Doa Malam Lailatul Qadar: Bacaan Arab, Latin, dan Artinya yang Dianjurkan Nabi Muhammad SAW

Malam Lailatul Qadar, Momen Paling Istimewa di Bulan Ramadan

Bulan Ramadan selalu menjadi waktu yang dinanti oleh umat Islam di seluruh dunia. Selain sebagai bulan penuh rahmat dan ampunan, Ramadan juga memiliki satu malam yang sangat istimewa, yakni malam Lailatul Qadar. Malam ini diyakini sebagai malam yang penuh keberkahan, bahkan disebut lebih baik daripada seribu bulan.

Karena keutamaannya yang begitu besar, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada malam tersebut. Salat, dzikir, membaca Al-Qur’an, hingga memanjatkan doa menjadi amalan yang sangat dianjurkan untuk dilakukan.

Salah satu doa malam Lailatul Qadar yang paling dikenal adalah doa yang diajarkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW kepada istri beliau, Aisyah RA. Doa ini berisi permohonan ampun kepada Allah SWT dan menjadi salah satu amalan yang sering dibaca oleh umat Islam ketika mencari keberkahan di malam yang mulia tersebut.

Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

Doa Malam Lailatul Qadar yang Dianjurkan Nabi Muhammad SAW

Doa ini merujuk pada sebuah hadis yang diriwayatkan dari Aisyah RA. Dalam hadis tersebut, Aisyah pernah bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai doa yang sebaiknya dibaca jika seseorang bertemu dengan malam Lailatul Qadar.

Aisyah RA berkata, “Wahai Rasulullah, jika aku mendapati malam Lailatul Qadar, apa yang sebaiknya aku ucapkan?” Rasulullah SAW kemudian mengajarkan sebuah doa yang singkat, namun memiliki makna yang sangat mendalam.

Berikut bacaan doa tersebut:

اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.

“Ya Allah, Engkau Maha Pengampun, Engkau menyukai ampunan, maka ampunilah aku.”

Doa ini diriwayatkan dalam hadis yang tercatat dalam kitab hadis HR. Tirmidzi dan menjadi salah satu doa yang paling dianjurkan untuk dibaca pada malam Lailatul Qadar.

Meski pendek, doa ini memiliki makna yang sangat dalam karena berisi permohonan ampun kepada Allah SWT, yang menjadi inti dari ibadah seorang hamba kepada Tuhannya.

Keutamaan Malam Lailatul Qadar

Keistimewaan malam Lailatul Qadar dijelaskan secara langsung dalam Al-Qur’an, tepatnya dalam Surah Al-Qadr ayat 3.

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍ

Lailatul-qadri khairum min alfi syahr

“Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan.”

Ayat ini menunjukkan betapa besar keutamaan malam tersebut. Para ulama menjelaskan bahwa seribu bulan setara dengan lebih dari 83 tahun.

Artinya, ibadah yang dilakukan pada malam Lailatul Qadar memiliki nilai pahala yang sangat besar, bahkan melebihi ibadah yang dilakukan selama puluhan tahun.

Karena itulah malam ini menjadi salah satu momen paling istimewa dalam kehidupan seorang Muslim.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

Hadis Tentang Waktu Terjadinya Lailatul Qadar

Waktu pasti terjadinya malam Lailatul Qadar memang tidak disebutkan secara pasti dalam Al-Qur’an maupun hadis. Namun, Rasulullah SAW memberikan petunjuk bahwa malam tersebut berada pada sepuluh malam terakhir Ramadan.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar, beberapa sahabat Nabi pernah bermimpi melihat malam Lailatul Qadar pada tujuh malam terakhir Ramadan.

Menanggapi hal itu, Rasulullah SAW bersabda:

“Aku melihat mimpi kalian memiliki titik temu pada tujuh malam terakhir. Maka barangsiapa yang ingin mencarinya, hendaklah ia mencarinya pada tujuh malam terakhir.”

Hadis ini diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim.

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW juga bersabda:

“Carilah Lailatul Qadar di sepuluh malam terakhir. Jika salah seorang dari kalian lemah atau tidak mampu, maka jangan sampai ia kalah pada tujuh malam terakhir.”

Hadis ini menunjukkan bahwa umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada akhir Ramadan.

Rekomendasi Cakwar.com: Praperadilan Ditolak, KPK Masih Pertimbangkan Penahanan Yaqut Cholil Qoumas dalam Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

Rasulullah SAW Mencontohkan I’tikaf di Akhir Ramadan

Untuk meraih malam Lailatul Qadar, Rasulullah SAW juga mencontohkan amalan i’tikaf, yaitu berdiam diri di masjid dengan tujuan beribadah kepada Allah SWT.

Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa pada awalnya Rasulullah SAW melakukan i’tikaf pada sepuluh hari pertama Ramadan, kemudian sepuluh hari kedua.

Namun setelah itu, beliau menetapkan untuk beri’tikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadan, dan menganjurkan umatnya untuk melakukan hal yang sama.

Hal ini menunjukkan kesungguhan Rasulullah SAW dalam mencari malam Lailatul Qadar.

 

Penutup

Malam Lailatul Qadar merupakan salah satu momen paling istimewa dalam bulan Ramadan. Pada malam yang disebut lebih baik daripada seribu bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan memanjatkan doa kepada Allah SWT.

Salah satu doa yang dianjurkan adalah doa yang diajarkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW kepada Aisyah RA:

“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.”

Doa ini menjadi pengingat bahwa inti dari ibadah adalah memohon ampunan kepada Allah SWT.

Dengan memperbanyak doa, salat, dzikir, serta membaca Al-Qur’an pada sepuluh malam terakhir Ramadan, umat Islam berharap dapat meraih keberkahan malam Lailatul Qadar.

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih banyak informasi seputar amalan Ramadan, kajian Islam, dan berbagai artikel inspiratif lainnya, Anda juga dapat membaca artikel menarik lainnya di media digital cakwar.com. 

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions