Napi Korupsi Kok Bisa Nongkrong di Kafe? DPR Sentil Dugaan Kolusi Petugas: “Jangan Sampai Hukum Ompong!”

Apa jadinya kalau hukum yang seharusnya bikin jera malah kelihatan seperti “formalitas” semata? Baru-baru ini, publik di Sulawesi Tenggara dibuat gempar dengan beredarnya informasi mengenai seorang narapidana kasus korupsi yang kedapatan asyik nongkrong di sebuah kedai kopi. Kejadian ini tentu bikin kita mengelus dada, apalagi bagi masyarakat yang taat aturan.

Bayangkan, seorang warga binaan yang seharusnya mendekam di balik jeruji besi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, justru terlihat santai menyesap kopi di tempat umum. Fenomena “napi pelancong” ini langsung memantik reaksi keras dari Senayan. Komisi XIII DPR RI bahkan mencium adanya aroma tidak sedap di balik kejadian ini.

Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

Masalah ini bukan sekadar soal secangkir kopi, tapi soal integritas sistem pemasyarakatan kita. Mengapa hal ini bisa terjadi? Apakah pengawasannya yang kendor, atau memang ada “main mata” di balik layar? Mari kita bedah bareng-bareng fakta di balik kasus yang lagi viral ini.

DPR Desak Usut Tuntas: Ada Indikasi Kerja Sama atau Kolusi?

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira, memberikan tanggapan yang sangat menohok. Menurutnya, peristiwa narapidana yang bisa berkeliaran di luar Rutan atau Lapas hanya mungkin terjadi apabila ada kerja sama atau kolusi dengan petugas. Tidak mungkin seorang napi bisa melenggang keluar begitu saja tanpa izin atau pengawalan yang “longgar”.

Andreas mendesak Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) untuk segera melakukan penelusuran mendalam. Penekanan utamanya bukan hanya pada warga binaannya, tapi terutama pada petugas Lapas yang memberikan celah tersebut. “Harus ditelusuri pada tingkatan mana izin khusus tersebut diberikan,” tegas politisi PDI Perjuangan ini.

Beliau juga menambahkan bahwa praktik seperti ini biasanya tidak lepas dari indikasi gratifikasi atau suap. Sudah menjadi rahasia umum bahwa dalam beberapa kasus, uang bisa “membeli” kebebasan sementara. Jika ini terbukti, Andreas menuntut sanksi tegas mulai dari petugas lapangan hingga Kepala Lapas (Kalapas) harus bertanggung jawab.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

Baca juga artikel tentang: Langkah Berani Giorgia Meloni: Italia Tangguhkan Kerja Sama Militer dengan Israel, Trump Langsung Berang!

Kronologi Napi Korupsi “Terciduk” di Coffee Shop Kendari

Tokoh utama dalam drama ini adalah Supriadi, seorang narapidana kasus korupsi pertambangan sekaligus mantan Kepala Syahbandar Kolaka. Seharusnya, ia menjalani masa hukuman 5 tahun penjara di Rutan Kelas II A Kendari. Namun, pada Selasa (14/4/2026), ia justru terlihat di sebuah kedai kopi di Jalan Abunawas, Kota Kendari.

Pihak Rutan Kelas II A Kendari melalui Plh Karutan, La Ode Mustakim, memberikan pembelaan. Katanya, Supriadi memang keluar secara resmi untuk menghadiri persidangan Peninjauan Kembali (PK) di Pengadilan Negeri Kendari. Namun, dalam perjalanan pulang, ia singgah di masjid untuk salat dan kemudian berakhir di kafe yang tak jauh dari lokasi.

Menariknya, di kafe tersebut Supriadi tertangkap kamera sedang bertemu dengan anggota Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IIA Kendari. Meski pihak KSOP membantah adanya kesengajaan dan menyebut pertemuan itu hanya “kebetulan” setelah salat berjamaah, publik tetap meragukan kebetulan yang terlalu pas tersebut.

Mengapa Publik Begitu Marah?

Kekecewaan publik sangat beralasan. Kasus korupsi adalah kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang merugikan negara dan rakyat banyak. Ketika pelakunya diberikan fasilitas “longgar” untuk bersosialisasi di luar rutan, rasa keadilan masyarakat terusik.

Tempat service Device Terbaik di Surabaya: 

 

Berikut adalah beberapa poin yang menjadi kegelisahan pembaca:

  • Ketidakadilan: Warga biasa yang melanggar aturan kecil saja dihukum tegas, sementara koruptor bisa “ngopi cantik”.
  • Lemahnya Pengawasan: SOP pengawalan tahanan yang keluar untuk keperluan sidang tampaknya sangat mudah disalahgunakan.
  • Integritas Institusi: Kejadian ini mencoreng nama baik Kemenkumham dan Ditjenpas di mata masyarakat internasional.

 

Rekomendasi Cakwar.com: Titik Terang di Teluk: AS dan Iran Menuju Kesepakatan Damai Sebelum Gencatan Senjata Berakhir!

Insight Praktis: Apa yang Harus Dilakukan Agar Kasus Ini Tak Terulang?

Sebagai masyarakat yang cerdas, kita perlu terus mengawal isu ini agar tidak menguap begitu saja. Beberapa solusi yang bisa ditawarkan adalah:

  1. Transparansi Digital: Penggunaan gelang GPS bagi narapidana yang sedang keluar untuk keperluan sidang agar pergerakannya terpantau real-time.
  2. Sanksi Tanpa Pandang Bulu: Copot jabatan petugas yang terbukti menerima gratifikasi agar ada efek jera bagi petugas lainnya.
  3. Laporan Masyarakat: Terus berikan pengawasan sosial. Jika melihat hal serupa, jangan ragu untuk memviralkan sebagai bentuk kontrol publik.

 

Media sosial:

 

Kesimpulan: Hukum Harus Tegak, Bukan Tebang Pilih

Kasus napi korupsi yang berkeliaran di Kendari ini adalah pengingat keras bahwa reformasi di tubuh Lapas dan Rutan masih memiliki banyak PR. Desakan dari Komisi XIII DPR untuk mengusut kasus ini secara transparan harus segera direalisasikan oleh Ditjenpas agar kepercayaan publik tidak semakin merosot.

Hukum tidak boleh menjadi ompong hanya karena godaan materi. Kita semua berharap agar proses hukum berjalan adil, dan siapa pun petugas yang terlibat dalam kerja sama atau kolusi ini segera mendapatkan ganjaran setimpal.

Untuk mendapatkan informasi terbaru dan ulasan menarik lainnya seputar isu sosial, kebijakan publik, dan berita terkini, Anda dapat membaca artikel lainnya di media digital cakwar.com.

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions