Zohran Mamdani Serukan Boikot Starbucks di Tengah Aksi Mogok Red Cup Rebellion

Wali Kota Terpilih NYC Ajak Publik Boikot Starbucks

Wali Kota Terpilih New York City (NYC), Zohran Mamdani, kembali menjadi sorotan setelah secara terbuka menyerukan masyarakat Amerika Serikat untuk memboikot Starbucks. Ajakan tersebut dilontarkan sebagai bentuk solidaritas terhadap ribuan barista di seluruh negeri yang melakukan aksi mogok nasional. Gerakan ini dikenal sebagai “Red Cup Rebellion”, yang terjadi bertepatan dengan salah satu hari tersibuk bagi Starbucks, yaitu Red Cup Day.

Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

Mamdani, seorang politisi dari kalangan Demokrat sosialis, menegaskan bahwa dukungan kepada para pekerja bukan hanya tindakan politik, tetapi juga bentuk keberpihakan terhadap keadilan ekonomi. Seruan boikot ini menegaskan sikapnya yang konsisten dalam membela kaum pekerja dan mengkritik perusahaan besar yang dinilai memperlakukan pegawai secara tidak adil.

Apa itu Red Cup Rebellion?

Aksi mogok nasional ini digagas oleh Starbucks Workers United (SWU) sebagai bentuk protes terhadap praktik buruh tidak adil atau Unfair Labor Practices (ULP). Serikat pekerja menuding Starbucks menolak melakukan negosiasi kontrak kerja yang layak, meski para pekerja telah berulang kali mengajukan tuntutan.

Red Cup Rebellion sengaja dilakukan pada hari yang sangat strategis, yakni Red Cup Day, ketika Starbucks biasanya mengalami lonjakan pelanggan karena pembagian cangkir edisi khusus. Para pekerja memilih momen ini untuk menunjukkan bahwa produktivitas dan keuntungan Starbucks sangat bergantung pada tenaga barista di lapangan.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

👉 Baca juga artikel tentang: Trump Umumkan RUU Sanksi Keras untuk Negara yang Berdagang dengan Rusia, China Dorong Dialog Damai

Tuntutan Para Pekerja Starbucks

Beberapa tuntutan utama yang menjadi dasar aksi mogok meliputi:

  • Kesepakatan kontrak kerja yang adil
  • Pembayaran yang lebih layak
  • Perlindungan terhadap hak-hak pekerja
  • Lingkungan kerja yang lebih aman
  • Negosiasi terbuka tanpa intimidasi dari perusahaan

Serikat pekerja menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar perlawanan, tetapi upaya untuk mendorong perusahaan menghargai kontribusi para barista yang menjadi tulang punggung operasional Starbucks.

Zohran Mamdani dan Solidaritas Politiknya

Zohran Mamdani dikenal sebagai salah satu politisi muda progresif yang vokal mendukung hak-hak pekerja. Dalam pernyataannya pada Jumat waktu setempat, Mamdani menyebut bahwa aksi mogok ini adalah bentuk keberanian pekerja menghadapi perusahaan besar yang dianggap tidak menjalankan praktik ketenagakerjaan yang adil.

Mamdani mengajak masyarakat, khususnya warga New York City, untuk tidak mengunjungi gerai Starbucks selama aksi berlangsung sebagai bentuk tekanan moral dan ekonomi terhadap perusahaan. Baginya, boikot adalah senjata sipil yang sah untuk membela pekerja yang memperjuangkan hak-haknya.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

“Jika para pekerja bisa berhenti bekerja demi menuntut keadilan, maka kita bisa berhenti membeli untuk mendukung perjuangan mereka,” ujarnya dalam unggahan resminya.

Dukungan Mamdani ini mendapat perhatian luas karena ia merupakan wali kota terpilih yang akan memimpin salah satu kota terbesar di dunia, sekaligus pusat kegiatan ekonomi global.

Rekomendasi Cakwar.com: Lonjakan Penjualan Mobil Listrik di Indonesia Oktober 2025: BYD Atto 1 Mendominasi Pasar EV Nasional

Dampak Aksi Mogok terhadap Starbucks

Aksi mogok nasional dan seruan boikot dari tokoh publik seperti Mamdani berpotensi memberikan tekanan besar kepada Starbucks. Red Cup Day adalah salah satu momen penjualan tertinggi dalam setahun, sehingga mogok massal mampu:

  • Mengurangi jumlah pekerja aktif di ratusan gerai
  • Memperlambat layanan dan menurunkan kepuasan pelanggan
  • Mengurangi penjualan harian secara signifikan
  • Menguatkan posisi tawar para pekerja dalam negosiasi

Bagi pekerja, aksi ini bukan hanya soal gaji atau kontrak, tetapi juga upaya untuk menuntut pengakuan organisasi serikat mereka agar perusahaan mau duduk bersama dalam proses perundingan yang adil.

Media sosial:

Penutup

Aksi Red Cup Rebellion dan seruan boikot dari Zohran Mamdani menunjukkan besarnya gerakan solidaritas terhadap pekerja di Amerika Serikat. Mogok nasional ini sekaligus membuka diskusi lebih luas tentang hak buruh, peran serikat pekerja, serta bagaimana perusahaan besar seharusnya memperlakukan tenaga kerjanya.

Untuk berita edukasi dan informasi aktual lainnya, jangan lupa kunjungi  cakwar.com.

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions