Strategi “Follow The Money”: Susno Duadji Sebut Berantas Judi Online Tak Cukup Hanya Pakai Borgol Polri!

Halo Sobat cakwar.com! Masalah judi online atau yang sering kita sebut “judol” memang nggak ada habisnya ya. Baru-baru ini, publik dikejutkan dengan penggerebekan besar-besaran di Hayam Wuruk Tower, Jakarta Barat. Nggak main-main, ada 321 Warga Negara Asing (WNA) yang diciduk karena terlibat jaringan judol internasional.

Menanggapi hal ini, Eks Kabareskrim Polri, Susno Duadji, angkat bicara dengan nada yang cukup tegas. Menurutnya, kalau kita cuma mengandalkan polisi buat nangkep pelakunya satu per satu, judol nggak akan pernah hilang dari bumi pertiwi.

Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

Kenapa gitu? Karena judol bukan judi kartu di pos ronda yang gampang digerebek. Ini adalah kejahatan transnasional berbasis elektronik. Susno menekankan satu kunci utama: Sinergi Antarlembaga. Yuk, kita bedah pemikiran beliau dengan gaya santai tapi berisi!

Judol Itu “Judi Elektronik”, Melacaknya Harusnya Lebih Gampang!

Susno Duadji menjelaskan kalau judi online itu sangat berbeda dengan judi konvensional kayak sabung ayam atau judi dadu. Judol itu sangat bergantung pada jejak digital. Semua aktivitasnya pakai internet, m-banking, laptop, sampai handphone.

Logikanya, setiap ada transaksi elektronik, pasti ada jejaknya. Inilah yang disebut dengan metode Follow The Money. Susno menilai, untuk mematikan judol sampai ke akarnya, pemerintah harus melacak aliran uangnya mengalir ke mana.

“Gampang sekali melacaknya. Lacak transaksinya ke mana, sampailah ke pusatnya. Apakah ke crypto, ditarik tunai, atau ditukar mata uang asing, itu pasti ketemu siapa pelakunya,” ujar Susno dalam sebuah tayangan televisi pada Senin (11/5/2026).

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

Baca juga artikel tentang: Kebebasan Berekspresi Terusik? YLBHI Kritik Keras Aksi TNI Bubarkan Nobar Film ‘Pesta Babi’ di Ternate!

Keroyokan Antarlembaga: Siapa Kerja Apa?

Nah, di sinilah poin pentingnya. Menurut Susno, pemberantasan judol itu harus dilakukan “keroyokan” oleh lembaga-lembaga ini:

  • Polri (Tim Siber): Tugasnya jelas, melakukan penegakan hukum dan menangkap para pelakunya.
  • Komdigi (Kementerian Komunikasi dan Digital): Ini adalah pemegang “saklar” internet di Indonesia. Tugasnya memblokir situs-situs judol agar tidak bisa diakses masyarakat.
  • PPATK, OJK, dan Bank Indonesia: Bertugas melacak aliran dana yang mencurigakan di perbankan. Kalau aliran dananya dibekukan, bandar judol bakal “mati kutu”.
  • Imigrasi: Khusus memantau pergerakan WNA yang seringkali dijadikan operator atau bandar di markas-markas tersembunyi.

 

Harapan Besar: Komdigi Harus Bersih dari “Orang Dalam”

Ada catatan kritis dari Susno buat Kementerian yang sekarang dipimpin Meutya Hafid. Beliau berharap kasus lama—di mana ada oknum “orang dalam” (ordal) di era sebelumnya yang justru melindungi situs judol—jangan sampai terulang lagi.

Dulu, heboh banget soal situs judol yang mau ditutup tapi malah dibocorkan dulu operasinya. Kalau di dalam kementeriannya saja masih ada yang “main mata” dengan bandar, ya mau sampai kapanpun judol nggak bakal habis.

Tempat service Device Terbaik di Surabaya: 

 

“Kita berharap Komdigi sekarang sudah bersih. Kalau ordalnya masih begitu, tidak akan sulit bagi polisi, tapi jadi mustahil karena jalurnya dibocorkan terus,” tegas Susno. Keseriusan pemerintah saat ini benar-benar diuji untuk membuktikan bahwa Komdigi bukan lagi tempat aman bagi situs-situs haram tersebut.

Polri Tegaskan Komitmen Lewat Program Asta Cita

Di sisi lain, Polri melalui Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, memastikan bahwa penangkapan 321 WNA kemarin adalah bukti nyata komitmen mereka. Indonesia nggak boleh jadi “surga” buat bandar judol atau pelaku kejahatan siber internasional.

Langkah tegas ini merupakan bagian dari implementasi program Asta Cita Presiden RI dalam menangani kejahatan digital. Dampak judol ini nggak cuma soal ekonomi, tapi sudah merusak tatanan sosial masyarakat kita. Jadi, penegakan hukum secara simultan dengan stakeholder terkait adalah harga mati.

 

Rekomendasi Cakwar.com:  Samsung Galaxy A52 Nge-lag Parah Pas Main Game? Jangan Emosi Dulu, Ini Penyebab dan Solusi Jitu Biar Lancar Lagi!

Tips dan Insight: Gimana Cara Kita Bantu Berantas Judol?

Sebagai warga internet yang bijak, kita juga bisa berkontribusi lho:

  1. Jangan Coba-Coba: Sekali lo masuk, sistem judol sudah disetting buat bikin lo rugi. Nggak ada ceritanya kaya lewat judi.
  2. Laporkan Situs: Kalau nemu iklan judol di medsos atau web, jangan ragu lapor lewat kanal resmi Komdigi atau Polri.
  3. Edukasi Orang Terdekat: Banyak orang terjebak karena faktor ekonomi. Ingatkan bahwa judol hanya akan menambah beban hidup.

 

Media sosial:

 

Sinergi pemerintah memang penting, tapi “imun” dari masyarakat juga nggak kalah krusial. Kalau nggak ada yang main, bandarnya juga bakal bangkrut sendiri, kan?

Untuk mendapatkan informasi terbaru dan ulasan menarik lainnya seputar isu sosial, kebijakan publik, dan berita terkini, Anda dapat membaca artikel lainnya di cakwar.com.

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions