Mantan Menteri Kehakiman China Tang Yijun Divonis Penjara Seumur Hidup atas Kasus Suap Rp330 Miliar

Vonis Berat untuk Pejabat Tinggi Tiongkok

Mantan Menteri Kehakiman Tiongkok, Tang Yijun, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh Pengadilan Rakyat Menengah Kota Xiamen, Provinsi Fujian. Putusan tersebut dijatuhkan setelah Tang terbukti menerima suap senilai 137 juta yuan, atau setara sekitar Rp330 miliar, dalam rangkaian praktik korupsi yang berlangsung selama lebih dari satu dekade.

Mengutip media pemerintah Tiongkok dan laporan Antara, Selasa (3/2/2026), Tang Yijun (64) dinyatakan menyalahgunakan jabatan serta pengaruhnya dalam berbagai posisi strategis sepanjang periode 2006 hingga 2022. Perbuatannya dinilai telah merugikan negara dan rakyat dalam skala yang sangat besar.

Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

Penyalahgunaan Jabatan di Banyak Posisi Strategis

Korupsi dari Daerah hingga Tingkat Nasional

Majelis hakim menyebut Tang menggunakan kewenangannya saat menjabat sejumlah posisi penting, termasuk sebagai Gubernur Provinsi Liaoning (2017–2020) dan Menteri Kehakiman China (2020–2023). Dalam kurun waktu tersebut, Tang terbukti memfasilitasi kepentingan sejumlah institusi dan individu dengan imbalan suap dalam jumlah fantastis.

Pengadilan mengungkap, praktik korupsi yang dilakukan Tang meliputi berbagai sektor strategis, antara lain penawaran saham perdana (IPO), pembelian kembali lahan, pemberian pinjaman bank, serta penanganan perkara hukum. Seluruh aktivitas tersebut dilakukan dengan memanfaatkan pengaruh politik dan kewenangan administratif yang ia miliki.

Sebagai balasan atas kemudahan tersebut, Tang menerima suap yang oleh pengadilan dikategorikan sebagai “sangat besar”, sehingga memperberat vonis yang dijatuhkan kepadanya.

Hukuman Penjara Seumur Hidup dan Penyitaan Aset

Hak Politik Dicabut, Aset Disita Negara

Dalam putusan yang dibacakan pada Senin (2/2/2026), pengadilan menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada Tang Yijun. Selain itu, ia juga dicabut seluruh hak politiknya seumur hidup, serta seluruh aset pribadinya disita untuk negara.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

👉Baca juga artikel tentang: Paulus Tannos Kembali Ajukan Praperadilan Kasus e-KTP, Gugat Status Tersangka KPK

Pengadilan juga memerintahkan aparat penegak hukum untuk terus mengejar sisa hasil kejahatan yang belum berhasil ditarik kembali. Majelis hakim menilai perbuatan Tang telah menyebabkan kerugian luar biasa besar dan merusak kepercayaan publik terhadap pemerintahan serta sistem hukum Tiongkok.

Rekam Jejak Karier Tang Yijun

Dari Kader Daerah hingga Menteri Kehakiman

Tang Yijun lahir di Provinsi Shandong dan memulai kariernya pada Juli 1977. Ia resmi bergabung dengan Partai Komunis Tiongkok (PKT) pada Oktober 1985. Sebagian besar karier awalnya dihabiskan di Provinsi Zhejiang, salah satu wilayah dengan dinamika politik dan ekonomi penting di China.

Di Zhejiang, Tang pernah menjabat sebagai Wakil Sekretaris Komite Kota Ningbo, Sekretaris Komisi Disiplin Kota, hingga Sekretaris Komite Politik dan Hukum Kota Ningbo. Ia juga sempat menjadi Ketua CPPCC Ningbo serta Anggota Komite Tetap Partai Provinsi Zhejiang.

Kariernya terus menanjak hingga pada awal 2017 ia dipindahkan ke Provinsi Liaoning, menjabat sebagai Wakil Sekretaris Komite Partai Provinsi dan kemudian Gubernur Provinsi Liaoning. Pada 2020, Tang mencapai puncak karier politiknya dengan diangkat sebagai Menteri Kehakiman Tiongkok.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

Awal Kejatuhan: Penyelidikan dan Pemecatan

Dikeluarkan dari Partai Komunis

Pada April 2024, Tang Yijun mulai diselidiki atas dugaan pelanggaran serius disiplin partai dan hukum negara. Enam bulan berselang, ia resmi dikeluarkan dari PKT dan diberhentikan dari seluruh jabatan publik.

Pada Februari 2025, jaksa penuntut resmi mendakwanya dalam perkara suap. Pengadilan kemudian menggelar sidang terbuka pada 11 September 2025, yang akhirnya berujung pada vonis penjara seumur hidup pada awal Februari 2026.

Kasus ini menjadi salah satu contoh paling mencolok dari kampanye antikorupsi China yang terus menargetkan pejabat tinggi, termasuk mereka yang pernah berada di lingkaran kekuasaan pusat.

Rekomendasi Cakwar.com: Serangan Drone Ukraina ke Belgorod Rusia Tewaskan Dua Warga Sipil, Konflik Kian Memanas

Pesan Keras dalam Kampanye Antikorupsi China

Vonis terhadap Tang Yijun dipandang sebagai peringatan keras bahwa tidak ada pejabat yang kebal hukum, sekalipun pernah menduduki jabatan strategis di tingkat nasional. Pemerintah Tiongkok menegaskan komitmennya untuk membersihkan birokrasi dan menegakkan disiplin partai tanpa pandang bulu.

Bagi publik internasional, kasus ini kembali menyoroti kerasnya sistem hukum China dalam menangani korupsi, sekaligus menjadi simbol ketatnya pengawasan terhadap elite politik.

Media sosial:

 

Penutup

Kasus Tang Yijun menegaskan bahwa praktik korupsi di level tertinggi pemerintahan dapat berujung pada hukuman paling berat. Vonis penjara seumur hidup dan penyitaan aset menjadi bukti nyata komitmen Tiongkok dalam menegakkan hukum dan menjaga kepercayaan publik.

Ikuti terus berita internasional, hukum, dan edukasi global terpercaya hanya di cakwar.com. Jadikan cakwar.com sebagai referensi utama untuk memahami isu-isu dunia secara mendalam dan berimbang.

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions