Logat Berubah Jadi Madura Usai Stroke, Kasus Langka Foreign Accent Syndrome Ditemukan di RSUD Dr Moewardi

Logat bicara biasanya terbentuk sejak kecil—dipengaruhi lingkungan, budaya, dan interaksi sosial sehari-hari. Aksen Jawa, Sunda, Batak, atau Madura umumnya melekat kuat dan menjadi bagian dari identitas seseorang. Namun bagaimana jika logat itu berubah secara mendadak, bukan karena pindah daerah atau belajar bahasa baru, melainkan akibat stroke?

Fenomena inilah yang dialami seorang perempuan berusia 54 tahun yang menjalani pemeriksaan di RSUD Dr Moewardi, Surakarta, Jawa Tengah. Kasusnya kemudian dilaporkan oleh tim dari Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret dalam laporan ilmiah berjudul “Patient With Foreign Accent Syndrome in Post Infarct Thrombotic Stroke: A Case Report” (2024).

Kasus ini menarik perhatian karena pasien yang sepanjang hidupnya tinggal di lingkungan budaya Jawa mendadak berbicara dengan logat Madura setelah mengalami stroke. Kondisi tersebut dikenal dalam dunia medis sebagai Foreign Accent Syndrome (FAS) atau sindrom aksen asing, sebuah gangguan neurologis langka.

Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

Awal Mula: Stroke dan Gangguan Bicara

Beberapa tahun sebelum menjalani pemeriksaan lanjutan, pasien dilaporkan mengalami stroke yang cukup mengganggu aktivitas sehari-hari. Selain kesulitan berjalan, kemampuan bicaranya juga terdampak.

Saat berkunjung ke Klinik Neurologi RSUD Dr Moewardi, pasien mengeluhkan kesemutan dan kelemahan pada sisi kanan anggota tubuhnya. Temuan ini konsisten dengan riwayat stroke yang pernah dialami.

“Seorang perempuan 54 tahun mengeluhkan kesemutan dan kelemahan pada ekstremitas kanan serta perubahan aksen bahasa saat berkunjung ke Klinik Neurologi RSUD Dr Moewardi,” demikian tertulis dalam laporan riset tersebut.

Yang paling mencolok bukan hanya gangguan motorik, melainkan perubahan logat bicara. Padahal, pasien diketahui tidak pernah tinggal di Madura, tidak memiliki latar belakang budaya Madura, dan tidak pernah secara intens mempelajari dialek tersebut.

Dari Logat Jawa ke Madura

Sebelum stroke, pasien berbicara fasih dengan logat Jawa seperti kebanyakan warga di lingkungannya. Namun beberapa tahun setelah kejadian stroke, keluarga dan tenaga medis menyadari adanya perubahan pola pengucapan.

Intonasi, ritme, serta cara artikulasi kata terdengar berbeda. Bagi pendengar awam, logat tersebut terdengar seperti logat Madura. Perubahan ini bukan hasil rekayasa atau kesengajaan. Pasien juga tidak menyadari secara penuh bahwa cara bicaranya telah berubah.

Secara psikologis, kondisi ini bisa membingungkan. Logat adalah bagian dari identitas sosial. Ketika berubah tanpa kendali, pasien dapat merasa asing dengan suaranya sendiri.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomendedPricelist iJoe Apple Service Surabaya

👉Baca juga artikel tentang: Trump Kecewa Mahkamah Agung AS Batalkan Kebijakan Tarif Global, Soroti Keberanian Hakim

Menariknya, pasien tidak memiliki riwayat trauma kepala, operasi otak, atau gangguan neurologis lain selain stroke dan hipertensi. Fakta ini memperkuat dugaan bahwa perubahan aksen berkaitan langsung dengan kerusakan saraf akibat stroke.

Mengenal Foreign Accent Syndrome (FAS)

Foreign Accent Syndrome adalah gangguan neurologis yang sangat jarang terjadi. Secara global, kasusnya tercatat sangat terbatas dibandingkan gangguan bahasa lain seperti afasia.

FAS pertama kali dilaporkan pada awal abad ke-20. Pada umumnya, kondisi ini muncul setelah cedera otak, stroke, atau trauma yang memengaruhi pusat bahasa. Pasien tidak benar-benar menguasai bahasa asing baru, tetapi perubahan pada ritme, tekanan suku kata, dan artikulasi membuat ucapannya terdengar seperti berasal dari daerah atau negara lain.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

Dalam banyak kasus, perubahan tersebut bersifat tidak disengaja dan tidak dapat dikontrol sepenuhnya oleh pasien. Secara klinis, FAS berbeda dengan afasia. Pada afasia, pasien mengalami kesulitan memahami atau memproduksi bahasa. Sementara pada FAS, struktur bahasa tetap benar, tetapi pola pengucapan berubah.

Dampak Sosial dan Psikologis

Meski tidak selalu mengancam jiwa, Foreign Accent Syndrome dapat berdampak pada kehidupan sosial pasien. Perubahan logat bisa memicu pertanyaan, kebingungan, bahkan stigma dari lingkungan sekitar.

Dalam konteks budaya Indonesia yang sangat beragam, logat sering dikaitkan dengan identitas daerah. Ketika seseorang tiba-tiba berbicara dengan aksen berbeda tanpa latar belakang budaya yang sesuai, respons sosial bisa beragam—mulai dari rasa penasaran hingga kesalahpahaman.

Karena itu, edukasi publik mengenai gangguan neurologis seperti FAS menjadi penting. Pemahaman bahwa perubahan tersebut bersifat medis, bukan disengaja, dapat membantu mengurangi stigma.

Rekomendasi Cakwar.com: Diburu Bangsa Arab Sejak Abad Kuno, Inilah Tanaman Kamper dari Sumatra yang Disebut dalam Al-Qur’an

Stroke dan Pentingnya Penanganan Dini

Kasus ini juga menjadi pengingat akan dampak luas stroke terhadap fungsi tubuh. Stroke terjadi akibat gangguan aliran darah ke otak, baik karena sumbatan (trombotik) maupun perdarahan. Kondisi ini dapat memengaruhi berbagai fungsi, termasuk gerak, sensasi, hingga kemampuan bicara.

Hipertensi yang menjadi faktor risiko pada pasien merupakan salah satu penyebab utama stroke. Pengendalian tekanan darah, pola hidup sehat, serta pemeriksaan rutin sangat penting untuk mencegah komplikasi jangka panjang.

Penanganan stroke tidak berhenti pada fase akut. Rehabilitasi medis, terapi wicara, dan pemantauan neurologis berperan besar dalam memulihkan fungsi yang terdampak.

Media sosial:

Sebuah Kasus Langka yang Perlu Dipahami

Kasus di RSUD Dr Moewardi ini menambah literatur medis Indonesia terkait Foreign Accent Syndrome. Meski jarang, kondisi ini nyata dan dapat terjadi pada pasien dengan kerusakan otak tertentu.

Penelitian dan pelaporan kasus semacam ini penting untuk memperkaya pemahaman dunia medis sekaligus meningkatkan kualitas diagnosis dan penanganan. Bagi masyarakat umum, kisah ini membuka wawasan bahwa perubahan logat bukan selalu soal adaptasi budaya—dalam beberapa situasi, itu bisa menjadi sinyal gangguan neurologis.

 

Perubahan aksen setelah stroke mungkin terdengar seperti kisah unik, tetapi di baliknya ada proses biologis kompleks yang melibatkan jaringan saraf otak. Kasus ini menunjukkan betapa pentingnya deteksi dini dan pemantauan lanjutan pada pasien stroke.

Untuk membaca laporan kesehatan, sains, dan isu aktual lainnya dengan pembahasan mendalam dan mudah dipahami, Anda dapat menyimak artikel-artikel terbaru di media digital cakwar.com.

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions