Halo Sobat cakwar.com! Pernah nggak sih kamu merasa bangga melihat kapal raksasa berlogo perusahaan pelat merah kebanggaan kita berlayar di samudera luas, tapi tiba-tiba kaget saat tahu isinya? Belakangan ini, media sosial lagi heboh gara-gara sebuah unggahan yang menyebut kalau kapal Gamsunoro milik Pertamina justru didominasi oleh kru berkebangsaan India.
Netizen pun langsung ramai mempertanyakan: “Kok bisa kapal Indonesia isinya orang asing semua?” Bahkan, selentingan kabar menyebut hampir nggak ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja di sana.
Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya
Fenomena ini tentu bikin kita mengelus dada. Namun, sebelum kita terbawa emosi, ada baiknya kita dengar penjelasan logis dari sudut pandang profesional. Pakar Kemaritiman, Siswanto Rusdi, baru saja membeberkan analisis pedas namun jujur soal kenapa hal ini bisa terjadi. Yuk, kita bedah bareng!
Operasional Internasional: Efisiensi Adalah Kunci
Dalam dunia pelayaran kelas dunia, mengelola kapal besar bukan cuma soal nasionalisme, tapi soal kompetensi dan efisiensi. Siswanto Rusdi menjelaskan bahwa dalam level manajemen kapal internasional, pengelola punya kebebasan penuh buat memilih kru dari negara mana pun.
Artikel Lainnya:
Masalahnya, saat diadu di level global, kualitas SDM pelaut Indonesia seringkali tertinggal selangkah di belakang. Kapal seperti Gamsunoro beroperasi lintas negara dengan standar keamanan dan komunikasi yang sangat ketat.
“Kalau pakai orang Indonesia, dengan segala hormat, bahasa Inggrisnya kurang. Etosnya rendah dan cepat homesickness (rindu rumah),” ujar Siswanto dalam program On Focus Tribunnews (24/4/2026). Kalimat ini mungkin terdengar pahit, tapi inilah realita yang harus kita telan mentah-mentah.
Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya
Baca juga artikel tentang: Buntut Kritik Swasembada Pangan, Pelapor Feri Amsari Diperiksa Polda Metro Jaya: Benarkah Hoaks?
Bahasa Inggris dan Etos Kerja: PR Besar Pelaut Kita
Kenapa harus India? Ternyata, pelaut asal India (dan juga Rusia) sangat diminati di pasar internasional karena dua faktor utama: kemampuan bahasa Inggris yang mumpuni dan ketahanan mental yang luar biasa.
Bayangkan saja, bekerja di tengah laut selama berbulan-bulan membutuhkan mental baja. Siswanto menyebut pelaut lokal kita seringkali lebih cepat merasa rindu rumah dibandingkan pelaut asing. Selain itu, bahasa Inggris adalah bahasa “langit dan laut” dalam pelayaran. Tanpa komunikasi yang lancar, risiko kecelakaan kerja bisa meningkat drastis.
Jika kualitas SDM pelaut Indonesia tidak ditingkatkan secara masif dari sekarang, maka armada-armada kapal besar milik Indonesia akan terus menjadi “lapangan kerja” bagi pekerja asing. Ini adalah alarm keras bagi sistem pendidikan pelayaran kita.
Kritik untuk Kebijakan: Perbaikan Harus dari Atas!
Siswanto tidak hanya menyalahkan para pelaut, tapi juga menyoroti kebijakan pemerintah. Menurutnya, perbaikan kualitas SDM ini nggak bisa dilakukan secara mandiri oleh para pelaut saja, tapi harus didorong oleh kebijakan negara yang kuat.
Tempat service Device Terbaik di Surabaya:
“Menterinya ngerti nggak yang begini? Perbaikan itu harus dari atas, dari kebijakan SDM pelayaran kita,” tegasnya. Tanpa adanya standardisasi pendidikan yang setara dengan kebutuhan pasar global, ijazah pelaut kita mungkin hanya akan laku untuk kapal-kapal rute domestik saja.
Hal ini menjadi ironi bagi negara kepulauan sebesar Indonesia. Kita punya wilayah laut yang luas, tapi “sopir” kapal-kapal besar kita justru seringkali datang dari negara yang daratannya jauh lebih luas.
Rekomendasi Cakwar.com: Kapal Pertamina Terjebak di Selat Hormuz: Pakar Sebut Diplomat RI Tak Paham Karakter Iran!
Insight Praktis: Apa yang Bisa Kita Lakukan?
Bagi Sobat yang mungkin punya cita-cita atau keluarga di bidang pelayaran, berikut beberapa tips agar bisa bersaing di level internasional:
Kesimpulan: Nasionalisme Saja Tidak Cukup
Kasus kru India di kapal Gamsunoro adalah tamparan bagi kita semua. Nasionalisme memang penting, tapi di tengah persaingan ekonomi global yang kejam, kompetensi adalah harga mati. Kapal Pertamina mungkin milik kita secara aset, tapi jika SDM kita belum siap, kita akan tetap menjadi penonton di rumah sendiri.
Semoga viralnya berita ini menjadi momentum bagi pemerintah dan institusi pendidikan pelayaran untuk berbenah total. Sudah saatnya pelaut Indonesia kembali berjaya dan menjadi tuan rumah di atas kapal-kapal kebanggaan bangsa.
Untuk mendapatkan informasi terbaru dan ulasan menarik lainnya seputar isu sosial, kebijakan publik, dan berita terkini, Anda dapat membaca artikel lainnya di cakwar.com.
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tersangka Korupsi Asabri Tapi Masih Terima Gaji: Mengapa Begitu? July 24, 2026 Rahmat Yanuar Pernahkah Anda merasa elus dada saat membaca berita hukum di tanah air?...
Read MoreEks Dirut KBS Tersangka Korupsi Pakan Satwa Rp10,2 Miliar: Ironi Gelar Doktor Akuntabilitas July 24, 2026 Rahmat Yanuar Pernahkah Anda berkunjung ke Kebun Binatang Surabaya (KBS) bersama keluarga untuk menikmati...
Read MoreKejagung Tetapkan Tersangka Baru Korupsi BGN! Ulasan Skandal Pengadaan July 24, 2026 Rahmat Yanuar Pernahkah Anda merasa sangat kecewa ketika program pemerintah yang niat awalnya mulia untuk kesejahteraan masyarakat justru...
Read MoreMotor Listrik BGN Rp1 Triliun Berujung Korupsi dan Disegel Kejagung July 24, 2026 Rahmat Yanuar Pernahkah Anda membayangkan membeli kendaraan atau perangkat canggih dengan harga mahal, tetapi begitu barang sampai...
Read MoreiMac Kesayangan Makin Lemot? Waspadai 6 Kebiasaan Sepele Ini yang Bikin Performa iMac Drop July 24, 2026 Rahmat Yanuar Meringis melihat ikon rainbow ball (spinning beach ball) berputar-putar tanpa henti...
Read MoreCuma Buka Browser tapi MacBook Panas Membara? Ini 5 Pemicu Tersembunyi July 24, 2026 Rahmat Yanuar Lagi asyik santai sambil membuka beberapa tab di peramban web untuk membaca berita politik...
Read MoreBisa Bikin Lemot dan Baterai Boros! Ini Dampak Buruk Jarang Me-Restart iPhone Anda July 23, 2026 Rahmat Yanuar Coba ingat-ingat kembali, kapan terakhir kali Anda mematikan atau me-restart iPhone kesayangan...
Read MoreJangan Langsung Update! Lakukan 6 Hal Penting Ini Sebelum Upgrade iPadOS July 23, 2026 Rahmat Yanuar Melihat notifikasi pembaruan sistem operasi iPadOS terbaru di layar tablet dan ingin langsung menekan...
Read More
© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions