Halo Sobat cakwar.com! Dunia hukum militer kita lagi dihebohkan dengan sebuah kasus yang bikin dahi mengernyit. Bayangkan, empat orang prajurit TNI dari unit intelijen strategis terseret kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.
Dalam persidangan terbaru di Pengadilan Militer II-08 Jakarta pada Rabu (6/5/2026), suasana terasa cukup tegang. Hakim Kolonel Chk Fredy Ferdian Isnartanto secara terang-terangan menyatakan keraguannya atas motif “dendam pribadi” yang diajukan para terdakwa. Logikanya, kok bisa prajurit yang tugasnya ngurus logistik dan keuangan tiba-tiba nekat melakukan aksi “operasi intelijen” di luar kendali?
Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya
Yuk, kita bedah pelan-pelan teka-teki hukum ini biar Sobat Cakwar nggak ketinggalan informasi!
Logika Hakim: “Apa Urusannya Prajurit Denma dengan RUU TNI?”
Keempat terdakwa—Serda Edi Sudarko, Lettu Budhi Hariyanto Widhi, Kapten Nandala Dwi Prasetya, dan Lettu Sami Lakka—adalah anggota Detasemen Markas (Denma) BAIS TNI. Secara struktural, tugas mereka itu jauh banget dari urusan “lapangan” atau operasi khusus. Mereka lebih banyak berkutat dengan urusan pangkalan, logistik, dan keuangan.
Hakim Fredy pun merasa ada yang janggal. Beliau mempertanyakan kenapa prajurit berpangkat rendah dan perwira di bagian administrasi bisa sampai sebegitu “baper”-nya terhadap aksi Andrie Yunus yang menggeruduk Hotel Fairmont terkait revisi UU TNI setahun lalu.
Artikel Lainnya:
“Apa urusan mereka sampai melakukan itu? Kan mereka cuma prajurit Denma,” cetus hakim saat memeriksa saksi Letkol Alwi Hakim Nasution. Hakim merasa nggak masuk akal kalau aksi nekat menyiram air keras ini dilakukan cuma gara-gara nonton berita di TV tanpa ada dorongan atau perintah tertentu.
Saksi dan Atasan Tetap Kompak Membantah
Meski dicecar habis-habisan oleh hakim, pihak BAIS TNI tetap pada pendiriannya. Letkol Alwi menegaskan bahwa berdasarkan pendalaman internal, motifnya murni karena para terdakwa merasa institusi TNI diinjak-injak oleh narasi anti-militerisme yang sering digaungkan korban.
Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya
Baca juga artikel tentang: Ambang Batas Parlemen Mau Naik Jadi 5 Persen? Begini Alasan Pakar Demi Demokrasi yang Lebih “Satset”!
Berikut beberapa poin penting dari kesaksian di persidangan:
Namun, hakim tetap sulit percaya. Beliau berargumen bahwa sangat tidak mungkin tiga perwira dan satu bintara bergerak kompak melakukan kejahatan terencana tanpa ada restu atau komando dari “atas”.
Kronologi Versi Oditur: Bermula dari Ngopi di Masjid
Berdasarkan dakwaan, rencana aksi ini ternyata lahir dari obrolan santai yang berujung emosi. Semuanya bermula pada 9 Maret 2026, saat Edi Sudarko dan Budhi Hariyanto bertemu di Masjid Al Ikhlas BAIS TNI.
Mereka membahas video viral Andrie Yunus yang melakukan interupsi saat rapat panja DPR. Kekesalan itu kemudian memuncak saat mereka berkumpul sambil ngopi di mess. Mereka menuduh Andrie Yunus:
Tempat service Device Terbaik di Surabaya:
Gara-gara emosi yang membakar inilah, muncul ide untuk memberikan “efek jera” yang akhirnya berujung pada tragedi penyiraman air keras tersebut.
Rekomendasi Cakwar.com: Teka-teki Penyerangan Aktivis KontraS: Saksi BAIS TNI Bantah Ada Operasi Khusus, Hakim Ragukan Motif “Dendam Pribadi”
Insight Praktis: Memahami Pasal Berlapis
Keempat terdakwa kini dijerat pasal berlapis yang nggak main-main:
Ancaman hukumannya sangat serius, apalagi dilakukan oleh aparat negara terhadap warga sipil yang sedang menyuarakan kritik publik.
Media sosial:
Kesimpulan: Mencari Kebenaran di Antara Alibi
Kasus ini menjadi ujian bagi transparansi Pengadilan Militer. Apakah ini benar-benar aksi “serigala sendirian” (lone wolf) dari prajurit yang terlalu fanatik pada institusi, ataukah ada skenario besar yang belum terungkap? Hakim Fredy tampaknya sedang berusaha keras merobek tabir misteri tersebut.
Sobat Cakwar, kita tentu berharap hukum berdiri tegak. Jangan sampai aksi kekerasan terhadap aktivis menjadi hal yang lumrah, apalagi jika dilakukan oleh mereka yang seharusnya menjadi pelindung rakyat.
Untuk mendapatkan informasi terbaru dan ulasan menarik lainnya seputar isu sosial, kebijakan publik, dan berita terkini, Anda dapat membaca artikel lainnya di cakwar.com.
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tersangka Korupsi Asabri Tapi Masih Terima Gaji: Mengapa Begitu? July 24, 2026 Rahmat Yanuar Pernahkah Anda merasa elus dada saat membaca berita hukum di tanah air?...
Read MoreEks Dirut KBS Tersangka Korupsi Pakan Satwa Rp10,2 Miliar: Ironi Gelar Doktor Akuntabilitas July 24, 2026 Rahmat Yanuar Pernahkah Anda berkunjung ke Kebun Binatang Surabaya (KBS) bersama keluarga untuk menikmati...
Read MoreKejagung Tetapkan Tersangka Baru Korupsi BGN! Ulasan Skandal Pengadaan July 24, 2026 Rahmat Yanuar Pernahkah Anda merasa sangat kecewa ketika program pemerintah yang niat awalnya mulia untuk kesejahteraan masyarakat justru...
Read MoreMotor Listrik BGN Rp1 Triliun Berujung Korupsi dan Disegel Kejagung July 24, 2026 Rahmat Yanuar Pernahkah Anda membayangkan membeli kendaraan atau perangkat canggih dengan harga mahal, tetapi begitu barang sampai...
Read MoreiMac Kesayangan Makin Lemot? Waspadai 6 Kebiasaan Sepele Ini yang Bikin Performa iMac Drop July 24, 2026 Rahmat Yanuar Meringis melihat ikon rainbow ball (spinning beach ball) berputar-putar tanpa henti...
Read MoreCuma Buka Browser tapi MacBook Panas Membara? Ini 5 Pemicu Tersembunyi July 24, 2026 Rahmat Yanuar Lagi asyik santai sambil membuka beberapa tab di peramban web untuk membaca berita politik...
Read MoreBisa Bikin Lemot dan Baterai Boros! Ini Dampak Buruk Jarang Me-Restart iPhone Anda July 23, 2026 Rahmat Yanuar Coba ingat-ingat kembali, kapan terakhir kali Anda mematikan atau me-restart iPhone kesayangan...
Read MoreJangan Langsung Update! Lakukan 6 Hal Penting Ini Sebelum Upgrade iPadOS July 23, 2026 Rahmat Yanuar Melihat notifikasi pembaruan sistem operasi iPadOS terbaru di layar tablet dan ingin langsung menekan...
Read More
© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions