Waspada “Sanjungan” Donald Trump! Hikmahanto Juwana dan Andi Widjajanto Ingatkan Indonesia Jaga Harga Diri Bangsa

Halo Sobat cakwar.com! Pernah nggak sih kamu merasa dunia sekarang lagi hobi banget “adu otot”? Terutama kalau kita bicara soal hubungan antara negara besar seperti Amerika Serikat dengan negara-negara berkembang seperti kita. Nah, isu panas ini baru saja dikuliti habis dalam peringatan 71 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) di Sekolah Partai PDI Perjuangan (18/4/2026).

Dua tokoh besar, pakar hukum internasional Hikmahanto Juwana dan pakar geopolitik Andi Widjajanto, memberikan peringatan keras. Mereka melihat ada gaya kepemimpinan global yang makin transaksional, terutama sejak kembalinya Donald Trump ke panggung kekuasaan. Trump dianggap sangat lihai mengeksploitasi kedigdayaan AS, mulai dari tarif dagang yang mencekik sampai kekuatan militer yang bikin ciut.

Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

Bagi kamu yang mengikuti isu politik luar negeri, ini bukan sekadar berita biasa. Ini soal bagaimana Indonesia tetap berdiri tegak tanpa harus jadi “pengikut” yang hanya bisa mengangguk. Yuk, kita simak apa saja poin penting yang bikin kita harus tetap waspada!

Jangan Terbuai Sanjungan: Hikmahanto Soroti Eksploitasi Trump

Hikmahanto Juwana secara blak-blakan menyoroti kembalinya gaya kepemimpinan Donald Trump yang sangat ego-sentris. Trump dianggap secara terang-terangan melanggar prinsip-prinsip Dasasila Bandung yang menjunjung tinggi hukum internasional dan moralitas bersama.

Bayangkan saja, Trump pernah berujar bahwa ia tidak butuh hukum internasional untuk menentukan kapan perang harus berhenti. Baginya, moralitas pribadinya adalah hukum tertinggi. Hikmahanto menilai ini adalah ancaman nyata bagi kedaulatan negara lain, termasuk Indonesia, karena kerja sama yang ditawarkan sering kali bersifat menekan.

Hikmahanto juga menantang keberanian pemerintah kita:

  • Intervensi Asing: Beliau mencontohkan campur tangan AS di Venezuela dan Iran sebagai bukti nyata pengabaian kedaulatan.
  • Belajar dari Tetangga: Malaysia dipuji karena berani bersikap tegas terhadap tekanan AS. Pertanyaannya, beranikah kita melakukan hal yang sama?

Sanjungan Beracun: Hikmahanto berharap pemerintah tidak gampang “mabuk” saat dipuji oleh Trump, karena di balik pujian biasanya ada kepentingan yang menggerus kedaulatan.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

Baca juga artikel tentang:  Anggaran Melejit Rp171 Triliun, KPK Endus Potensi Konflik Kepentingan di Program Makan Bergizi Gratis!

Risiko Laut Jawa dan “Ancaman” Maritim Tanpa UNCLOS

Berpindah ke sisi teknis yang nggak kalah menyeramkan, Andi Widjajanto membawa perspektif maritim. Kamu tahu nggak kalau wilayah laut kita itu luasnya naik tujuh kali lipat berkat Deklarasi Juanda? Nah, aset luar biasa ini sekarang punya risiko besar karena perbedaan interpretasi hukum.

Masalah utamanya adalah: Amerika Serikat hingga saat ini belum meratifikasi UNCLOS 1982 (Konvensi Hukum Laut PBB). Bagi AS, karena mereka nggak terikat UNCLOS, perairan seperti Laut Jawa bisa saja diklaim sebagai laut internasional di mana mereka bebas bermanuver. Wah, bahaya banget kan kalau halaman rumah kita dianggap jalan umum oleh orang luar?

Andi juga memperingatkan soal isu blanket overflight clearance atau izin ruang udara. Jika Indonesia merujuk pada Konvensi Chicago 1944, langit kita adalah milik kita sepenuhnya. Tapi tanpa kesepakatan hukum yang sama dengan negara besar, ruang udara kita rentan diklaim sebagai ruang bebas untuk militer asing.

Tempat service Device Terbaik di Surabaya: 

 

Dasasila Bandung: Solusi Dunia yang Sudah Ada Sejak 1955

Menariknya, Andi Widjajanto menceritakan pengalamannya di World Government Summit Dubai, Februari 2026. Di sana, ia bertemu Presiden Kosovo yang sedang bingung mencari bentuk kerja sama baru yang adil. Ternyata, solusinya sudah ada di Dasasila Bandung yang kita ciptakan puluhan tahun lalu!

Dunia internasional sebenarnya rindu dengan prinsip kebebasan dan demokrasi yang berimbang, bukan yang dipaksakan oleh satu kekuatan besar. Dasasila Bandung terbukti masih sangat relevan untuk menjaga agar Indonesia tidak menjadi bangsa yang gamang di tengah rivalitas kekuatan besar dunia yang makin anarkis.

Rekomendasi Cakwar.com: Terjebak di Layar Kunci: Dampak Lupa Password Apple ID dan Cara Mencegah ‘Brick’ Permanen

Andi juga mengingatkan bahwa kedaulatan itu butuh aksi nyata, bukan cuma omong kosong. Ia mencontohkan bagaimana di era Megawati Soekarnoputri, Indonesia berhasil melunasi utang Konferensi Meja Bundar (KMB) yang sudah membelenggu ekonomi kita sejak zaman Bung Karno. Itulah kedaulatan ekonomi yang sesungguhnya!

Insight Praktis: Apa yang Harus Dilakukan Indonesia?

Agar kedaulatan kita tetap aman di tengah tekanan Donald Trump dan isu maritim, berikut beberapa langkah strategis:

  1. Konsistensi Politik Bebas Aktif: Jangan memihak secara ekstrem pada salah satu blok agar kita tetap punya daya tawar.
  2. Perkuat Diplomasi Maritim: Terus desak negara besar untuk menghormati UNCLOS 1982 meski mereka belum meratifikasinya.
  3. Kemandirian Ekonomi: Semakin kecil ketergantungan utang kita pada lembaga asing, semakin berani kita bersikap tegas di panggung dunia.

 

Media sosial:

 

Kesimpulan: Kedaulatan Bukan Untuk Dijual

Kritik dari Hikmahanto Juwana dan peringatan Andi Widjajanto adalah pengingat bahwa Indonesia harus punya “tulang punggung” yang kuat. Kita tidak boleh membiarkan kedigdayaan militer atau tarif dagang AS mendikte langkah bangsa kita.

Dasasila Bandung adalah warisan yang harus kita jaga dan praktikkan, bukan cuma jadi pajangan di museum sejarah. Dengan tetap waspada terhadap eksploitasi gaya baru, kita bisa memastikan bahwa langit dan laut Indonesia tetap menjadi milik penuh rakyat Indonesia.

Untuk mendapatkan informasi terbaru dan ulasan menarik lainnya seputar isu sosial, kebijakan publik, dan berita terkini, Anda dapat membaca artikel lainnya di cakwar.com.

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions