Lailatul Qadar: Malam Kemuliaan Saat Malaikat Turun Membawa Kedamaian di Penghujung Ramadan

Malam Lailatul Qadar, Momentum Spiritual yang Ditunggu Umat Muslim

Di penghujung bulan Ramadan, umat Islam di seluruh dunia menantikan sebuah malam yang diyakini memiliki keistimewaan luar biasa. Malam tersebut dikenal sebagai Lailatul Qadar, yang disebut dalam Al-Qur’an sebagai malam yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan.

Bagi banyak orang, Lailatul Qadar bukan sekadar malam yang tenang di tengah ibadah Ramadan. Dalam tradisi Islam, malam ini dipandang sebagai momentum spiritual yang sangat istimewa—sebuah peristiwa kosmis ketika langit dan bumi seolah berada dalam kedekatan yang sangat kuat.

Pada malam tersebut, para malaikat turun ke bumi dengan membawa kedamaian dan keberkahan bagi manusia yang menghidupkan malam itu dengan ibadah, doa, serta zikir.

Keyakinan ini membuat umat Muslim berlomba-lomba memperbanyak amal di sepuluh malam terakhir Ramadan, dengan harapan dapat meraih kemuliaan Lailatul Qadar.

Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

Turunnya Malaikat dan Perintah Khusus kepada Jibril

Dalam sejumlah literatur keislaman, terdapat kisah yang menggambarkan betapa istimewanya malam tersebut. Dalam buku Rahasia Puasa Ramadhan karya Yasin T Al Jibouri dan Mirza Javad Agha Maliki Tabrizi, disebutkan sebuah riwayat tentang perintah khusus Allah kepada Malaikat Jibril.

Dalam riwayat tersebut, Jibril diperintahkan turun ke bumi bersama rombongan besar malaikat. Mereka membawa panji-panji berwarna hijau yang kemudian ditancapkan di puncak Ka’bah sebagai simbol kemuliaan dan kemenangan spiritual.

Peristiwa ini menggambarkan betapa agungnya malam Lailatul Qadar dalam pandangan keimanan umat Islam.

Makna tersebut juga sejalan dengan firman Allah dalam Surah Al-Qadr ayat 3–4:

 لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ

 تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ

laylat alqadr khayr min ‘alf shahra.

nazalat almalayikat walruwh fi tilk allaylat bi’iidhn rabihim fi kuli ‘amra.

“Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.”

Ayat ini menjadi dasar utama dalam pemahaman umat Islam tentang kemuliaan malam Lailatul Qadar.

Keutamaan Besar Malam Lailatul Qadar

Selain kisah turunnya malaikat, malam Lailatul Qadar juga memiliki sejumlah keutamaan lain yang banyak dibahas dalam literatur keislaman.

  1. Perisai dari Gangguan Setan

Dalam tafsir klasik seperti Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, ulama Mujahid ibn Jabr menjelaskan makna kata salam dalam ayat terakhir Surah Al-Qadr.

Ia menafsirkan bahwa malam tersebut dipenuhi dengan keselamatan dan kedamaian.

Dalam pemahaman ini, setan tidak memiliki kekuatan untuk mengganggu manusia selama malam Lailatul Qadar berlangsung.

Karena itu, malam tersebut dianggap sebagai waktu yang sangat kondusif untuk memperbanyak ibadah.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

  1. Penghapusan Dosa Masa Lalu

Salah satu keutamaan terbesar Lailatul Qadar adalah kesempatan pengampunan dosa.

Dalam buku Sukses Berburu Lailatul Qadar karya Muhammad Adam Hussein, disebutkan hadis dari Abu Hurairah.

Dalam hadis tersebut dijelaskan bahwa siapa pun yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.

Hadis ini menjadi motivasi kuat bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah di malam-malam terakhir Ramadan.

  1. Hadiah Khusus bagi Umat Nabi Muhammad

Dalam riwayat yang tercantum dalam kitab Al-Muwaththa karya Imam Malik, disebutkan bahwa Lailatul Qadar merupakan anugerah khusus bagi umat Nabi Muhammad.

Ulama menjelaskan bahwa usia umat Nabi Muhammad relatif lebih pendek dibandingkan umat-umat terdahulu.

Sebagai bentuk rahmat, Allah memberikan satu malam yang nilainya melebihi ibadah selama seribu bulan—setara dengan lebih dari 80 tahun.

Dengan kata lain, satu malam Lailatul Qadar dapat memberikan pahala yang melampaui usia rata-rata manusia.

Rekomendasi Cakwar.com:  Real Madrid vs Manchester City di Liga Champions: Duel Klasik Eropa Kembali Tersaji di Santiago Bernabeu

Menyambut Lailatul Qadar dengan Ibadah

Karena waktu pasti Lailatul Qadar tidak disebutkan secara spesifik, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan.

Beberapa amalan yang sering dilakukan antara lain:

  • Salat malam atau qiyamul lail
  • Membaca Al-Qur’an
  • Berzikir dan berdoa
  • Bersedekah
  • Memperbanyak istighfar

Semua amalan tersebut dilakukan dengan harapan dapat meraih keberkahan dan ampunan pada malam yang penuh kemuliaan ini.

 

Penutup

Lailatul Qadar merupakan salah satu momen spiritual paling penting dalam ajaran Islam. Malam ini tidak hanya dipandang sebagai malam ibadah, tetapi juga sebagai simbol kedamaian, pengampunan, dan kedekatan manusia dengan Sang Pencipta.

Turunnya para malaikat, luasnya rahmat, serta peluang penghapusan dosa menjadikan malam ini sangat dinantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia.

Karena itu, sepuluh malam terakhir Ramadan sering dimanfaatkan untuk memperbanyak ibadah dan introspeksi diri, dengan harapan dapat meraih keberkahan Lailatul Qadar.

Bagi Anda yang ingin membaca berbagai artikel menarik seputar Islam, kehidupan, dan informasi inspiratif lainnya, jangan lewatkan tulisan terbaru di media digital cakwar.com. 

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions