Harga Daging Sapi di Malang dan Cabai Rawit di Kediri Naik, Pedagang Keluhkan Penjualan Turun

Kenaikan harga bahan pangan kembali membebani masyarakat di Jawa Timur. Dalam sebulan terakhir, harga daging sapi di Kota Malang mengalami kenaikan, sementara harga cabai rawit di Kediri melonjak hingga menyentuh Rp90 ribu per kilogram. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada daya beli warga, tetapi juga membuat pedagang pasar tradisional mengeluhkan turunnya penjualan.

Fenomena kenaikan harga pangan ini terjadi di tengah curah hujan tinggi yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur. Pedagang menduga faktor cuaca menjadi salah satu penyebab utama terganggunya pasokan, terutama untuk komoditas hortikultura seperti cabai dan sayuran.

Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

Harga Daging Sapi Naik Sejak Sebulan Terakhir

Di sejumlah pasar tradisional Kota Malang, harga daging sapi dilaporkan mengalami kenaikan bertahap sejak satu bulan terakhir. Meski nominal kenaikan bervariasi di tiap pasar, pedagang menyebut harga kini lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya.

Kenaikan harga daging biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti pasokan ternak, biaya distribusi, hingga permintaan pasar. Dalam beberapa periode, harga daging sapi juga cenderung fluktuatif menjelang momen tertentu seperti hari besar keagamaan atau musim hajatan.

Pedagang mengaku kenaikan harga membuat pembeli lebih selektif. Jika sebelumnya konsumen membeli dalam jumlah cukup untuk stok beberapa hari, kini banyak yang membeli seperlunya saja. Bahkan, sebagian memilih mengganti menu dengan lauk alternatif yang lebih terjangkau.

Cabai Rawit Tembus Rp90 Ribu per Kilogram

Sementara itu di Kediri, harga cabai rawit melonjak hingga Rp90 ribu per kilogram. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibanding harga normal yang biasanya berada di kisaran Rp30 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram, tergantung musim.

Pedagang menduga kenaikan harga cabai rawit dipicu oleh tingginya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir. Hujan yang terus-menerus berdampak pada kualitas dan kuantitas panen petani di Kediri dan daerah sekitarnya. Tanaman cabai yang rentan terhadap kelembapan berlebih lebih mudah terserang penyakit dan busuk sebelum masa panen optimal.

“Biasanya pasokan lancar, sekarang berkurang. Kalau barang sedikit, harga otomatis naik,” ujar salah satu pedagang di pasar tradisional Kediri.

Kondisi ini membuat pasokan cabai di pasar menipis. Warga pun mulai mengurangi pembelian. Jika sebelumnya membeli satu ons, kini banyak yang hanya membeli setengah ons untuk menekan pengeluaran dapur.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomendedPricelist iJoe Apple Service Surabaya

👉Baca juga artikel tentang: Rusia Klaim Tembak Jatuh 113 Drone Ukraina, Kilang Minyak di Velikiye Luki Terbakar

Dampak pada Daya Beli Masyarakat

Kenaikan harga bahan pangan berpengaruh langsung pada pola konsumsi masyarakat. Cabai rawit misalnya, merupakan komoditas penting dalam banyak masakan Indonesia. Ketika harganya melonjak, warga cenderung mengurangi penggunaan atau mencari alternatif seperti cabai jenis lain yang lebih murah.

Daging sapi juga termasuk bahan pangan dengan elastisitas permintaan yang cukup sensitif terhadap harga. Saat harga naik, sebagian konsumen beralih ke ayam, telur, atau sumber protein lain yang lebih terjangkau.

Penurunan daya beli ini dirasakan pedagang dalam bentuk turunnya volume penjualan. Meski harga per kilogram naik, total omzet belum tentu meningkat karena jumlah pembelian menurun.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

Faktor Cuaca dan Distribusi

Curah hujan tinggi menjadi salah satu faktor dominan yang memengaruhi produksi hortikultura. Tanaman cabai, bawang, dan sayuran daun sangat bergantung pada kondisi cuaca yang stabil. Hujan berlebih dapat menyebabkan gagal panen atau penurunan kualitas hasil pertanian.

Selain faktor produksi, distribusi juga turut memengaruhi harga. Jalan yang licin dan terganggu akibat hujan dapat memperlambat pengiriman barang dari sentra produksi ke pasar. Biaya transportasi yang meningkat juga bisa berdampak pada harga jual akhir.

Dalam konteks Jawa Timur, daerah seperti Kediri dikenal sebagai salah satu sentra produksi cabai. Ketika hasil panen menurun di wilayah ini, dampaknya dapat dirasakan hingga ke kota-kota lain.

Rekomendasi Cakwar.com: Indonesia Jadi Wakil Komandan ISF di Board of Peace, Mampukah Dorong Perdamaian Palestina-Israel?

Tantangan Menuju Proses Politik

Sejarah panjang konflik Israel-Palestina menunjukkan bahwa proses politik sering kali terganggu oleh siklus kekerasan. Upaya rekonstruksi pascaperang sebelumnya juga menghadapi kendala serupa, di mana infrastruktur yang baru dibangun kembali rusak akibat eskalasi berikutnya.

Selain itu, perbedaan pandangan internal di antara faksi-faksi Palestina turut memengaruhi dinamika politik. Rekonsiliasi internal menjadi faktor penting jika ingin menghadirkan posisi tawar yang lebih solid dalam perundingan internasional.

Di tingkat regional, negara-negara Timur Tengah juga memiliki kepentingan strategis yang berbeda. Beberapa mendukung pendekatan diplomasi dan normalisasi hubungan dengan Israel, sementara yang lain tetap menempatkan isu Palestina sebagai prioritas utama dalam kebijakan luar negeri mereka.

Media sosial:

Pola Kenaikan Musiman

Secara umum, harga cabai dan sayuran memang dikenal fluktuatif sepanjang tahun. Data historis menunjukkan bahwa harga cabai rawit kerap melonjak pada musim hujan dan turun saat musim panen raya.

Namun, lonjakan hingga Rp90 ribu per kilogram tetap tergolong tinggi dan cukup memberatkan masyarakat. Stabilitas harga pangan menjadi perhatian penting karena berkaitan langsung dengan inflasi daerah dan kesejahteraan warga.

Pemerintah daerah biasanya melakukan pemantauan harga dan berkoordinasi dengan distributor untuk menjaga ketersediaan stok. Dalam beberapa kasus, operasi pasar digelar untuk menekan lonjakan harga.

Harapan Akan Stabilitas Harga

Pedagang dan pembeli berharap kondisi cuaca segera membaik agar produksi pertanian kembali normal. Dengan pasokan yang stabil, harga diharapkan turun secara bertahap.

Bagi pedagang pasar tradisional, stabilitas harga bukan hanya soal keuntungan, tetapi juga keberlangsungan usaha. Ketika pembeli sepi, roda ekonomi kecil ikut melambat.

Di sisi lain, konsumen berharap harga bahan pangan kembali terjangkau agar pengeluaran rumah tangga tidak membengkak. Dalam situasi ekonomi yang menantang, setiap kenaikan harga kebutuhan pokok terasa signifikan.

Kenaikan harga daging sapi di Malang dan cabai rawit di Kediri menjadi gambaran bagaimana faktor cuaca dan pasokan dapat memengaruhi stabilitas harga pangan. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada pedagang, tetapi juga pada daya beli masyarakat secara luas.

Perkembangan harga kebutuhan pokok akan terus menjadi perhatian, terutama menjelang musim tertentu dan perubahan cuaca ekstrem. Untuk mengikuti informasi terbaru seputar ekonomi daerah, harga pangan, dan isu terkini lainnya, pembaca dapat menyimak berbagai artikel informatif di media digital cakwar.com

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions