Heboh Pengamat Rilis Buku ‘Ijazah Jokowi Tidak Ada’, Bonatua Silalahi Ungkap Hasil Telusur ke 7 Lembaga Negara!

Halo Sobat cakwar.com! Jagat politik dalam negeri kembali dihebohkan oleh sebuah diskusi publik yang cukup sensitif. Isu lama yang sempat meredup kini mencuat lagi ke permukaan lewat sebuah literatur cetak yang ditulis oleh seorang pengamat kebijakan publik.

Bonatua Silalahi baru-baru ini resmi menerbitkan sebuah buku investigatif yang diberi judul cukup berani dan memancing perhatian, yaitu “Ijazah Jokowi Tidak Ada”. Buku ini merangkum seluruh hasil penelitian mandiri yang ia lakukan selama bertahun-tahun untuk melacak keberadaan dokumen kelulusan milik Presiden ke-7 RI tersebut.

Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

Mendengar judulnya saja, lo pasti langsung penasaran, kan? Kok bisa seorang pengamat sampai pada kesimpulan se-ekstrem itu? Lewat tayangan di kanal YouTube Official iNews pada Jumat (15/5/2026), Bonatua membeberkan secara blak-blakan alur berpikir serta petualangan lapangannya dalam menyusun buku kontroversial ini. Yuk, kita bedah detail ceritanya!

Berawal dari Gugatan Bambang Tri pada Tahun 2022

Sobat cakwar.com, rasa penasaran Bonatua Silalahi tidak muncul begitu saja secara mendadak. Ia mengaku mulai tergerak dan tergugah untuk meneliti keabsahan ijazah tersebut secara serius sejak tahun 2022 lalu.

Pada saat itu, seorang warga bernama Bambang Tri Mulyono sempat menghebohkan publik karena mendaftarkan gugatan resmi ke pengadilan terkait keaslian ijazah milik Jokowi. Berkaca dari kegaduhan hukum tersebut, Bonatua akhirnya tertantang untuk mencari tahu kebenaran objektifnya sebagai seorang analis kebijakan.

“Makanya akhirnya saya putuskan akan meneliti dan saya lakukan mulai dari tepi-tepi,” ungkap Bonatua mengenang awal mula riset panjangnya tersebut.

 

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

Baca juga artikel tentang: Nobar Film Dokumenter ‘Pesta Babi’ Sering Dibubarkan, Dandhy Laksono: Disambut Hangat di Kampung-Kampung Papua, Ini Lebih Personal dari Oscar!

Berburu Modus ke Pasar Pramuka hingga Menyusun Hipotesis

Uniknya, perjalanan investigasi Bonatua justru diawali dari tempat yang tak terduga, yaitu Pasar Pramuka yang terletak di kawasan Salemba, Senen, Jakarta Pusat. Tempat ini memang sudah lama dikenal publik secara rahasia sebagai sarang pembuatan berbagai dokumen palsu.

“Kalau Pasar Pramuka mah ijazahnya palsu semuanya,” canda Bonatua.

Ketertarikannya mendalami modus di Pasar Pramuka muncul setelah ia menonton sebuah acara talk show di televisi yang mengupas tuntas trik para pelaku pembuat dokumen bodong. Dari analisis tayangan tersebut, ia menyadari sebuah fakta mencengangkan bahwa untuk melamar jadi kepala daerah, caleg, bahkan tingkat presiden, celah administrasi ternyata bisa saja dimanfaatkan.

Dari sanalah Bonatua menyusun hipotesis kerja. Ia memutuskan untuk membuktikan eksistensi dokumen tersebut secara hukum dengan cara mengikuti alur berpikir serta standar verifikasi yang biasa digunakan oleh para komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Hasil Telusur ke 7 Lembaga Negara: Klaim Dokumen Tidak Ditemukan

Demi mendapatkan kesimpulan yang sahih, Bonatua Silalahi tidak tanggung-tanggung dalam melangkah. Ia mengklaim telah terjun langsung ke lapangan dan mendatangi tujuh lembaga negara yang bertanggung jawab menyimpan data arsip pemilu dan kenegaraan antara tahun 2005 sampai 2025.

Tempat service Device Terbaik di Surabaya: 

 

Ketujuh lembaga publik yang ia datangi secara maraton tersebut meliputi:

  • KPUD Kota Surakarta (Solo)
  • Lembaga Kearsipan Kota Surakarta
  • KPUD DKI Jakarta
  • Lembaga Kearsipan DKI Jakarta
  • KPU Pusat di Jakarta
  • Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI)
  • Kementerian Sekretariat Negara (Setneg)

 

Rekomendasi Cakwar.com:  Kenapa Baterai Android Cepat Habis? Kenali Penyebab dan Cara Menghematnya Biar Nggak Bolak-Balik Nyolok Charger!

Namun, dari hasil gerilya ke tujuh lembaga besar tersebut, Bonatua mengaku tidak menemukan satu pun badan publik yang memegang berita acara verifikasi atau klarifikasi formal yang menyandingkan fotokopi ijazah terlegalisir milik Jokowi dengan dokumen aslinya.

Lebih mengejutkan lagi, ia menyebutkan bahwa dokumen fotokopi ijazah terlegalisir berstempel basah yang menjadi objek pencariannya justru dinyatakan tidak ditemukan oleh KPU Solo untuk arsip Pilkada tahun 2005 dan 2010. Hal senada juga ia temukan dalam amar putusan Komisi Informasi (KI) Pusat yang menyebutkan bahwa saat pemeriksaan setempat, komisioner KIP juga tidak menemukan fisik fotokopi legalisir stempel basah tersebut di KPU Pusat.

Atas dasar rangkaian temuan “kosong” di tujuh lembaga itulah, ditambah adanya keganjilan pada stempel legalisir yang tidak mencantumkan tanggal resmi, Bonatua menarik kesimpulan mutlak di dalam bukunya bahwa ijazah fisik yang tervalidasi itu tidak ada di arsip lembaga-lembaga tersebut.

Media sosial:

 

Insight Bijak: Menyikapi Isu Publik Secara Cerdas

Sobat cakwar.com, penerbitan buku ini tentu menambah daftar panjang dinamika diskursus politik di tanah air. Sebagai pembaca yang cerdas dan kritis, ada beberapa tips praktis dalam menyikapi informasi sensitif seperti ini:

  • Pahami Batasan Riset: Buku ini ditulis berdasarkan sudut pandang kearsipan lembaga negara yang didatangi penulis, bukan berarti dokumen fisik asli di ranah privat (seperti universitas terkait atau milik pribadi) tidak eksis.
  • Tunggu Klarifikasi Resmi: Isu mengenai dokumen negara biasanya akan dijawab secara berkala oleh pihak berwenang atau institusi pendidikan terkait lewat pembuktian hukum yang sah.
  • Hindari Hoaks Radikal: Gunakan nalar yang dingin, pelajari datanya secara utuh, dan jangan mudah terprovokasi oleh judul tanpa membaca isi argumennya secara lengkap.

Semoga artikel ini memberikan edukasi bagi pembaca artikel cakwar.com. Mari kita terus mengawal setiap isu kebijakan publik dengan kepala dingin dan literasi yang sehat demi kemajuan bangsa!

Untuk mendapatkan informasi terbaru dan ulasan menarik lainnya seputar isu sosial, kebijakan publik, dan berita terkini, Anda dapat membaca artikel lainnya di cakwar.com.

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions