Halo Sobat cakwar.com! Belakangan ini publik dibuat bertanya-tanya soal identitas dua kapal tanker raksasa milik Pertamina International Shipping (PIS), yaitu Gamsunoro dan Pertamina Pride. Pasalnya, saat tertahan di konflik panas Selat Hormuz, kedua kapal tersebut kedapatan tidak mengibarkan bendera Merah Putih, melainkan bendera Panama dan Singapura.
Lho, kok bisa? Apakah Pertamina “tidak nasionalis”? Eits, jangan emosi dulu! Ternyata di balik kain bendera asing tersebut, ada realita pahit industri pelayaran kita yang perlu kita bedah bareng-bareng.
Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya
Pakar Kemaritiman, Siswanto Rusdi, baru saja membongkar alasan teknis hingga isu korupsi yang membuat kapal milik negara sendiri lebih memilih “numpang” identitas ke negara tetangga. Yuk, simak ulasan lengkapnya biar nggak gagal paham!
Mengenal ‘Flag of Convenience’: Jalur Ninja Hindari Pungli
Menurut Siswanto Rusdi, praktik menggunakan bendera asing pada kapal milik domestik adalah hal yang sangat lazim di dunia pelayaran internasional. Istilah kerennya adalah Flag of Convenience (FOC) atau bendera kemudahan.
Artikel Lainnya:
Siswanto blak-blakan menyebut bahwa aturan pelayaran di Indonesia sangat rumit. Pajaknya berlapis-lapis, birokrasinya berbelit, dan yang paling parah: masih dihantui praktik pungutan liar alias pungli di pelabuhan.
“Di Indonesia ini tidak bisa, aturan kita berlapis-lapis, belum lagi pungli. Walhasil, lebih mudah pakai bendera Panama atau Singapura,” ungkap Siswanto dalam program On Focus Tribunnews (24/4/2026).
Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya
Baca juga artikel tentang: Kapal Pertamina Terjebak di Selat Hormuz: Pakar Sebut Diplomat RI Tak Paham Karakter Iran!
Realita Pahit: Mau Layar Saja Harus Sogok Syahbandar?
Lebih jauh lagi, Siswanto membeberkan sisi gelap industri pelayaran nasional. Ia menyebut dunia internasional sudah tahu bahwa untuk mendapatkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) saja, oknum seringkali harus menyogok Syahbandar.
Praktik korupsi ini berdampak sistemis. Karena kredibilitas pengurusan izin di Indonesia rendah, banyak pemilik kapal—termasuk Pertamina—memilih mendaftarkan kapal mereka di negara dengan regulasi yang lebih bersih dan efisien seperti Singapura.
Efek sampingnya cukup ngeri buat kedaulatan kita, Sobat. Saat terjadi konflik geopolitik seperti di Selat Hormuz, posisi tawar Indonesia jadi lemah. Secara hukum internasional, negara benderalah yang seharusnya punya kewajiban utama turun tangan menyelesaikan masalah diplomatik kapal tersebut.
Update Selat Hormuz: Antara Protokol Perang dan Harapan Bahlil
Lantas, bagaimana nasib kapal Gamsunoro dan Pertamina Pride sekarang? Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menyatakan pemerintah terus melakukan komunikasi intensif dengan pihak Iran. Bahlil berharap gencatan senjata antara Amerika dan Iran bisa menjadi pintu masuk agar kapal kita segera dilepaskan.
Tempat service Device Terbaik di Surabaya:
Menariknya, Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menegaskan bahwa Iran sebenarnya tidak menutup Selat Hormuz. Selat itu tetap beroperasi, tapi memang ada “protokol keamanan khusus” selama masa perang.
“Perlu dilakukan komunikasi dan koordinasi lebih lanjut karena sedang diberlakukan protokol-protokol khusus saat perang,” jelas Dubes Boroujerdi. Intinya, Iran menjamin keamanan bagi negara sahabat, asal koordinasinya beres dan tidak ada campur tangan pihak luar yang dianggap invasi.
Rekomendasi Cakwar.com: Dari Semarang ke Nusakambangan: Nasib Eks Polisi Robig Zaenudin Usai Diduga Kendalikan Narkoba dari Balik Jeruji
Insight Praktis: Mengapa Kita Harus Peduli?
Masalah bendera kapal ini bukan cuma soal simbol, tapi soal ketahanan energi kita:
Kesimpulan: Perbaiki Rumah Sendiri Sebelum Melaut Jauh
Kasus tertahannya kapal Pertamina di Selat Hormuz dengan bendera asing adalah alarm keras bagi pemerintah Indonesia. Jika kita ingin kapal nasional bangga mengibarkan Merah Putih di perairan internasional, maka birokrasi pelabuhan harus dibersihkan dari praktik korupsi dan pungli.
Selama “ongkos” mengurus izin di negeri sendiri lebih mahal daripada “numpang” bendera di Singapura, maka fenomena Flag of Convenience ini akan terus terjadi. Kedaulatan maritim tidak bisa hanya dicapai dengan retorika, tapi dengan reformasi birokrasi yang nyata.
Untuk mendapatkan informasi terbaru dan ulasan menarik lainnya seputar isu sosial, kebijakan publik, dan berita terkini, Anda dapat membaca artikel lainnya di cakwar.com.
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tersangka Korupsi Asabri Tapi Masih Terima Gaji: Mengapa Begitu? July 24, 2026 Rahmat Yanuar Pernahkah Anda merasa elus dada saat membaca berita hukum di tanah air?...
Read MoreEks Dirut KBS Tersangka Korupsi Pakan Satwa Rp10,2 Miliar: Ironi Gelar Doktor Akuntabilitas July 24, 2026 Rahmat Yanuar Pernahkah Anda berkunjung ke Kebun Binatang Surabaya (KBS) bersama keluarga untuk menikmati...
Read MoreKejagung Tetapkan Tersangka Baru Korupsi BGN! Ulasan Skandal Pengadaan July 24, 2026 Rahmat Yanuar Pernahkah Anda merasa sangat kecewa ketika program pemerintah yang niat awalnya mulia untuk kesejahteraan masyarakat justru...
Read MoreMotor Listrik BGN Rp1 Triliun Berujung Korupsi dan Disegel Kejagung July 24, 2026 Rahmat Yanuar Pernahkah Anda membayangkan membeli kendaraan atau perangkat canggih dengan harga mahal, tetapi begitu barang sampai...
Read MoreiMac Kesayangan Makin Lemot? Waspadai 6 Kebiasaan Sepele Ini yang Bikin Performa iMac Drop July 24, 2026 Rahmat Yanuar Meringis melihat ikon rainbow ball (spinning beach ball) berputar-putar tanpa henti...
Read MoreCuma Buka Browser tapi MacBook Panas Membara? Ini 5 Pemicu Tersembunyi July 24, 2026 Rahmat Yanuar Lagi asyik santai sambil membuka beberapa tab di peramban web untuk membaca berita politik...
Read MoreBisa Bikin Lemot dan Baterai Boros! Ini Dampak Buruk Jarang Me-Restart iPhone Anda July 23, 2026 Rahmat Yanuar Coba ingat-ingat kembali, kapan terakhir kali Anda mematikan atau me-restart iPhone kesayangan...
Read MoreJangan Langsung Update! Lakukan 6 Hal Penting Ini Sebelum Upgrade iPadOS July 23, 2026 Rahmat Yanuar Melihat notifikasi pembaruan sistem operasi iPadOS terbaru di layar tablet dan ingin langsung menekan...
Read More
© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions