Human Rights Watch Tuduh Israel Gunakan Fosfor Putih di Permukiman Lebanon Selatan, Risiko Besar bagi Warga Sipil

Dugaan Penggunaan Fosfor Putih oleh Israel di Lebanon Selatan

Serangan di wilayah perbatasan Lebanon selatan kembali memicu perhatian komunitas internasional. Organisasi non-pemerintah internasional yang berbasis di New York, Human Rights Watch (HRW), menyatakan militer Israel diduga menggunakan amunisi fosfor putih yang ditembakkan dari artileri ke area permukiman warga di kota Yohmor pada Selasa, 3 Maret 2026.

Menurut HRW, penggunaan senjata tersebut di wilayah berpenduduk dapat menimbulkan dampak kemanusiaan serius karena efek pembakarannya sangat berbahaya bagi manusia maupun lingkungan sekitar. Laporan ini muncul setelah organisasi tersebut melakukan verifikasi terhadap sejumlah gambar yang beredar luas di media sosial pada pagi hari setelah insiden terjadi.

Temuan tersebut langsung memicu kekhawatiran baru mengenai potensi pelanggaran hukum humaniter internasional di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan perbatasan Lebanon–Israel.

Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

HRW Verifikasi Foto Ledakan di Atas Permukiman

Dalam analisisnya, HRW menyatakan telah memverifikasi dan menentukan lokasi geografis dari tujuh gambar yang diunggah secara daring pada Selasa pagi. Foto-foto tersebut menunjukkan setidaknya dua amunisi yang meledak di udara di atas kawasan permukiman di kota Yohmor, sebuah wilayah di Lebanon selatan yang berjarak relatif dekat dengan garis perbatasan Israel.

Gambar tersebut memperlihatkan awan asap khas yang menyebar di udara setelah ledakan terjadi. Selain itu, sejumlah pekerja pertahanan sipil tampak berupaya memadamkan kebakaran yang melanda dua rumah warga serta satu kendaraan di area tersebut.

Berdasarkan analisis visual terhadap bentuk dan pola asap yang muncul setelah ledakan, HRW menyatakan fenomena tersebut sangat konsisten dengan efek yang dihasilkan oleh amunisi fosfor putih yang ditembakkan dari artileri.

Organisasi itu menyebut pola asap yang terlihat menyerupai “knuckle” atau gumpalan asap yang menyebar dari muatan yang dilepaskan dari proyektil artileri seri M825 kaliber 155 milimeter, jenis amunisi yang diketahui mengandung fosfor putih.

Efek Pembakaran Fosfor Putih Sangat Berbahaya

Peneliti HRW untuk wilayah Lebanon, Ramzi Kaiss, menyatakan penggunaan fosfor putih di atas wilayah pemukiman menimbulkan risiko serius bagi warga sipil.

“Penggunaan fosfor putih secara ilegal oleh militer Israel di atas wilayah pemukiman sangat mengkhawatirkan dan akan memiliki konsekuensi buruk bagi warga sipil,” kata Kaiss dalam pernyataan yang dipublikasikan di situs resmi HRW pada Senin, 9 Maret 2026.

Ia menambahkan bahwa efek pembakaran dari zat tersebut dapat menyebabkan luka bakar yang sangat parah hingga berujung pada kematian atau cedera permanen.

“Efek pembakaran fosfor putih dapat menyebabkan kematian atau cedera parah yang mengakibatkan penderitaan seumur hidup,” ujarnya.

Fosfor putih dikenal sebagai zat kimia yang sangat reaktif terhadap oksigen. Ketika terkena udara, zat ini langsung menyala dan menghasilkan panas tinggi serta asap tebal. Karena sifat tersebut, fosfor putih sering digunakan dalam amunisi militer untuk menciptakan tirai asap, penanda target, atau sebagai senjata pembakar.

Namun jika digunakan di wilayah yang padat penduduk, dampaknya bisa sangat menghancurkan.

.Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

👉Baca juga artikel tentang: Mojtaba Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Dunia Soroti Pergantian Kekuasaan di Tengah Konflik

Perintah Evakuasi dari Militer Israel

HRW juga mencatat bahwa pada hari yang sama sebelum ledakan terjadi, militer Israel telah mengeluarkan peringatan kepada warga di wilayah tersebut.

Sekitar pukul 05.27 pagi waktu setempat, juru bicara militer Israel Avichay Adraee mengumumkan perintah evakuasi bagi penduduk Yohmor serta sekitar 50 desa dan kota lain di wilayah Lebanon selatan.

Dalam pengumuman tersebut, warga diminta segera meninggalkan rumah mereka dan bergerak menjauh dari desa ke area terbuka dengan jarak minimal sekitar 1.000 meter.

Perintah evakuasi semacam ini sering dikeluarkan dalam situasi konflik ketika militer berencana melakukan operasi atau serangan di suatu wilayah. Namun dalam praktiknya, evakuasi cepat di daerah konflik sering kali sulit dilakukan oleh warga sipil, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan orang sakit.

Selain itu, perpindahan mendadak juga dapat menimbulkan krisis kemanusiaan baru, termasuk kekurangan tempat berlindung, makanan, serta akses layanan kesehatan.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

Ketegangan di Perbatasan Lebanon–Israel

Insiden di Yohmor terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah perbatasan Lebanon selatan. Kawasan ini selama bertahun-tahun menjadi titik sensitif dalam dinamika keamanan regional Timur Tengah.

Pertukaran serangan lintas perbatasan antara kelompok bersenjata di Lebanon dan militer Israel kerap terjadi, terutama ketika situasi geopolitik di kawasan meningkat.

Dalam beberapa bulan terakhir, berbagai laporan menyebutkan peningkatan aktivitas militer di sepanjang perbatasan tersebut. Serangan artileri, drone, hingga roket dilaporkan beberapa kali terjadi di wilayah yang sama.

Situasi ini membuat ribuan warga sipil di Lebanon selatan hidup dalam kondisi penuh ketidakpastian.

Banyak keluarga yang terpaksa mengungsi sementara karena khawatir rumah mereka berada di jalur konflik.

Rekomendasi Cakwar.com: Netanyahu Ungkap Percakapan dengan Donald Trump soal Iran Sebelum Pemilu AS: “Kita Harus Cegah Nuklir Iran”

 

Masa Depan Perdamaian yang Masih Rapuh

Peristiwa di Yohmor kembali mengingatkan dunia bahwa konflik bersenjata selalu membawa dampak paling berat bagi warga sipil. Rumah yang hancur, keluarga yang mengungsi, serta ancaman luka permanen menjadi realitas yang harus dihadapi masyarakat di wilayah konflik.

Di tengah dinamika geopolitik yang kompleks, upaya untuk menegakkan hukum humaniter internasional tetap menjadi harapan bagi perlindungan kemanusiaan.

Masyarakat global terus menantikan langkah konkret dari berbagai pihak untuk memastikan bahwa konflik tidak semakin memperparah penderitaan warga sipil yang tidak terlibat dalam pertempuran.

Untuk mendapatkan ulasan mendalam tentang isu global, konflik internasional, dan perkembangan geopolitik lainnya, pembaca juga dapat menemukan berbagai artikel informatif dan menarik di media digital cakwar.com. 

VIDEO: Human Rights Watch Desak Israel Hentikan Penggunaan Fosfor Putih Sebagai Amunisi

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions