Tensi Tinggi di Jakarta: Kronologi Adu Mulut Kabag Ops Polres Jakpus dengan Mahasiswa UI

Suasana di pusat ibu kota kembali memanas dan menguras emosi. Pada Jumat sore, 12 Juni 2026, aksi demonstrasi di kawasan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, yang awalnya berjalan tertib menyuarakan aspirasi rakyat, mendadak diwarnai oleh insiden ketegangan fisik berskala kecil. Gesekan psikologis kali ini melibatkan langsung perwira tinggi pengaman wilayah dengan salah satu elemen massa.

Sebuah insiden adu mulut yang cukup sengit tidak dapat terhindarkan antara Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Ashabul Kahfi, dengan seorang oknum mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI). Ketegangan ini terjadi tepat di tengah kepungan ribuan massa yang sedang berkerumun padat memenuhi seluruh ruas jalan protokol utama.

Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

Bagi Anda yang sedang memantau situasi dinamika sosial politik di ibu kota, momen sengit seperti ini memperlihatkan betapa tipisnya batas kesabaran di lapangan ketika tekanan massa bertemu dengan lelahnya tugas pengamanan. Mari kita bedah bersama bagaimana kronologi awal mula terjadinya gesekan panas di atas aspal Jakarta ini.

Kronologi Awal: Terjebaknya Dua Mobil Sipil di Tengah Kerumunan Massa

Insiden adu argumen yang melibatkan ketegangan emosi ini sebenarnya dipicu oleh sebuah kejadian yang tergolong sepele di jalan raya. Di tengah riuhnya kepulan asap dan suara orasi, terdapat dua unit mobil pribadi masing-masing berwarna silver dan hitam yang mendadak terjebak mati di tengah-tengah kepungan barisan massa aksi.

Melihat ada pengguna jalan yang terjebak, sebagian besar mahasiswa yang berjiwa besar sebenarnya berinisiatif untuk memberikan ruang. Dengan sigap, massa membantu mengurai barisan sehingga mobil berwarna silver berhasil dievakuasi keluar dari kerumunan dengan aman tanpa mengalami lecet sedikit pun.

Namun, kendala muncul ketika mobil kedua yang berjenis SUV hitam mencoba untuk ikut melintas keluar. Ukuran bodi mobil yang cukup besar membuat proses evakuasi berjalan lambat, sementara di sisi lain, massa aksi terus merapatkan barisan sembari tetap meneriakkan bait-bait orasi perjuangan mereka melalui pelantang suara.

 

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

Baca juga artikel tentang: Aksi Ribuan Mahasiswa di Jakarta Memanas, Polisi Amankan Penyusup Bersenjata Bom Molotov

Detik-Detik Provokasi Jari Tengah dan Sorakan Massa ke Petugas

Di tengah kepungan yang padat tersebut, riuh suara peringatan mulai bergema dari barisan korlap untuk mengantisipasi adanya penyusup. “Hati-hati, hati-hati, hati-hati provokasi!” teriak sejumlah mahasiswa yang berada di lokasi guna menenangkan situasi agar tetap kondusif.

Di saat yang bersamaan, seorang perempuan sipil di lokasi juga berteriak meminta agar massa memberikan ruang gerak bagi mobil SUV hitam tersebut. “Bukain jalan, dia rakyat sipil, bukain!” serunya. Mendengar hal itu, Kabag Ops Kabag Ops Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Ashabul Kahfi, langsung turun tangan merangsek ke kerumunan untuk membantu mengawal mobil tersebut.

KRONOLOGI ESKALASI KETEGANGAAN DI LAPANGAN     

Mobil SUV Hitam Terjebak  Dievakuasi AKBP Kahfi & Massa

(Suhu Memanas)

Aksi Sorakan “Woo!” Massa Menyoraki Petugas    

Provokasi Jari Tengah Oknum Wanita Mengarah ke Wajah

Adu Mulut Memuncak      Mahasiswa UI Berambut Ikal  

Sayangnya, kehadiran AKBP Kahfi di tengah kerumunan justru direspons negatif oleh sebagian massa yang emosinya sudah tersulut sejak siang. “Woo!” teriak massa secara kompak menyoraki perwira tersebut. Merespons sorakan miring itu, AKBP Kahfi spontan mengangkat kedua tangannya ke atas sembari berteriak, “Woo. Allahuakbar!”

Situasi semakin tidak terkendali ketika seorang perempuan tak dikenal mendadak merangsek maju dan nekat mengacungkan jari tengah tepat ke arah wajah AKBP Kahfi. Merasa martabatnya dilecehkan saat menjalankan tugas negara, perwira menengah ini pun lantas tidak terima atas perlakuan tidak sopan perempuan itu.

Tempat service Device Terbaik di Surabaya: 

 

Dia kemudian menegur keras dan meminta agar perempuan itu menjaga etika kesopanan di ruang publik. “Jangan begitu lah, tidak bagus kayak gitu,” kata AKBP Kahfi dengan nada menahan amarah kepada perempuan tersebut sebelum akhirnya perempuan itu memilih pergi menghilang di balik kerumunan.

Konflik Memuncak: Adu Mulut Sengit dengan Mahasiswa UI Berbaju Almamater

Ternyata, drama ketegangan di bawah terik matahari sore itu belum berakhir sampai di situ. Sesaat setelah perempuan pengacung jari tengah itu pergi, AKBP Kahfi tiba-tiba didatangi oleh seorang adu mulut polisi mahasiswa UI berkacamata dan berambut ikal, yang langsung memicu adu argumen dalam jarak dekat.

Meskipun suara bising knalpot dan orasi membuat sebagian percakapan mereka tidak terdengar utuh oleh awak media, AKBP Kahfi menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki urusan pribadi dengan mahasiswa tersebut. “Gua nggak ada urusan sama lo!” cetus AKBP Kahfi sembari memalingkan badan untuk lanjut mengevakuasi mobil hitam.

Rekomendasi Cakwar.com: Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa di Kawasan Jalan Jenderal Sudirman Memanas, Barikade Jebol di Jam Pulang Kerja

Namun, mahasiswa UI tersebut tampak tidak puas dan kembali menghampiri serta menegur sikap sang perwira. “Bro, lu nggak usah banyak gaya bro,” kata mahasiswa tersebut dengan nada menantang. Mendengar kalimat itu, tensi emosi AKBP Kahfi pun langsung tersulut naik ke titik tertinggi.

“Gua nggak banyak gaya. Gua marah,” timpal AKBP Kahfi dengan tegas. Beliau kemudian menantang balik agar massa meluapkan seluruh kekesalan dan emosi mereka langsung kepadanya jika merasa tidak puas dengan pengamanan. “Lho kita marah sama Bapak,” jawab mahasiswa tersebut. “Ya sudah silahkan marahin. Marahin gua nggak apa-apa,” balas AKBP Kahfi memotong pembicaraan.

Setelah adu argumen panas tersebut mereda, AKBP Kahfi memilih bersikap profesional dengan kembali melanjutkan tugas utamanya membantu pengendara mobil hitam keluar dari jebakan kemacetan. Hingga artikel ini diturunkan, sisa-sisa ketegangan masih terasa di sepanjang jalur Thamrin walau aksi tetap berjalan dalam koridor kondusif.

Suara dari Kampus: Membedah Lima Tuntutan Utama Kritikan Pemerintah

Di balik insiden gesekan fisik yang terjadi antara petugas dan mahasiswa di lapangan, ada substansi perjuangan yang jauh lebih besar. Sebelum aksi turun ke jalan ini digelar, Ketua BEM UI, Yatalathof Mas’hum Imawan alias Athof, sempat membeberkan alasan mendasar mengapa gerakan moral ini terpaksa harus dilakukan secara masif.

Media sosial:

 

Athof mengecam keras sikap jajaran kementerian yang dinilainya menutup mata dari realita pahit yang mencekik kehidupan ekonomi masyarakat kecil. Pemerintah dianggap hanya sibuk berpuas diri melihat angka pertumbuhan ekonomi yang bagus di atas kertas, tanpa peduli pada fakta kesejahteraan riil di lapangan.

“Harga beras naik, lapangan kerja menyempit, rakyat sekarat dihajar pajak. Dan pemerintah? Sibuk memoles citra sambil membagi proyek kepada kroni,” cetus Athof dengan nada sarkas pada Kamis (11/6/2026).

Sebagai bentuk kristalisasi dari rasa frustrasi masyarakat yang aspirasi akademisnya kerap diabaikan lewat jalur audiensi formal, aliansi mahasiswa kali ini kompak membawa lima tuntutan kritikan pemerintah yang bersifat harga mati, antara lain:

  1. Setop Pemborosan APBN: Mendesak dihentikannya alokasi dana untuk proyek-proyek mercusuar yang tidak berdampak pada hajat hidup orang banyak.
  2. Turunkan Harga Pokok & BBM: Meminta pemerintah menjamin stabilitas harga pangan dasar serta membatalkan regulasi kenaikan harga BBM.
  3. Hentikan Program MBG: Menuntut pembatalan program Makan Bergizi Gratis karena dinilai berpotensi membebani ruang fiskal negara.
  4. Batalkan Koperasi Desa Merah Putih: Menolak pembangunan proyek koperasi tersebut yang dinilai kurang transparan dalam pengelolaannya.
  5. Hentikan Militerisme Sipil: Mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk menghentikan praktik intimidasi aparat di ruang sipil serta secara ksatria mengakui kesalahan arah kebijakan pemerintah.

Untuk mendapatkan informasi terbaru dan ulasan menarik lainnya seputar isu sosial, kebijakan publik, dan berita terkini, Anda dapat membaca artikel lainnya di cakwar.com.

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions