Nobar Film Dokumenter ‘Pesta Babi’ Sering Dibubarkan, Dandhy Laksono: Disambut Hangat di Kampung-Kampung Papua, Ini Lebih Personal dari Oscar!

Halo Sobat cakwar.com! Bagi lo yang suka mengikuti isu sosial-politik dan jurnalisme investigasi, nama Dandhy Laksono pasti sudah nggak asing lagi. Baru-baru ini, sutradara dan aktivis kawakan ini kembali menjadi sorotan lewat karya sinematik terbarunya yang penuh kritik tajam.

Film dokumenter terbaru garapannya yang berjudul ‘Pesta Babi’ sedang ramai diperbincangkan. Meski diwarnai berbagai aksi penolakan hingga pembubaran paksa saat menggelar nonton bareng (nobar), Dandhy menyebut film ini justru mendapat tempat spesial di hati masyarakat, terutama warga asli Papua.

Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

Alih-alih meredup karena represi, dokumenter ini malah menyebar secara organik dari mulut ke mulut. Menariknya, penerimaan positif dari akar rumput ini dinilai jauh lebih berharga daripada penghargaan film internasional bagi sang sutradara. Yuk, kita ulas fenomena di balik layar film ini!

Diterima Hangat di Halaman Rumah hingga Gereja-Gereja Papua

Dalam program Saksi Kata di YouTube Tribun Pekanbaru pada Jumat (15/5/2026), Dandhy Laksono mengungkapkan rasa haru sekaligus bangganya. Ia mengaku sangat terhormat melihat bagaimana esensi dari film dokumenter ini bisa tersampaikan langsung ke masyarakat Papua di daerah terpencil.

Apresiasi paling nyata datang ketika warga di kampung-kampung berinisiatif menggelar nobar secara mandiri dengan alat seadanya.

  • Layar Sederhana di Maybrat: Di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, ada satu keluarga yang menonton bersama tetangga di halaman rumah dengan proyektor sederhana beresolusi rendah.
  • Nobar Lewat Laptop: Di beberapa titik, warga berkerumun hanya di depan sebuah layar laptop kecil demi bisa melihat isi dokumenter tersebut.
  • Diputar di Ruang Sakral: Tidak sedikit gereja dan bahkan beberapa pesantren di luar Papua yang ikut memutar film berdurasi 90 menit ini untuk bahan diskusi kolektif.
  •  

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

Baca juga artikel tentang:  Jangan Buru-Buru Ganti HP! Tips Ampuh Mengatasi Android yang Sering Lag, Patah-Patah, dan Memori Penuh

Dandhy menegaskan, respons emosional dan personal dari penonton seperti inilah yang tidak bisa dinilai dengan materi atau uang. Pasalnya, tim produksi sama sekali tidak mengambil keuntungan komersial dari proyek ini.

Sindiran Menohok untuk Pihak yang Membubarkan Nobar: “Kerjaan Pemalas!”

Proses pembuatan film dokumenter ‘Pesta Babi’ ini ternyata memakan waktu yang sangat panjang, yaitu sekitar 4 tahun hanya untuk mengumpulkan rekaman video di lapangan. Riset ilmiahnya sendiri dipimpin oleh antropolog Cypri Jehan Paju Dale yang memang sudah bertahun-tahun meneliti dinamika sosial di bumi cenderawasih.

Melihat kerja keras bertahun-tahun itu dibalas dengan aksi pembubaran nobar oleh oknum tertentu, Dandhy pun melayangkan sindiran pedas yang cukup menohok.

“Paling enak kan, pekerjaan paling gampang, pekerjaan orang malas. Larang aja. Bukannya bantah pake data, tetapi malah ngelarang,” seloroh Dandhy sambil tertawa getir.

Menurutnya, jika pembubaran ini disetir oleh rezim penguasa, hal itu menunjukkan kemunduran standar keterbukaan informasi di Indonesia. Ia menyayangkan sikap antikritik pemerintah yang dinilai sering memakai argumen “pokoknya ada” terkait anggaran, sementara warga negara yang membayar pajak dipaksa berargumen keras menggunakan data ilmiah.

Tempat service Device Terbaik di Surabaya: 

 

Sinopsis Singkat: Apa Sih yang Dibahas dalam Film ‘Pesta Babi’?

Bagi Sobat cakwar.com yang penasaran, film ‘Pesta Babi’ merupakan dokumenter mendalam yang menyoroti nasib pilu masyarakat adat di Provinsi Papua Selatan. Ruang hidup mereka perlahan terancam akibat ekspansi masif Proyek Strategis Nasional (PSN).

Secara lebih detail, kolaborasi apik antara Jubi Media, Watchdoc, Ekspedisi Indonesia Baru, Pusaka Bentala Rakyat, dan Greenpeace Indonesia ini merekam dampak pembukaan lahan hutan seluas 2,5 juta hektare. Proyek raksasa tersebut mencakup wilayah Kabupaten Merauke, Boven Digoel, hingga Kabupaten Mappi.

Rekomendasi Cakwar.com: Magic Mouse Tiba-Tiba Mati Total dan Disconnect Terus? Waspada Bahaya Korosi Mengintai Aksesori Apple Anda!

 

Semoga artikel ini memberikan edukasi bagi pembaca artikel cakwar.com. Yuk, mari kita kawal terus kebebasan berpendapat dan berekspresi di Indonesia agar iklim demokrasi kita tetap sehat!

Untuk mendapatkan informasi terbaru dan ulasan menarik lainnya seputar isu sosial, kebijakan publik, dan berita terkini, Anda dapat membaca artikel lainnya di cakwar.com.

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions