Insiden penembakan terhadap dua pria Palestina yang diduga tidak bersenjata di Jenin kembali memicu kecaman global. Dilansir Al Jazeera, Jumat (28/11/2025), jurnalis di lokasi menyaksikan kedua pria tersebut mengangkat baju mereka untuk menunjukkan bahwa mereka tidak membawa senjata, sebelum akhirnya ditembak mati oleh pasukan Israel. Peristiwa ini menciptakan gelombang kemarahan internasional karena dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional.
Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya
Militer Israel dalam pernyataannya membenarkan bahwa pasukannya melakukan pengejaran terhadap individu yang disebut “terafiliasi dengan jaringan teror”. Mereka mengklaim telah melakukan “prosedur penyerahan diri selama beberapa jam”. Namun, kesaksian para jurnalis dan video yang beredar menunjukkan bahwa kedua pria itu telah mematuhi perintah, keluar dari bangunan sambil menunjukkan bahwa mereka tidak bersenjata — sebelum akhirnya ditembak di tempat.
Insiden ini kembali menyoroti dugaan pelanggaran hak asasi manusia dan memunculkan pertanyaan besar: mengapa PBB terkesan diam, dan mengapa Amerika Serikat sebagai anggota tetap Dewan Keamanan terlihat jelas berpihak kepada Israel?
Kronologi Eksekusi Dua Pria Tak Bersenjata di Jenin
Kesaksian Jurnalis di Lapangan
Menurut laporan Al Jazeera, kedua pria Palestina itu awalnya bersembunyi di sebuah bangunan saat operasi militer berlangsung. Setelah pasukan Israel memerintahkan mereka keluar, keduanya menaikkan baju untuk memperlihatkan bahwa mereka tidak memiliki senjata atau benda mencurigakan.
Namun tindakan kooperatif tersebut tidak menghentikan tembakan yang diarahkan kepada mereka. Para jurnalis yang berada hanya beberapa meter dari lokasi mendeskripsikan kejadian itu sebagai eksekusi langsung, bukan tindakan defensif.
Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya
👉 Baca juga artikel tentang: Operasi Kontraterorisme Israel di Tubas Tuai Kritik, Dinilai Langgar Gencatan Senjata Trump
Saksi mata juga menyebut bahwa tidak ada indikasi adannya ancaman terhadap pasukan Israel pada momen tersebut. Hal ini memperkuat dugaan bahwa tindakan tersebut melanggar hukum perang dan prinsip dasar perlindungan warga sipil.
Versi Militer Israel
Militer Israel menyampaikan bahwa pasukannya mengejar individu yang mereka klaim terhubung dengan kelompok bersenjata. Mereka menyatakan bahwa peristiwa itu terjadi setelah “tembakan diarahkan ke para tersangka”.
Namun, pernyataan ini bertolak belakang dengan dokumentasi lapangan. Banyak pihak menyebut bahwa narasi Israel sering berubah-ubah dan kerap tidak konsisten saat masuk ke ranah investigasi internasional.
Mengapa PBB Terlihat Diam?
Pertanyaan terbesar yang muncul dari banyak aktivis dan negara-negara anggota PBB adalah: mengapa PBB seolah tidak memberikan respons tegas atas insiden ini, padahal kasusnya tergolong kejahatan perang?
Mekanisme Dewan Keamanan yang Terhambat
Jawabannya berkaitan dengan struktur Dewan Keamanan PBB, khususnya adanya hak veto dari lima negara tetap: Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Rusia, dan China.
Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya
Dalam isu konflik Israel–Palestina, Amerika Serikat telah puluhan kali menggunakan hak veto untuk menghalangi resolusi yang mengecam Israel, termasuk resolusi yang menuntut gencatan senjata, investigasi internasional, atau pemberian sanksi.
Alhasil, meskipun banyak negara anggota mendorong pemeriksaan, laporan penyelidikan, dan tindakan keras terhadap Israel, prosesnya kerap mentok di Dewan Keamanan karena veto AS.
Fokus PBB Terbatas pada Seruan Umum
PBB memang sering mengeluarkan pernyataan keprihatinan dan imbauan agar semua pihak menghormati hukum internasional. Namun tanpa dukungan Dewan Keamanan, tindakan nyata — seperti sanksi atau investigasi yang mengikat — tidak dapat dilakukan.
Rekomendasi Cakwar.com: Ketegangan Memanas: Iran Tuding AS Makin Agresif di Venezuela, China dan Rusia Ikut Bereaksi
Banyak pengamat menyebut bahwa PBB tidak benar-benar diam, tetapi tidak berdaya karena mekanisme organisasinya memungkinkan negara kuat seperti AS menghalangi upaya penegakan hukum internasional.
Amerika Serikat Dinilai Terang-Terangan Berpihak kepada Israel
Isu keberpihakan Amerika Serikat dalam konflik ini bukan hal baru. Dukungan militer, ekonomi, hingga politik diberikan secara konsisten kepada Israel, bahkan saat terjadi insiden yang diduga sebagai pelanggaran HAM berat.
Dukungan Politik yang Tidak Seimbang
Pemerintah AS sering menyatakan bahwa Israel memiliki hak untuk “membela diri”. Namun frasa ini kerap dianggap sebagai legitimasi terhadap aksi militer yang berlebihan dan tidak proporsional, termasuk yang menimbulkan banyak korban sipil.
Pada saat dunia internasional menyoroti eksekusi di Jenin, Amerika justru menekankan dukungan terhadap operasi kontraterorisme Israel, alih-alih menyerukan penyelidikan independen.
Media sosial:
Dampak terhadap Persepsi Global
Keberpihakan AS menciptakan persepsi bahwa hak asasi manusia dinilai dengan standar ganda. Ketika pelanggaran dilakukan oleh negara sekutu, responsnya tumpul. Namun ketika dilakukan oleh pihak yang dianggap lawan, responsnya keras.
Situasi ini membuat proses penyelesaian konflik semakin jauh dari harapan.
Penutup
Eksekusi dua pria tak bersenjata di Jenin kembali memunculkan pertanyaan serius tentang akuntabilitas Israel dan kepasifan komunitas internasional, khususnya PBB dan Amerika Serikat. Selama veto dan kepentingan geopolitik mendominasi, penegakan hukum internasional akan terus terhambat.
Untuk mengetahui analisis mendalam, berita global, dan informasi edukatif lainnya, kunjungi cakwar.com dan dapatkan pembaruan terpercaya setiap hari.
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tersangka Korupsi Asabri Tapi Masih Terima Gaji: Mengapa Begitu? July 24, 2026 Rahmat Yanuar Pernahkah Anda merasa elus dada saat membaca berita hukum di tanah air?...
Read MoreEks Dirut KBS Tersangka Korupsi Pakan Satwa Rp10,2 Miliar: Ironi Gelar Doktor Akuntabilitas July 24, 2026 Rahmat Yanuar Pernahkah Anda berkunjung ke Kebun Binatang Surabaya (KBS) bersama keluarga untuk menikmati...
Read MoreKejagung Tetapkan Tersangka Baru Korupsi BGN! Ulasan Skandal Pengadaan July 24, 2026 Rahmat Yanuar Pernahkah Anda merasa sangat kecewa ketika program pemerintah yang niat awalnya mulia untuk kesejahteraan masyarakat justru...
Read MoreMotor Listrik BGN Rp1 Triliun Berujung Korupsi dan Disegel Kejagung July 24, 2026 Rahmat Yanuar Pernahkah Anda membayangkan membeli kendaraan atau perangkat canggih dengan harga mahal, tetapi begitu barang sampai...
Read MoreiMac Kesayangan Makin Lemot? Waspadai 6 Kebiasaan Sepele Ini yang Bikin Performa iMac Drop July 24, 2026 Rahmat Yanuar Meringis melihat ikon rainbow ball (spinning beach ball) berputar-putar tanpa henti...
Read MoreCuma Buka Browser tapi MacBook Panas Membara? Ini 5 Pemicu Tersembunyi July 24, 2026 Rahmat Yanuar Lagi asyik santai sambil membuka beberapa tab di peramban web untuk membaca berita politik...
Read MoreBisa Bikin Lemot dan Baterai Boros! Ini Dampak Buruk Jarang Me-Restart iPhone Anda July 23, 2026 Rahmat Yanuar Coba ingat-ingat kembali, kapan terakhir kali Anda mematikan atau me-restart iPhone kesayangan...
Read MoreJangan Langsung Update! Lakukan 6 Hal Penting Ini Sebelum Upgrade iPadOS July 23, 2026 Rahmat Yanuar Melihat notifikasi pembaruan sistem operasi iPadOS terbaru di layar tablet dan ingin langsung menekan...
Read More
© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions