan Apple Intelligence 2.0 February 11, 2026 Rahmat Yanuar iPhone 17e jadi lini ramah anggaran pertama Apple yang...
Read More
© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions