Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka, menyoroti serius viralnya isu dugaan child grooming yang dialami Aurelie Moeremans. Isu ini mencuat dalam rapat Komisi XIII DPR RI bersama Komnas HAM dan Komnas Perempuan pada Kamis (15/1/2026). Rieke menilai kasus tersebut menjadi alarm keras bagi Indonesia, mengingat praktik child grooming selama ini kerap dianggap tabu dan luput dari perhatian publik maupun kebijakan negara.
Dalam rapat tersebut, Rieke menegaskan bahwa pembahasan mengenai child grooming tidak boleh lagi dihindari. Menurutnya, negara harus berani membuka ruang diskusi yang jujur dan berpihak pada korban, terutama anak dan perempuan yang rentan menjadi sasaran kekerasan berbasis relasi kuasa.
Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya
Isu Child Grooming yang Viral di Media Sosial
Child Grooming Masih Dianggap Tabu di Indonesia
Rieke Diah Pitaloka menyampaikan bahwa child grooming merupakan fenomena yang selama ini jarang dibahas secara terbuka di Indonesia. Padahal, praktik ini memiliki dampak jangka panjang yang sangat serius bagi korban.
“Kasus yang sedang ramai di media sosial adalah child grooming. Child grooming ini adalah sesuatu yang, dalam tanda kutip, tabu bagi Indonesia selama ini,” ujar Rieke dalam rapat Komisi XIII DPR RI.
Ia menekankan bahwa anggapan tabu justru membuat korban semakin terpinggirkan, enggan bersuara, dan tidak mendapatkan perlindungan yang memadai.
Artikel Lainnya:
Artikel Rekomendasi Cakwar.com :
Nama Aurelie Moeremans Jadi Sorotan
Rieke secara khusus menyinggung sosok Aurelie Moeremans, yang belakangan ramai diperbincangkan publik setelah mengungkap pengalaman traumatisnya melalui sebuah e-book gratis berjudul Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth.
“Tetapi ada seorang perempuan bernama Aurelie Moeremans yang mengeluarkan buku e-book secara gratis berjudul Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth. Bagaimana masa mudanya dihancurkan, bukan hanya dirampas,” lanjut Rieke.
Pengakuan tersebut dinilai menjadi contoh nyata bagaimana child grooming dapat merusak masa depan korban, baik secara psikologis, sosial, maupun emosional.
Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya
👉Baca juga artikel tentang: KPK Periksa Ono Surono Terkait Dugaan Suap Proyek Pemkab Bekasi
Peran DPR, Komnas HAM, dan Komnas Perempuan
Dorongan Perlindungan Korban yang Lebih Kuat
Dalam rapat bersama Komnas HAM dan Komnas Perempuan, Rieke menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam melindungi korban child grooming. Ia menilai, pengungkapan kasus-kasus seperti ini tidak boleh berhenti pada viralitas media sosial semata, tetapi harus ditindaklanjuti dengan kebijakan konkret.
Komisi XIII DPR RI, yang membidangi isu HAM, perempuan, dan anak, didorong untuk:
Pentingnya Perspektif Hak Asasi Manusia
Rieke menekankan bahwa child grooming bukan sekadar persoalan moral atau keluarga, tetapi pelanggaran hak asasi manusia. Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan harus berbasis HAM dan berpihak pada korban.
Menurutnya, negara tidak boleh hanya hadir setelah kasus membesar, melainkan harus memiliki sistem pencegahan yang kuat sejak dini, termasuk edukasi publik dan literasi digital.
Child Grooming dan Tantangan di Era Digital
Media Sosial sebagai Ruang Rentan
Isu child grooming semakin kompleks di era digital. Media sosial, platform pesan instan, hingga ruang interaksi daring menjadi medium yang rawan dimanfaatkan pelaku untuk mendekati korban secara perlahan dan manipulatif.
Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya
Rieke menilai, kasus Aurelie Moeremans menunjukkan bahwa child grooming bisa terjadi secara sistematis dan berlangsung lama tanpa disadari oleh lingkungan sekitar.
Perlunya Edukasi dan Kesadaran Publik
Selain penegakan hukum, Rieke menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat, khususnya orang tua dan anak-anak, agar lebih memahami pola dan modus child grooming.
Ia mendorong pemerintah, lembaga pendidikan, serta organisasi masyarakat sipil untuk aktif menyebarkan literasi tentang:
Rekomendasi Cakwar.com: Korban Tewas Protes Nasional Iran Disebut Tembus 2.000 Orang, Situasi Masih Memanas
Seruan Agar Negara Tidak Abai
Jangan Menyalahkan Korban
Rieke Diah Pitaloka juga mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak dalam budaya menyalahkan korban. Menurutnya, keberanian korban untuk bersuara, seperti yang dilakukan Aurelie Moeremans, harus diapresiasi dan dilindungi.
Ia menilai, narasi publik yang tidak sensitif justru berpotensi memperparah trauma korban dan membuat korban lain enggan mengungkap pengalaman serupa.
Momentum Perubahan Kebijakan
Viralnya isu child grooming ini dinilai Rieke sebagai momentum penting bagi DPR dan pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan perlindungan anak dan perempuan di Indonesia.
Media sosial:
Ia berharap, pembahasan di Komisi XIII DPR RI tidak berhenti pada rapat semata, tetapi menghasilkan rekomendasi dan langkah nyata yang berdampak langsung bagi perlindungan korban.
Penutup
Sorotan Rieke Diah Pitaloka terhadap isu child grooming yang dialami Aurelie Moeremans menjadi pengingat bahwa praktik kekerasan tersembunyi ini nyata dan berbahaya. Negara dituntut hadir lebih kuat, tidak hanya melalui hukum, tetapi juga edukasi, pencegahan, dan pendampingan korban yang berkelanjutan.
Untuk terus mengikuti berita, isu sosial, hukum, dan edukasi publik yang dikemas secara mendalam dan berimbang, jangan lupa mencari dan membaca informasi terbaru di cakwar.com.
KPK Ungkap 8 Titik Rawan Korupsi ATR/BPN, Keterlambatan Layanan Capai 73,49 Persen September 19, 2026 R.Y. Fajri Urusan tanah selalu menyentuh bagian paling mendasar dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Ketika seseorang...
Read MoreLayar AMOLED Diganti IPS? Cek Dulu Dampaknya pada Baterai, Warna, dan HP Kamu September 19, 2026 R.Y. Fajri Bayangkan situasi yang kerap dialami banyak pemilik smartphone: HP Anda tidak sengaja...
Read MoreiMac Mati Mendadak Saat Digunakan? Ini yang Harus Dicek Sebelum Servis September 19, 2026 R.Y. Fajri Bayangkan situasi ini Anda sedang dikejar deadline pekerjaan—entah itu mengedit video, menyelesaikan desain grafis, atau...
Read MoreHP Android Pernah Kena Air? Ini Penyebab Korosi yang Bisa Bikin HP Rusak Bertahap September 18, 2026 R.Y. Fajri Pernahkah perangkat kesayangan Anda tidak sengaja tercebur atau tersiram cairan? Momen...
Read MoreiMac Mati Mendadak Saat Digunakan? Ini yang Harus Dicek Sebelum Servis September 19, 2026 R.Y. Fajri Bayangkan situasi ini Anda sedang dikejar deadline pekerjaan—entah itu mengedit video, menyelesaikan desain grafis, atau...
Read MoreMacBook Cepat Panas? Ini Penyebab dan Solusi yang Perlu Anda Ketahui September 18, 2026 R.Y. Fajri Pernahkah Anda sedang asyik mengetik dokumen atau menonton video streaming, lalu tiba-tiba bodi aluminium...
Read MoreKenapa Baterai MacBook Cepat Habis? Ini Penyebab dan Solusi yang Bisa Dicoba September 17, 2026 R.Y. Fajri Pernahkah Anda sedang asyik bekerja di coffee shop, dikejar deadline pekerjaan, tetapi indikator daya...
Read MoreiMac Lemot Parah? Ini 5 Upgrade Ampuh agar Mac Kembali Ngebut September 16, 2026 R.Y. Fajri Pernah gak sih kamu lagi buru-buru mau nyelesaiin pekerjaan, tapi iMac kesayangan malah cuma...
Read More
© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions