Awal Mula di Surabaya: Band Sekolah yang Jadi Serius
Kisah Dewa 19 dimulai di Surabaya pada akhir tahun 1980-an. Awalnya, band ini hanyalah sekumpulan anak muda yang suka nge-band di sekolah. Mereka adalah Ahmad Dhani (keyboard, vokal), Andra Junaidi (gitar), Erwin Prasetya (bass), dan Wawan Juniarso (drum). Nama awalnya bukan langsung Dewa 19, melainkan DEWA yang diambil dari inisial para personel.
Seiring waktu, tambahan angka “19” dipakai karena usia rata-rata personel saat itu 19 tahun. Dari sinilah lahir band yang kelak dikenal sebagai salah satu legenda musik Indonesia.
Baca artikel terkait: lirik lagu “November Rain” dan fakta menarik di baliknya.
Album Pertama: Langkah Berani Menuju Industri Musik
Setelah cukup lama tampil di berbagai acara sekolah dan festival musik, Dewa 19 mulai serius merekam karya. Tahun 1992, mereka merilis album perdana berjudul Dewa 19 dengan lagu-lagu ikonik seperti Kangen dan Bayang-Bayang.
Album ini meledak di pasaran, bahkan mengantar mereka meraih penghargaan sebagai Pendatang Baru Terbaik di BASF Awards. Lagu Kangen yang dibawakan oleh vokalis Ari Lasso menjadi salah satu lagu paling dikenang hingga sekarang.
Artikel Terkait : Coban Rondo, Batu : Air Terjun Sejuk dan Spot Camping Favorit Keluarga
Artikel Rekomendasi Cakwar.com : Tempat Service iWatch Surabaya Terpercaya
Masa Keemasan di Era 90-an
Setelah sukses di album pertama, Dewa 19 meluncurkan album kedua Format Masa Depan (1994) dan terus berlanjut dengan Terbaik-Terbaik (1995). Lagu-lagu mereka seperti Cukup Siti Nurbaya, Restoe Boemi, hingga Kiranya menjadi anthem generasi 90-an.
Perpaduan lirik yang puitis, aransemen musik rock progresif, dan sentuhan khas Ahmad Dhani membuat Dewa 19 punya ciri unik. Tidak heran mereka cepat menjadi band papan atas di Indonesia.
Pergantian Vokalis: Dari Ari Lasso ke Once Mekel
Di balik kesuksesan, Dewa 19 juga menghadapi banyak ujian. Salah satunya adalah ketika Ari Lasso harus keluar karena masalah pribadi. Posisinya kemudian digantikan oleh Once Mekel, yang bergabung di awal 2000-an.
Meski sempat diragukan, ternyata Once mampu membawa warna baru. Album Bintang Lima (2000) dengan lagu Roman Picisan, Separuh Nafas, dan Risalah Hati kembali meledak di pasaran. Bahkan album ini menjadi salah satu album terlaris sepanjang sejarah musik Indonesia.
Artikel Terkait : Layanan Transportasi para angler di ujung Surabaya Utara
Eksperimen Musik dan Eksistensi
Kehebatan Dewa 19 tidak hanya soal lagu cinta, tetapi juga eksplorasi musik. Ahmad Dhani sebagai motor kreatif sering memadukan rock, pop, hingga musik klasik dalam karya-karyanya. Hal ini terlihat di album Cintailah Cinta (2002) dan Laskar Cinta (2004) yang semakin memperkuat posisi mereka sebagai band dengan pengaruh besar.
Dari Surabaya ke Panggung Dunia
Siapa sangka, band yang awalnya hanya tampil di panggung sekolah Surabaya, kini bisa menggelar konser besar di berbagai kota besar Indonesia, bahkan sampai ke luar negeri. Lagu-lagu mereka sudah jadi bagian dari sejarah musik Indonesia.
Tidak hanya sekadar band, Dewa 19 adalah ikon generasi. Banyak musisi muda yang mengidolakan mereka, bahkan menjadikan karya Dewa sebagai inspirasi untuk bermusik.
Dewa 19: Band yang Tak Pernah Padam
Meski sempat vakum, pecah kongsi, hingga menghadapi berbagai kontroversi, nama Dewa 19 tetap hidup di hati penggemar. Kehadiran mereka di panggung selalu ditunggu, bahkan kini reuni demi reuni masih dipadati ribuan penonton.
Dari Surabaya, Dewa 19 berhasil menaklukkan panggung musik nasional dan menjadi band legendaris Indonesia. Perjalanan mereka membuktikan bahwa kerja keras, kreativitas, dan konsistensi bisa membawa band sekolah ke level tertinggi dalam industri musik.
Penutup
Perjalanan Dewa 19 Surabaya dari band sekolah hingga menjadi legenda musik Indonesia adalah bukti nyata bahwa mimpi besar bisa diwujudkan. Dari Kangen hingga Separuh Nafas, karya-karya mereka akan terus dikenang lintas generasi.
“Dewa 19 bukan hanya band, tapi juga simbol perjuangan anak muda Surabaya yang berani menembus batas hingga mencapai panggung musik papan atas” Tutup Cak War.
PWI Jaya Sayangkan Tudingan ‘Londo Ireng’ terhadap Jurnalis, Ini Ulasannya August 19, 2026 R.Y. Fajri Dinamika politik di tanah air kembali menghangat dan memicu perhatian publik nasional. Penggunaan frasa bernada...
Read MoreEmas 74 Kg Febrie Adriansyah: Bantahan Kepemilikan dan Fakta yang Masih Jadi Sorotan August 19, 2026 R.Y. Fajri Perkembangan sidang praperadilan yang melibatkan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah tengah menjadi sorotan...
Read MoreLayar HP Pecah? Jangan Paksa Pasang LCD Baru di Frame Bengkok, Ini Alasannya August 19, 2026 R.Y. Fajri Bayangkan seorang ahli bedah yang nekat memasang gips lurus pada kaki pasien...
Read MoreHP Tidak Mau Dicas? Jangan Langsung Ganti Baterai, Ternyata Thermistor NTC Bisa Jadi Penyebabnya August 19, 2026 R.Y. Fajri Bayangkan Anda baru saja melangkah masuk ke dalam ruangan ber-AC yang...
Read MoreTanda-Tanda iMac Perlu Dicek Sebelum Terjadi Kerusakan Lebih Parah August 19, 2026 R.Y. Fajri Apakah iMac kesayangan di meja kerja Anda belakangan ini sering mengeluarkan suara dengungan kipas yang sangat...
Read MoreiPhone Rusak Mendadak? Ini yang Harus Dilakukan Sebelum Membawanya ke Tempat Servis August 19, 2026 R.Y. Fajri Pernahkah Anda berada di situasi krusial ketika sedang dikejar deadline pekerjaan, menyiapkan presentasi penting,...
Read MoreMacBook Cepat Panas dan Kipas Berisik? Cek Penyebabnya Sebelum Terlanjur Servis Mahal August 19, 2026 R.Y. Fajri Baru saja membuka beberapa tab peramban untuk membaca berita harian atau mengerjakan tugas...
Read MoreiMac Mati Mendadak Saat Digunakan? Cek Penyebabnya Sebelum Terlanjur Servis Mahal August 18, 2026 R.Y. Fajri Bayangkan skenario ini: Anda sedang fokus mengedit video, merancang desain grafis, atau menyusun laporan...
Read More
© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions