Pemanfaatan kratom sebagai tanaman bernilai ekonomi dan ekologis kembali mendapatkan sorotan setelah Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional OR Kesehatan BRIN, Slamet Wahyono, memaparkan potensinya dalam sebuah webinar bertajuk Jejak Alam dan Tradisi: Menggali Potensi Tumbuhan Obat dari Indonesia. Dalam pemaparannya yang dikutip Minggu (30/11/2025), ia menekankan bahwa daerah Kapuas Ulu, Kalimantan Barat, kini menjadi salah satu sentra produksi kratom terbesar di Indonesia.
Slamet menjelaskan bahwa kratom tidak hanya dimanfaatkan sebagai tanaman obat, tetapi juga memiliki fungsi ekologis yang penting bagi wilayah aliran sungai. Tanaman ini bahkan telah berhasil menggeser minat masyarakat dari komoditas perkebunan lain seperti karet, dan kini menjadi sumber penghasilan utama bagi banyak warga.
Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya
Kapuas Ulu, Sentra Kratom yang Terus Berkembang
Kapuas Ulu dikenal memiliki bentang alam yang subur dan dekat dengan kawasan sungai besar yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Kondisi tersebut sangat mendukung budidaya kratom, yang tumbuh dengan baik di daerah beriklim lembap dan memiliki tanah yang kaya nutrisi.
Artikel Lainnya:
Artikel Rekomendasi Cakwar.com :
Selama beberapa tahun terakhir, permintaan kratom meningkat baik di pasar domestik maupun secara internasional, menjadikan wilayah ini semakin fokus pada produksi tanaman tersebut. Para petani di Kapuas Ulu umumnya memanfaatkan lahan di sekitar sungai dan hutan untuk mengembangkan kratom dengan cara tradisional.
Kratom dari Kapuas Ulu terkenal memiliki kualitas daun yang baik. Hal ini tidak lepas dari kondisi ekologis yang mendukung dan metode budidaya yang masih mempertahankan prinsip keberlanjutan. Daun kratom yang telah dipanen biasanya dijemur hingga kering sebelum dipasarkan dalam bentuk serbuk atau bahan mentah.
Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya
👉 Baca juga artikel tentang: Taiwan Tambah Anggaran Pertahanan US$40 Miliar untuk Bangun Sistem Udara T-Dome Hadapi Ancaman China
Manfaat Kratom sebagai Obat Tradisional
Penggunaan Lokal yang Turun-Temurun
Daun kratom telah lama digunakan oleh masyarakat lokal sebagai obat tradisional. Beberapa warga memanfaatkannya sebagai bahan ramuan herbal untuk meningkatkan stamina, mengurangi rasa lelah, dan meredakan keluhan ringan. Cara penggunaannya pun beragam, mulai dari diseduh layaknya teh hingga dicampur dengan bahan herbal lainnya.
Slamet Wahyono menegaskan bahwa pemanfaatan kratom untuk pengobatan tradisional merupakan bagian dari budaya lokal yang sudah berlangsung sejak lama. Namun, ia juga menambahkan bahwa aspek ilmiah mengenai keamanan dan efektivitas kratom tetap perlu diteliti lebih dalam agar penggunaannya dapat dipertanggungjawabkan secara medis.
Potensi sebagai Bahan Baku Obat
Dengan meningkatnya minat global terhadap tanaman herbal, kratom dipandang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai bahan baku obat. Pusat riset BRIN terus mengkaji kandungan aktif dalam daun kratom dan kemungkinan pengembangannya untuk kebutuhan farmasi di masa depan.
Slamet menjelaskan bahwa penelitian semacam ini penting dilakukan agar pemanfaatan kratom tidak hanya bertumpu pada tradisi, tetapi juga didukung oleh temuan ilmiah yang valid. Dengan begitu, Indonesia dapat menjadi salah satu produsen bahan baku obat berbasis tanaman herbal yang memiliki nilai jual tinggi.
Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya
Kratom sebagai Komoditi Ekologi
Mencegah Abrasi Sungai
Salah satu poin penting dalam pemaparan Slamet Wahyono adalah sifat tanaman kratom yang memiliki fungsi ekologis. Menurutnya, kratom dapat dimanfaatkan untuk mencegah abrasi sungai. Sistem perakaran tanaman ini cukup kuat dan mampu menahan struktur tanah di tepi sungai agar tidak mudah terkikis arus.
Hal ini menjadikan kratom tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga bermanfaat bagi lingkungan. Dengan menanam kratom di sepanjang bantaran sungai, masyarakat dapat membantu menjaga kelestarian daerah aliran sungai (DAS) sekaligus tetap mendapatkan nilai ekonomi dari hasil panennya.
Rekomendasi Cakwar.com: Presiden Prabowo Tinjau Lokasi Banjir di Sumatra, Pastikan Penanganan Darurat Berjalan Cepat dan Terkoordinasi
Perubahan Minat dari Karet ke Kratom
Dalam beberapa tahun terakhir, banyak petani di Kalimantan Barat mulai beralih dari karet ke kratom. Slamet menyebut bahwa kratom berhasil menggeser peminatan terhadap hasil kebun lain karena lebih menguntungkan dan memiliki pasar yang lebih stabil. Selain itu, kratom relatif mudah tumbuh dan tidak memerlukan perawatan intensif seperti halnya tanaman karet.
Perubahan ini tentu memberikan dampak besar terhadap pola ekonomi masyarakat lokal. Dengan meningkatnya nilai jual kratom, lebih banyak keluarga yang bergantung pada komoditas ini untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Media sosial:
Peluang dan Tantangan Pengembangan Kratom ke Depan
Walaupun potensinya besar, pengembangan kratom tetap menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah regulasi yang berbeda di setiap negara, terutama terkait status legal kratom sebagai tanaman herbal. Di beberapa negara, kratom dianggap kontroversial sehingga ekspornya perlu mengikuti standar yang ketat.
Di sisi lain, peluang pengembangan kratom sebagai komoditas unggulan Indonesia masih sangat luas. Jika didukung riset berkelanjutan, kebijakan yang tepat, dan praktik budidaya yang ramah lingkungan, kratom dapat menjadi salah satu tanaman unggulan Kalimantan Barat.
Penutup
Kratom dari Kapuas Ulu bukan sekadar tanaman ekonomis, tetapi juga bagian dari tradisi, identitas lokal, serta solusi ekologis bagi wilayah sungai. Dengan riset yang kuat dan pemanfaatan yang bijak, kratom berpotensi menjadi komoditas unggulan yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
Untuk informasi edukasi dan berita mendalam lainnya, jangan lupa kunjungi cakwar.com.
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tersangka Korupsi Asabri Tapi Masih Terima Gaji: Mengapa Begitu? July 24, 2026 Rahmat Yanuar Pernahkah Anda merasa elus dada saat membaca berita hukum di tanah air?...
Read MoreEks Dirut KBS Tersangka Korupsi Pakan Satwa Rp10,2 Miliar: Ironi Gelar Doktor Akuntabilitas July 24, 2026 Rahmat Yanuar Pernahkah Anda berkunjung ke Kebun Binatang Surabaya (KBS) bersama keluarga untuk menikmati...
Read MoreKejagung Tetapkan Tersangka Baru Korupsi BGN! Ulasan Skandal Pengadaan July 24, 2026 Rahmat Yanuar Pernahkah Anda merasa sangat kecewa ketika program pemerintah yang niat awalnya mulia untuk kesejahteraan masyarakat justru...
Read MoreMotor Listrik BGN Rp1 Triliun Berujung Korupsi dan Disegel Kejagung July 24, 2026 Rahmat Yanuar Pernahkah Anda membayangkan membeli kendaraan atau perangkat canggih dengan harga mahal, tetapi begitu barang sampai...
Read MoreiMac Kesayangan Makin Lemot? Waspadai 6 Kebiasaan Sepele Ini yang Bikin Performa iMac Drop July 24, 2026 Rahmat Yanuar Meringis melihat ikon rainbow ball (spinning beach ball) berputar-putar tanpa henti...
Read MoreCuma Buka Browser tapi MacBook Panas Membara? Ini 5 Pemicu Tersembunyi July 24, 2026 Rahmat Yanuar Lagi asyik santai sambil membuka beberapa tab di peramban web untuk membaca berita politik...
Read MoreBisa Bikin Lemot dan Baterai Boros! Ini Dampak Buruk Jarang Me-Restart iPhone Anda July 23, 2026 Rahmat Yanuar Coba ingat-ingat kembali, kapan terakhir kali Anda mematikan atau me-restart iPhone kesayangan...
Read MoreJangan Langsung Update! Lakukan 6 Hal Penting Ini Sebelum Upgrade iPadOS July 23, 2026 Rahmat Yanuar Melihat notifikasi pembaruan sistem operasi iPadOS terbaru di layar tablet dan ingin langsung menekan...
Read More
© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions