Ketua MK Suhartoyo Kena Sindir “Stunting” oleh Jimly Asshiddiqie? Simak Humor Segar di Balik Gedung Mahkamah!

Sobat cakwar.com, siapa bilang suasana di Mahkamah Konstitusi (MK) selalu tegang dan penuh istilah hukum yang bikin dahi berkerut? Ternyata, para penjaga konstitusi kita juga punya sisi humoris yang bisa bikin suasana pecah. Baru-baru ini, Ketua MK Suhartoyo sukses mengocok perut hadirin lewat serangkaian candaan segar yang tak terduga.

Momen ini terjadi saat Suhartoyo menghadiri perayaan ulang tahun ke-70 Ketua MK pertama, Prof. Jimly Asshiddiqie, sekaligus peluncuran buku di Jakarta (17/4/2026). Bukannya bicara soal perkara yang berat-berat, Suhartoyo justru menceritakan pengalaman pribadinya yang sering kena sindir soal penampilan hingga urusan tinggi badan.

Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

Bagi kamu yang mengikuti perkembangan politik dan hukum, melihat sisi humanis pejabat publik seperti ini tentu jadi hiburan tersendiri. Apalagi, candaan ini diselipkan di tengah isu-isu nasional yang sedang hangat diperdebatkan. Yuk, kita intip bagaimana serunya “adu canda” antara pimpinan MK ini!

Suhartoyo Curhat: Disebut Ketua Paling “Kucel” Hingga Kena Sindir Stunting

Dalam sambutannya yang santai, Suhartoyo blak-blakan mengaku sering jadi sasaran sindiran rekan sejawatnya. Ia bercerita bahwa Hakim Konstitusi Enny Nurbaningsih pernah menyebutnya sebagai ketua lembaga yang paling “kucel” jika dibandingkan dengan pimpinan lembaga negara lainnya. Tentu saja, pengakuan ini langsung disambut tawa oleh para tamu undangan.

Namun, puncak humor terjadi saat Suhartoyo menceritakan interaksinya dengan sang senior, Jimly Asshiddiqie. Saat itu, Prof. Jimly sedang berbincang mengenai hakim konstitusi yang baru, Liliek Prisbawono Adi. Jimly memuji postur tubuh Liliek yang tinggi, namun lucunya, pujian itu berujung pada sindiran halus untuk sang Ketua MK.

“Prof Jimly tanya, ‘Itu hakim Pak Liliek yang baru ya? Iya’. Wih tinggi orangnya ya. Enggak seperti ketua ini, stunting,” kenang Suhartoyo sambil menirukan ucapan Jimly. Mendengar dirinya dibilang mengalami stunting, Suhartoyo bukannya tersinggung, malah ikut tertawa lebar bersama hadirin lainnya.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

Baca juga artikel tentang:  Kedaulatan Dipertaruhkan? YLBHI Tolak Keras Usulan Amerika Serikat Terkait Akses Pesawat Militer di Langit Indonesia

Menghubungkan Humor “Stunting” dengan Program Makan Bergizi Gratis

Yang menarik, Suhartoyo tidak berhenti di situ. Sebagai seorang hakim, ia dengan cerdik menghubungkan sindiran soal tinggi badannya itu dengan realitas perkara yang sedang masuk ke meja MK. Belakangan ini, memang banyak permohonan uji materi terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah bergulir.

Ia berkelakar bahwa jika dirinya benar-benar mengalami stunting, maka program makan siang gratis tersebut menjadi sangat relevan bagi dirinya secara pribadi. “Nah artinya kalau saya bener stunting, hari ini banyak pengujian undang-undang tentang MBG. Apa saya nanti harus izin MKMK untuk menggunakan hak ingkar saya?” kelakarnya.

Hak ingkar atau recusal biasanya digunakan hakim jika ada potensi konflik kepentingan dalam sebuah perkara. Suhartoyo berseloroh, karena ia merasa “berkepentingan” agar program makan bergizi bisa mengatasi masalah tinggi badannya, ia takut dituduh tidak objektif saat memutus perkara tersebut. Sebuah sindiran cerdas sekaligus menghibur!

Pentingnya Sisi Humanis di Lembaga Tinggi Negara

Momen humor antara Suhartoyo dan Jimly Asshiddiqie ini memberikan pesan penting bahwa di balik jubah hitam dan palu hakim, tetap ada ruang untuk persahabatan dan tawa. Di tengah tekanan perkara politik yang sering kali memanas, kematangan seorang pemimpin terlihat dari kemampuannya untuk menertawakan diri sendiri.

Tempat service Device Terbaik di Surabaya: 

 

Humor seperti ini tidak hanya mencairkan suasana, tetapi juga mendekatkan lembaga MK kepada masyarakat luas. Kita jadi melihat bahwa para hakim juga manusia biasa yang bisa bercanda soal fisik tanpa merasa jatuh wibawanya.

  • Meredam Ketegangan: Candaan bisa menjadi alat diplomasi yang ampuh di lingkungan formal.
  • Refleksi Isu Publik: Menyinggung isu stunting dan MBG lewat humor menunjukkan bahwa hakim MK tetap memantau apa yang terjadi di masyarakat.

Apresiasi Senioritas: Interaksi Suhartoyo dengan Jimly menunjukkan rasa hormat yang dibalut dengan keakraban yang kental.

Rekomendasi Cakwar.com: Babak Baru Kasus Ijazah! Polda Metro Jaya Hentikan Penyidikan Rismon Sianipar Lewat Jalur Damai

Insight Praktis: Menghadapi Kritik dengan Kepala Dingin

Belajar dari gaya Suhartoyo, berikut tips menghadapi sindiran atau kritik dari orang lain agar tetap elegan:

  1. Jangan Baper: Ambil sisi positif atau lucu dari sebuah sindiran agar tidak merusak suasana hati.
  2. Balas dengan Cerdas: Gunakan humor untuk merespons kritik, karena tawa seringkali bisa menetralisir situasi yang canggung.
  3. Tetap Fokus pada Tugas: Meski bercanda, Suhartoyo tetap ingat pada substansi pekerjaannya sebagai hakim konstitusi.

 

Media sosial:

 

Kesimpulan: Tawa yang Menyatukan Konstitusi

Acara ulang tahun Prof. Jimly Asshiddiqie ke-70 ini sukses menjadi ajang reuni yang penuh kehangatan. Candaan Ketua MK Suhartoyo soal sindiran “stunting” membuktikan bahwa keadilan tidak selamanya harus kaku dan dingin. Dengan bumbu humor, pesan-pesan penting soal integritas dan program nasional justru jadi lebih mudah diterima oleh publik.

Semoga atmosfer positif dan penuh keakraban ini terus terjaga di Mahkamah Konstitusi, sehingga setiap keputusan yang diambil benar-benar lahir dari kejernihan pikiran dan ketulusan hati para hakimnya.

Untuk mendapatkan informasi terbaru dan ulasan menarik lainnya seputar isu sosial, kebijakan publik, dan berita terkini, Anda dapat membaca artikel lainnya di cakwar.com.

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions