Menjadi Beking Bandar Narkoba, Eks Kasat Resnarkoba Kubar AKP Deky Jonathan Sasiang Resmi Dipecat dan Seret Kasus TPPU ke Jakarta!

Halo Sobat cakwar.com! Kalau kita bicara soal penegakan hukum dan institusi kepolisian, berita terkini yang satu ini pasti bakal bikin lo mengelus dada sekaligus geleng-geleng kepala. Ibarat pagar makan tanaman, seorang oknum perwira polisi yang seharusnya berada di garis terdepan untuk memberantas peredaran barang haram, justru malah asyik menjadi pelindung di balik bayang-bayang bandar besar.

Kasus memilukan ini datang dari wilayah Kalimantan Timur. Mantan Kasat Reserse Narkoba Polres Kutai Barat (Kubar), AKP Deky Jonathan Sasiang, resmi menerima pil pahit berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) alias dipecat dari korps Bhayangkara. Sanksi berat ini dijatuhkan setelah dirinya menjalani sidang kode etik profesi yang mendalam.

Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

Tak berhenti sampai di situ, setelah status seragamnya copot, aparat dari Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri langsung bergerak cepat menciduknya. Pada Senin (18/5/2026), AKP Deky resmi dibawa terbang menuju Jakarta untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di ranah pidana. Yuk, kita bedah kronologi dan intrik kotor di balik kasus ini!

Modus Operandi: Menjadikan Kasus Tangkapan Sebagai Jaminan Keamanan Bisnis

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, menjelaskan bahwa penangkapan AKP Deky Jonathan Sasiang didasarkan pada pengembangan kasus sindikat bandar narkoba kelas kakap bernama Ishak dkk. Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi, terungkap sebuah konspirasi jahat yang sangat rapi antara sang insinyur hukum dengan para pelaku kriminal.

Polisi sebelumnya berhasil mengamankan dua sosok penting yang menjadi kunci pembuka kotak pandora ini. Mereka adalah Mery Christine (calon istri bandar Ishak) dan Marselus Vernandus yang bertindak sebagai jembatan alias penghubung komunikasi antara AKP Deky dengan jaringan Ishak.

Dari tangan Marselus, penyidik menemukan bukti digital forensik yang sangat mencengangkan berupa rekaman pesan suara (voice note) dari AKP Deky. Berikut adalah beberapa skenario kotor yang direncanakan oleh oknum perwira tersebut:

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

Baca juga artikel tentang: Heboh Isu Transfer Data Kependudukan Indonesia ke Amerika Serikat, Menkomdigi Meutya Hafid Bantah Tegas: UU PDP Jadi Benteng Utama!

  • Pancingan Barang Bukti: AKP Deky meminta Marselus membujuk Mery agar menginstruksikan Ishak memancing bandar lain bernama Fathur untuk menjual sabu di atas 1 Kg.
  • Target Rilis Tahunan:– Sabu jumbo milik Fathur tersebut nantinya akan ditangkap oleh AKP Deky untuk dijadikan sebagai bahan pencapaian prestasi dalam agenda “Rilis Tahunan” Polres Kutai Barat.
  • Imbalan Jaminan Keamanan: Sebagai gantinya, jika jebakan itu berhasil, AKP Deky berjanji akan menjamin keamanan penuh bagi seluruh jaringan pengedar milik Ishak untuk bebas mengedarkan sabu di wilayah hukum Kutai Barat tanpa perlu takut digerebek.

Serakah! Alasan Sertijab hingga Malam Tahun Baru Dipakai Buat Minta Duit

Sobat cakwar.com, selain memberikan jaminan proteksi keamanan hukum, AKP Deky juga diketahui memanfaatkan jabatannya yang strategis untuk memeras sindikat Ishak demi keuntungan pribadi. Uang puluhan juta rupiah mengalir mulus ke kantongnya dengan berbagai dalih musiman yang bikin dahi mengernyit.

Berdasarkan pengakuan Mery Christine, pertemuan awal mereka terjadi sekitar bulan Oktober atau November di kediaman pribadi AKP Deky. Dalam pertemuan tatap muka tersebut, pihak bandar menyerahkan uang pelicin sebesar Rp5.000.000 secara tunai (cash) sebagai modal awal agar bisnis haram mereka tidak diganggu oleh petugas lapangan.

Tempat service Device Terbaik di Surabaya: 

 

Rupanya, nominal tersebut dinilai kurang memuaskan bagi sang oknum. Selang satu bulan kemudian, AKP Deky kembali menodong bandar Ishak melalui perantara Marselus dengan meminta uang sebesar Rp50.000.000. Alasan yang dipakai kali ini tergolong nekat, yaitu sebagai dana operasional keperluan Serah Terima Jabatan (Sertijab). Atas perintah Ishak, Mery pun mencairkan uang tunai tersebut.

Keserakan ini terus berlanjut hingga penghujung tahun. Pada akhir bulan Desember, momentum pergantian tahun baru kembali dimanfaatkan oleh AKP Deky untuk meminta jatah tambahan sebesar Rp15.000.000 dengan dalih dana hiburan malam tahun baru. Seluruh transaksi haram ini dilakukan secara tunai demi menghindari pelacakan rekening bank.

Rekomendasi Cakwar.com:  Polemik Dugaan Ijazah Palsu Jokowi Masuki Babak Baru: Kelompok Dokter Tifa Gugat 709 Dokumen ke KIP, Bagaimana Nasib Roy Suryo?

Bareskrim Ambil Alih Kasus dan Jerat AKP Deky dengan Pasal TPPU

Melihat adanya keterlibatan perwira internal yang berpotensi merusak objektivitas penyidikan di daerah, Dittipidnarkoba Bareskrim Polri mengambil keputusan tegas untuk mengambil alih seluruh penanganan kasus sindikat Ishak dkk sejak Selasa (12/5/2026). Langkah berani ini diambil agar pengusutan aliran dana bisa berjalan transparan tanpa intervensi.

Sebelum dibawa ke Jakarta, AKP Deky sempat ditempatkan di tempat khusus (Patsus) dan diperiksa secara maraton oleh Bidang Propam Polda Kalimantan Timur. Dari hasil penggeledahan awal di sebuah rumah kontrakan sindikat ini yang berlokasi di Jalan KH. Dewantara RT 27, Kelurahan Melak Ulu, Kabupaten Kubar, polisi berhasil menyita 233,68 gram sabu siap edar.

Mengingat banyaknya aliran dana siluman yang masuk, Brigjen Eko Hadi Santoso menegaskan bahwa tim penyidik tidak hanya menjerat AKP Deky dengan pasal narkotika biasa. Pihak kepolisian akan melapis hukuman oknum tersebut dengan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Langkah ini diambil untuk memiskinkan sang oknum serta menyita seluruh aset kekayaan yang didapatkan dari hasil membekingi bisnis haram tersebut.

Media sosial:

 

Solusi dan Insight Praktis: Pentingnya Efek Jera Transparan bagi Aparat

Sobat cakwar.com, berkaca dari runtuhnya integritas seorang penegak hukum dalam kasus AKP Deky ini, kita bisa melihat beberapa poin evaluasi dan solusi penting demi masa depan hukum di Indonesia:

  • Pentingnya Pengawasan Melekat: Kasus ini membuktikan bahwa sistem pengawasan internal (internal check and balance) di tubuh institusi kepolisian, khususnya di level daerah/Polres, harus diperketat agar fungsi komando tidak disalahgunakan untuk bisnis pribadi.
  • Apresiasi Jalur Pengaduan: Keberanian Bareskrim mengambil alih kasus ini patut diacungi jempol. Publik harus terus mendukung tersedianya saluran pengaduan masyarakat (dumas) yang aman dan independen untuk melaporkan oknum nakal.
  • Hukuman Maksimal sebagai Warning: Penerapan pasal berlapis termasuk TPPU diharapkan menjadi peringatan keras bagi anggota kepolisian lainnya agar tidak sesekali mencoba bermain api dengan sindikat narkotika.

Semoga artikel ini memberikan edukasi bagi pembaca artikel cakwar.com. Mari kita kawal terus persidangan pidana kasus ini di Jakarta agar hukum dapat tegak seadil-adilnya tanpa pandang bulu!

Untuk mendapatkan informasi terbaru dan ulasan menarik lainnya seputar isu sosial, kebijakan publik, dan berita terkini, Anda dapat membaca artikel lainnya di cakwar.com.

 

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions