Halo Sobat cakwar.com! Lagi-lagi urusan “orang pajak” bikin heboh publik. Kali ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang tancap gas mendalami dugaan aliran dana gratifikasi yang menjerat mantan pejabat teras Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak, Mohamad Haniv (MH).
Bayangkan saja, total gratifikasi yang diduga masuk ke kantongnya mencapai angka yang bikin pusing tujuh keliling: Rp21,56 miliar! Angka ini bukan sekadar angka di atas kertas, tapi hasil akumulasi dari berbagai modus licin yang dilakukan selama bertahun-tahun saat ia menjabat posisi strategis.
Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya
Pada Kamis (7/5/2026), penyidik KPK memanggil tiga orang staf dari perusahaan penukaran uang (money changer) PT Matauang Multivalas Mandiri. Mereka adalah Roland Wijaya, Indah Purnamasari, dan Soleman. Ketiganya diperiksa di Gedung Merah Putih untuk melacak jejak transaksi valas yang diduga menjadi “pintu masuk” dana siluman tersangka. Yuk, kita bedah modusnya satu per satu!
Dari Banten ke Jakarta: Kekuasaan yang Disalahgunakan
Sobat Cakwar, karier Mohamad Haniv sebenarnya sangat mentereng. Dalam periode 2011 hingga 2018, ia menduduki posisi kunci sebagai Kepala Kanwil DJP Provinsi Banten hingga Kepala Kanwil DJP Jakarta Khusus. Sayangnya, posisi strategis ini diduga malah dijadikan alat untuk memuluskan kepentingan pribadi dan usaha keluarga.
Artikel Lainnya:
KPK menetapkan Haniv sebagai tersangka sejak Februari 2025 lalu. Ia disangkakan melanggar Pasal 12 B UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Penyelidikan mengungkap bahwa Haniv diduga sudah “bermain” cukup lama, terutama dengan memanfaatkan koneksinya untuk mendapatkan pundi-pundi uang secara ilegal.
Modus Valas dan Deposito Atas Nama Orang Lain
Nah, ini dia bagian yang menarik untuk disimak. Untuk menyamarkan aliran uangnya, Haniv diduga menggunakan skema yang cukup rapi:
Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya
Baca juga artikel tentang: Eks Kabais TNI Turun Tangan! Soleman Ponto Bedah Standar Operasi Intelijen di Sidang Kasus Air Keras Andrie Yunus
Hasil pelacakan KPK menunjukkan bahwa dana yang akhirnya “cair” kembali ke rekening Haniv dari skema deposito ini mencapai Rp14,08 miliar. Benar-benar teknik “cuci uang” yang butuh ketelitian tinggi dari penyidik untuk membongkarnya.
Paling Unik: Sponsorship Fashion Show Anak Kandung
Kalau dua modus di atas terdengar teknis banget, yang satu ini agak lain daripada yang lain. Haniv diduga memanfaatkan jabatannya untuk mencarikan dana sponsorship bagi bisnis fashion milik anak kandungnya, Feby Paramita.
Merek busana pria bernama FH POUR HOMME tersebut menggelar kegiatan pada Desember 2016. Haniv diduga mengirimkan email kepada bawahannya, meminta mereka mencarikan dana dari para wajib pajak yang sedang ia tangani. Hasilnya? Terkumpul sekitar Rp804 juta.
Tempat service Device Terbaik di Surabaya:
Menariknya, perusahaan-perusahaan wajib pajak yang menyetor uang tersebut mengaku sama sekali tidak mendapatkan keuntungan promosi atau eksposur apa pun. Jelas banget kan, pemberian uang ini bukan karena tertarik pada desain bajunya, tapi lebih karena “takut” atau ingin cari muka di depan pejabat pajak.
Rekomendasi Cakwar.com: Nyanyian Jaksa di Sidang Tipikor: KPK Buka Peluang Usut Keterlibatan Dirjen Bea Cukai dalam Skandal Suap PT Blueray
Insight Praktis: Apa yang Bisa Kita Pelajari?
Kasus ini memberikan kita beberapa poin edukasi penting sebagai warga negara:
Media sosial:
Kesimpulan: Pencarian Aset Terus Berlanjut
Saat ini, KPK masih fokus melakukan pelacakan aset (asset tracing) milik Mohamad Haniv. Tujuannya jelas: untuk memaksimalkan pengembalian kerugian negara. Nilai Rp21,56 miliar itu bukan uang kecil, dan publik tentu berharap uang tersebut bisa kembali ke kas negara untuk pembangunan.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa sepandai-pandainya menyimpan “bangkai”, baunya pasti akan tercium juga, apalagi jika sudah berurusan dengan radar tajam penyidik KPK. Kita kawal terus persidangannya agar keadilan tetap tegak!
Untuk mendapatkan informasi terbaru dan ulasan menarik lainnya seputar isu sosial, kebijakan publik, dan berita terkini, Anda dapat membaca artikel lainnya di cakwar.com.
Prabowo Sebut ‘Londo Ireng’, Ray Rangkuti Desak DPR Bersikap, Ini Ulasan Politiknya August 6, 2026 Rahmat Yanuar Pernyataan bernada tajam dari panggung politik nasional kembali memicu ruang publik tanah air....
Read MoreMAKI Soroti Penahanan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tanpa Rompi Pink August 6, 2026 Rahmat Yanuar Kabar penegakan hukum di tanah air kembali menghiasi halaman utama berita nasional. Proses penahanan mantan...
Read MoreFebrie Adriansyah Ditahan, Mengapa Tanpa Rompi Pink? Ini Penjelasan dan Faktanya August 6, 2026 Rahmat Yanuar Penegakan hukum kasus korupsi di tanah air kembali menghadirkan pemandangan yang menarik perhatian publik...
Read MoreBabak Baru Kasus Febrie Adriansyah, Rencana Praperadilan Penyitaan Emas dan Uang Tunai Jadi Sorotan August 6, 2026 Rahmat Yanuar Dinamika hukum kasus dugaan korupsi serta Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)...
Read MoreBaterai Apple Watch Cepat Boros? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya August 6, 2026 Rahmat Yanuar Baru beli Apple Watch belum ada sebulan, tetapi kapasitas maksimal baterai (Battery Health) di menu...
Read MoreFace ID iPhone Tidak Mengenali Wajah? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya August 6, 2026 Rahmat Yanuar Buka HP di pagi hari sambil pasang muka bantal, eh iPhone malah nolak unlock...
Read MoreiMac Kesayangan Makin Lemot? Waspadai 6 Kebiasaan Sepele Ini yang Bikin Performa iMac Drop July 24, 2026 Rahmat Yanuar Meringis melihat ikon rainbow ball (spinning beach ball) berputar-putar tanpa henti...
Read MoreCuma Buka Browser tapi MacBook Panas Membara? Ini 5 Pemicu Tersembunyi July 24, 2026 Rahmat Yanuar Lagi asyik santai sambil membuka beberapa tab di peramban web untuk membaca berita politik...
Read More
© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions