Siapa Intervensi Siapa? Polda Metro Jaya Sentil Pihak yang Ganggu Kasus Roy Suryo dan Dokter Tifa

Tensi panas seputar penanganan kasus dugaan penyebaran berita bohong terkait ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, tampaknya belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda. Sebaliknya, kasus hukum yang menjerat mantan Menpora Roy Suryo dan aktivis Dokter Tifa ini justru melebar menjadi arena saling sentil antar-tokoh hukum tanah air.

Bagi Anda yang selalu haus akan berita terkini seputar dinamika hukum dan politik nasional, perkembangan babak baru ini tentu memicu tanda tanya besar. Narasi di balik layar penyidikan mendadak menjadi sorotan tajam setelah muncul dugaan adanya upaya dari pihak luar untuk memengaruhi jalannya proses hukum.

Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

Ketegangan ini mencuat ke permukaan setelah pihak Polda Metro Jaya mengeluarkan pernyataan menohok mengenai adanya oknum tertentu yang dinilai mencoba menghambat penyidikan. Sontak saja, pernyataan bersayap tersebut langsung melahirkan spekulasi liar di tengah masyarakat: siapakah sosok “mantan pejabat” yang dimaksud oleh kepolisian?

Kritik Pedas Eks Wakapolri Oegroseno Soal Etika Penangkapan

Latar belakang perselisihan opini ini bermula dari komentar kritis yang dilayangkan oleh mantan Wakapolri, Komjen (Purn) Oegroseno. Sebagai tokoh senior di dunia korps kesatuan bhayangkara, Oegroseno secara terbuka mengkritik keras prosedur penangkapan yang dilakukan oleh tim penyidik terhadap Roy Suryo dan Dokter Tifa.

Menurut pandangan Oegroseno, tindakan aparat di lapangan dirasa kurang mengedepankan etika penegakan hukum yang humanis. Ia menyoroti beberapa poin kejanggalan, salah satunya adalah ketiadaan pemberitahuan atau koordinasi resmi kepada tim penasihat hukum tersangka sebelum penangkapan dieksekusi.

Lebih jauh lagi, Oegroseno juga menyayangkan tindakan tim penyidik yang berjumlah lebih dari lima orang karena dinilai merangsek masuk hingga ke area ruang privat domestik rumah tempat istri Roy Suryo berada. Ketika ditanya publik mengenai adanya indikasi intervensi kekuasaan dalam perkara ini, ia tidak menampik kemungkinan tersebut.

 

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

Baca juga artikel tentang: Sempat Padam Bergilir, Dirut PLN Pastikan Pasokan Listrik di Pulau Jawa Mulai Pulih Bertahap

“Sepertinya saya bisa mengatakan seperti itu ya. Karena dalam proses penangkapannya saja tidak menggunakan etika penegakan hukum atau etika penangkapan. Seorang penyidik dengan timnya masuk ke rumah, bahkan sampai ke area yang merupakan ruang privat istri Pak Roy, seorang perempuan?” cetus Oegroseno bernada heran.

Balasan Menohok Polda Metro: Kami Patuh KUHAP, Bukan Narasi Opini

Merespons gelombang kritik dari sang mantan petinggi polri tersebut, Polda Metro Jaya langsung memasang badan membela profesionalitas jajarannya. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, menegaskan bahwa seluruh langkah penindakan di lapangan sudah seratus persen berjalan di atas koridor hukum yang sah.

Iman menyatakan dengan tegas bahwa tim penyidik Ditreskrimum bekerja secara independen, objektif, dan sama sekali tidak berada di bawah tekanan atau kendali intervensi dari pihak luar. Namun, ia mengakui secara blak-blakan memang ada manuver dari luar yang sengaja dirancang untuk mengganggu konsentrasi penyidik.

“Kalau intervensi, saya kira lebih tepatnya ke mencoba menghalang-halangi atau mengganggu atau menghambat proses penyidikan ya,” jelas Iman saat memberikan keterangan di markas Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (22/6/2026).

Tempat service Device Terbaik di Surabaya: 

 

Sentilan Balik Polisi Terhadap Sosok Mantan Pejabat

Guna menjaga marwah penyidikan dari distorsi opini publik, Kombes Iman melemparkan sebuah sindiran halus namun tajam yang diduga kuat dialamatkan kepada pihak-pihak yang rajin melontarkan kritik di media:

  • Pernyataan Bersayap: Iman mengimbau masyarakat agar tidak mudah terombang-ambing oleh narasi dari luar, termasuk dari oknum yang disebutnya sebagai “mantan pejabat yang masih merasa menjadi pejabat”.
  • Komitmen KUHAP: Pihak kepolisian menegaskan bahwa status sosial atau masa lalu pemberi kritik tidak akan mengubah langkah hukum penyidik yang tetap tegak lurus berpedoman pada Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).
  • Fokus Perkara: Polisi meminta semua pihak menghormati proses hukum pidana yang berjalan dan tidak menggeser substansi perkara menjadi komoditas perdebatan politik.

Rekomendas Cakwar.com: Viral Cekcok di Jogja Marathon 2026, Ini Sosok Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono

Kejutan Berkas Dakwaan: Jaksa Gugurkan Tiga Laporan Lain

Di tengah riuhnya adu argumen prosedur penangkapan, tim penasihat hukum Roy Suryo dan Dokter Tifa, Ahmad Ghafur Sangadji, membeberkan fakta baru yang cukup mengejutkan terkait draf berkas dakwaan kliennya pasca-pelimpahan di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Ghafur mengungkapkan bahwa dalam proses persidangan nanti, kliennya dipastikan akan didakwa menggunakan Pasal 433 KUHP terkait pencemaran nama baik dan Pasal 434 KUHP (sebelumnya Pasal 311) mengenai fitnah. Namun, poin paling krusial yang digarisbawahi oleh tim hukum adalah mengenai basis dasar pelaporan.

Media Sosial:

iJOE – Spesialis Service Apple iPhone & MacBook

Forto Service HP Surabaya

 

Berdasarkan hasil penelitian berkas perkara, pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) ternyata secara resmi menggugurkan tiga laporan polisi lain yang sebelumnya dilayangkan oleh kelompok masyarakat, yakni laporan dari Lecumanan, Maret Sueken, dan Andi Kurniawan dari Peradi Bersatu. Jaksa menganggap ketiga laporan tersebut tidak berlaku berdasarkan mekanisme P-19. Dengan kata lain, satu-satunya landasan hukum yang digunakan jaksa untuk menyeret Roy Suryo dan Dokter Tifa ke meja hijau murni hanya menggunakan Laporan Polisi (LP) yang dilayangkan langsung oleh Joko Widodo.

Momen Dramatis Pelimpahan Tahap II di Kejari Jaksel

Proses hukum ini akhirnya resmi bergeser dari kepolisian ke kejaksaan setelah kedua tersangka tiba di Gedung Kejari Jakarta Selatan pada Senin pagi menggunakan mobil tahanan (Tahti) bodi hitam milik Polda Metro Jaya. Kehadiran dua tokoh ini langsung disambut riuh oleh para pendukung yang sudah menunggu di lokasi.

Suasana sempat berubah dramatis ketika Dokter Tifa turun dari mobil dengan mengenakan rompi tahanan berwarna oranye khas kejaksaan dengan kedua pergelangan tangan terikat kabel tis berwarna merah secara longgar. Sembari dikawal ketat oleh dua polisi wanita (polwan), Tifa secara lantang meneriakkan kalimat zikir ke udara: “Hasbunallah wa ni’mal wakil!” di hadapan simpatisannya.

Tidak hanya berzikir, Dokter Tifa juga sempat melemparkan senyum dan mengacungkan jari telunjuk serta jari tengahnya membentuk simbol peace atau damai sebagai pesan bahwa dirinya dalam kondisi mental yang tegap. Tepat di belakangnya, Roy Suryo juga tampak digiring dengan kawalan ketat petugas memasuki pintu utama gedung kejaksaan untuk merampungkan proses administrasi sebelum draf dakwaan resmi diserahkan ke pengadilan.

Untuk mendapatkan informasi terbaru dan ulasan menarik lainnya seputar isu sosial, kebijakan publik, dan berita terkini, Anda dapat membaca artikel lainnya di cakwar.comUntuk mendapatkan informasi terbaru dan ulasan menarik lainnya seputar isu sosial, kebijakan publik, dan berita terkini, Anda dapat membaca artikel lainnya di cakwar.com,” dan “jika apple anda bermasalah apapun variannya forto solusinya dan dapatkan berita terkini tentang handphone android agar tidak ketinggalan informasi teknologi terbaru” jika pembaca mencari informasi berita terkini tentang politik dalam dan luar negeri, pendidikan, teknologi, wisata, olah raga, kuliner, musik, militer dan lain-lain.  informasi berita terkini tentang politik dalam dan luar negeri, pendidikan, teknologi, wisata, olah raga, kuliner, musik, militer dan lain-lain.  

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions