Rencana aksi massa pada 3 September 2024 di Surabaya akhirnya dibatalkan. Keputusan ini muncul setelah kerusuhan besar yang terjadi pada 31 Agustus, di mana Gedung Negara Grahadi terbakar, beberapa pos polisi dirusak, dan situasi kota sempat mencekam.
Sebelumnya, aksi ini disebut sebagai bentuk “Rakyat Menggugat” dengan sejumlah tuntutan yang cukup keras, mulai dari desakan agar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mundur, penolakan pajak yang memberatkan, desakan pengusutan kasus korupsi dana hibah, hingga penghapusan pungutan liar (pungli) yang marak di berbagai sektor.
Namun, melihat eskalasi pada 31 Agustus, banyak pihak menilai jika demo 3 September tetap digelar, hal itu bisa memicu ketakutan warga Jawa Timur, khususnya masyarakat Surabaya.
1. Tuntutan Khofifah Mundur
Salah satu isu paling panas adalah tuntutan agar Khofifah mundur dari jabatannya. Menurut sebagian netizen, aksi ini lahir dari kekecewaan masyarakat terhadap kepemimpinan Khofifah yang dianggap belum menjawab keresahan publik. Isu ini cukup menyebar luas di media sosial, meski tidak semua pihak sepakat. Ada yang menilai tuntutan mundur terlalu berlebihan, sementara yang lain menganggapnya sah-sah saja sebagai bentuk kritik demokratis.
Artikel Terkait :
Artikel Rekomendasi Cakwar.com :
2. Isu Pajak yang Memberatkan
Selain soal politik, netizen juga ramai membahas pajak yang dianggap semakin menekan rakyat kecil. Isu pajak ini sebenarnya sudah lama jadi perbincangan, terutama setelah muncul keluhan pedagang kecil hingga pelaku UMKM. Menurut sebagian masyarakat, kebijakan pajak yang tidak tepat sasaran membuat ekonomi rakyat makin sulit. Inilah yang membuat pajak jadi salah satu poin tuntutan aksi “Rakyat Menggugat”.
3. Korupsi Dana Hibah
Tuntutan berikutnya adalah soal kasus korupsi dana hibah. Publik menilai kasus ini seperti “gunung es” karena nilainya besar dan diduga melibatkan banyak pihak. Netizen beranggapan, jika kasus ini benar-benar diusut tuntas, bisa membuka borok birokrasi yang selama ini tersembunyi. Karena itu, mereka mendorong agar aparat hukum serius menyelesaikan kasus dana hibah agar kepercayaan rakyat kembali pulih.
4. Penghapusan Pungli
Tidak kalah penting, ada juga desakan agar praktik pungutan liar (pungli) dihapus. Netizen menyebut pungli sudah menjadi penyakit menahun di banyak sektor pelayanan publik. Mulai dari pengurusan administrasi, hingga hal-hal kecil yang seharusnya gratis. Aksi 3 September awalnya ditujukan untuk menekan pemerintah agar benar-benar menindak praktik pungli, bukan sekadar wacana.
5. Kekhawatiran Pasca Kerusuhan 31 Agustus
Meski tuntutannya dianggap mewakili keresahan rakyat, kerusuhan 31 Agustus membuat situasi berbalik. Pembakaran Gedung Negara Grahadi dan pos polisi menimbulkan ketakutan bagi masyarakat umum. Banyak yang khawatir jika demo 3 September dilanjutkan, hal itu hanya akan memperparah trauma warga Surabaya.
Sejumlah netizen menyebut, pembatalan aksi ini mungkin langkah terbaik sementara waktu. Ada yang berpendapat perjuangan rakyat tetap bisa dilanjutkan lewat jalur hukum, advokasi, maupun gerakan damai tanpa anarkisme.
Kesimpulan
Rencana demo 3 September di Surabaya dibatalkan bukan tanpa alasan. Meski tuntutan masyarakat tentang Khofifah mundur, pajak, korupsi hibah, dan pungli masih relevan, eskalasi kerusuhan sebelumnya membuat aksi ini terlalu berisiko.
Netizen terbelah dalam menyikapi pembatalan ini. Ada yang kecewa karena aspirasi rakyat batal tersampaikan di jalanan, namun ada juga yang lega karena keamanan warga Surabaya tetap terjaga.
Yang jelas, isu-isu yang diangkat lewat “Rakyat Menggugat” masih jadi PR besar bagi pemerintah Jawa Timur. Publik berharap masalah ini tidak berhenti hanya karena demo dibatalkan, tetapi benar-benar ditindaklanjuti demi kesejahteraan rakyat.
Baca artikel menarik lainya:
Lagu Kritik Sosial Noirna: “Kalau Mau Rakyat Tenang” hingga “Artis Senayan” Jadi Suara Rakyat
PWI Jaya Sayangkan Tudingan ‘Londo Ireng’ terhadap Jurnalis, Ini Ulasannya August 19, 2026 R.Y. Fajri Dinamika politik di tanah air kembali menghangat dan memicu perhatian publik nasional. Penggunaan frasa bernada...
Read MoreEmas 74 Kg Febrie Adriansyah: Bantahan Kepemilikan dan Fakta yang Masih Jadi Sorotan August 19, 2026 R.Y. Fajri Perkembangan sidang praperadilan yang melibatkan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah tengah menjadi sorotan...
Read MoreLayar HP Pecah? Jangan Paksa Pasang LCD Baru di Frame Bengkok, Ini Alasannya August 19, 2026 R.Y. Fajri Bayangkan seorang ahli bedah yang nekat memasang gips lurus pada kaki pasien...
Read MoreHP Tidak Mau Dicas? Jangan Langsung Ganti Baterai, Ternyata Thermistor NTC Bisa Jadi Penyebabnya August 19, 2026 R.Y. Fajri Bayangkan Anda baru saja melangkah masuk ke dalam ruangan ber-AC yang...
Read MoreTanda-Tanda iMac Perlu Dicek Sebelum Terjadi Kerusakan Lebih Parah August 19, 2026 R.Y. Fajri Apakah iMac kesayangan di meja kerja Anda belakangan ini sering mengeluarkan suara dengungan kipas yang sangat...
Read MoreiPhone Rusak Mendadak? Ini yang Harus Dilakukan Sebelum Membawanya ke Tempat Servis August 19, 2026 R.Y. Fajri Pernahkah Anda berada di situasi krusial ketika sedang dikejar deadline pekerjaan, menyiapkan presentasi penting,...
Read MoreMacBook Cepat Panas dan Kipas Berisik? Cek Penyebabnya Sebelum Terlanjur Servis Mahal August 19, 2026 R.Y. Fajri Baru saja membuka beberapa tab peramban untuk membaca berita harian atau mengerjakan tugas...
Read MoreiMac Mati Mendadak Saat Digunakan? Cek Penyebabnya Sebelum Terlanjur Servis Mahal August 18, 2026 R.Y. Fajri Bayangkan skenario ini: Anda sedang fokus mengedit video, merancang desain grafis, atau menyusun laporan...
Read More
© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions