Halo Sobat cakwar.com! Akhir-akhir ini, jagat politik kita lagi hangat-hangatnya membahas soal batas antara kritik dan pelanggaran hukum. Pernah nggak sih kamu merasa takut buat berkomentar di media sosial karena takut “diciduk”?
Nah, dua tokoh intelektual kita, Rocky Gerung dan Saiful Mujani, baru saja menjadi sorotan karena pandangan dan nasib hukum mereka yang berbeda tipis. Rocky bicara soal hakikat berpikir, sementara Saiful harus berurusan dengan Polda Metro Jaya.
Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya
Dunia akademik dan ruang publik seharusnya menjadi tempat paling aman buat beradu argumen. Tapi, kenapa sekarang kritik malah sering berujung laporan polisi? Yuk, kita bedah bareng-bareng diskursus panas ini!
Rocky Gerung: Kebebasan Akademik Itu Hak Melekat, Bukan Hadiah Negara
Akademisi sekaligus pengamat politik, Rocky Gerung, punya cara unik buat melihat kebebasan. Saat berbicara di FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (23/4/2026), Rocky menegaskan bahwa kebebasan akademik itu sudah ada sejak seseorang memutuskan jadi intelektual.
Artinya, kamu nggak perlu minta izin ke negara buat jadi kritis. Tugas negara bukan memberikan izin, tapi menghormati kebebasan tersebut. Bagi Rocky, seorang akademisi punya satu tujuan utama (telos), yaitu kejujuran.
“Kalau saya akademisi, maka saya bebas berbicara. Negara cenderung punya kepentingan yang bisa menyimpang, sementara akademisi harus menjunjung kejujuran,” ujarnya. Rocky mendorong agar kampus tetap jadi “kawah candradimuka” di mana semua persoalan publik dibahas secara rasional tanpa tekanan.
Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya
Baca juga artikel tentang: Izin Lintas Udara Militer Amerika Serikat di Indonesia? Kemhan Sedang Kaji Serius Bareng Sesepuh TNI!
Saiful Mujani Dilaporkan ke Polda Metro Jaya: Opini atau Penghasutan?
Berbeda dengan Rocky yang memberikan kuliah filsafat, pengamat politik Saiful Mujani justru sedang menghadapi laporan hukum. Ia dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh kelompok masyarakat atas dugaan penghasutan untuk melawan penguasa.
Laporan ini teregister dengan nomor LP/B/2428/IV/2026. Tuduhannya nggak main-main, Sobat! Saiful dijerat dengan Pasal 246 KUHP (UU No. 1/2023) yang mengatur soal penghasutan melawan penguasa umum dengan ancaman pidana hingga 4 tahun.
Menanggapi hal ini, Saiful Mujani bersikap santai namun kritis. Ia menilai opini seharusnya dibalas dengan opini, bukan dengan lapor polisi. Menurutnya, melibatkan aparat penegak hukum untuk mengurus sikap politik warga bisa merusak kualitas demokrasi kita.
Mahfud MD Pasang Badan: Tidak Ada Unsur Makar!
Kasus Saiful Mujani ini ternyata menarik perhatian mantan Menko Polhukam, Mahfud MD. Sebagai pakar hukum, Mahfud menegaskan bahwa apa yang disampaikan Saiful jauh dari kata makar yang diatur dalam Pasal 193 KUHP baru.
Tempat service Device Terbaik di Surabaya:
Menurut Mahfud, makar itu harus ada tindakan nyata untuk menggulingkan pemerintah secara tidak sah. Dalam pernyataan Saiful, unsur-unsur tersebut sama sekali tidak ditemukan. Namun, Mahfud tetap memberikan catatan penting.
“Upaya menjatuhkan pemerintah di tengah jalan itu tidak tepat. Sebaiknya kritik dijadikan bahan evaluasi bagi pemerintah untuk memperbaiki kinerja ke depan,” tegas Mahfud. Jadi, kritik itu vitamin buat pemerintah, bukan racun yang harus dibuang lewat jalur hukum.
Rekomendasi Cakwar.com: Kapal Gamsunoro Milik Pertamina Full Kru India? Pakar Bongkar Alasan Pelaut Lokal Kalah Saing!
Insight Praktis: Cara Menjadi Kritis tapi Aman di Ruang Publik
Agar diskusi publik kita tetap sehat tanpa harus berakhir di Polda Metro Jaya, yuk perhatikan hal-hal berikut:
Kesimpulan: Demokrasi Butuh Kedewasaan Berpikir
Kasus yang menimpa Saiful Mujani dan orasi dari Rocky Gerung adalah pengingat bahwa demokrasi kita masih terus bertumbuh. Kebebasan akademik dan kebebasan berpendapat adalah fondasi penting agar negara tidak berjalan sendirian tanpa kontrol.
Sudah saatnya kita membiasakan diri beradu data dan argumen di ruang publik. Jika opini dijawab dengan jeruji besi, maka yang kalah bukan cuma individu tersebut, tapi kualitas demokrasi bangsa ini secara keseluruhan.
Untuk mendapatkan informasi terbaru dan ulasan menarik lainnya seputar isu sosial, kebijakan publik, dan berita terkini, Anda dapat membaca artikel lainnya di cakwar.com.
KPK Ungkap 8 Titik Rawan Korupsi ATR/BPN, Keterlambatan Layanan Capai 73,49 Persen September 19, 2026 R.Y. Fajri Urusan tanah selalu menyentuh bagian paling mendasar dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Ketika seseorang...
Read MoreLayar AMOLED Diganti IPS? Cek Dulu Dampaknya pada Baterai, Warna, dan HP Kamu September 19, 2026 R.Y. Fajri Bayangkan situasi yang kerap dialami banyak pemilik smartphone: HP Anda tidak sengaja...
Read MoreiMac Mati Mendadak Saat Digunakan? Ini yang Harus Dicek Sebelum Servis September 19, 2026 R.Y. Fajri Bayangkan situasi ini Anda sedang dikejar deadline pekerjaan—entah itu mengedit video, menyelesaikan desain grafis, atau...
Read MoreHP Android Pernah Kena Air? Ini Penyebab Korosi yang Bisa Bikin HP Rusak Bertahap September 18, 2026 R.Y. Fajri Pernahkah perangkat kesayangan Anda tidak sengaja tercebur atau tersiram cairan? Momen...
Read MoreiMac Mati Mendadak Saat Digunakan? Ini yang Harus Dicek Sebelum Servis September 19, 2026 R.Y. Fajri Bayangkan situasi ini Anda sedang dikejar deadline pekerjaan—entah itu mengedit video, menyelesaikan desain grafis, atau...
Read MoreMacBook Cepat Panas? Ini Penyebab dan Solusi yang Perlu Anda Ketahui September 18, 2026 R.Y. Fajri Pernahkah Anda sedang asyik mengetik dokumen atau menonton video streaming, lalu tiba-tiba bodi aluminium...
Read MoreKenapa Baterai MacBook Cepat Habis? Ini Penyebab dan Solusi yang Bisa Dicoba September 17, 2026 R.Y. Fajri Pernahkah Anda sedang asyik bekerja di coffee shop, dikejar deadline pekerjaan, tetapi indikator daya...
Read MoreiMac Lemot Parah? Ini 5 Upgrade Ampuh agar Mac Kembali Ngebut September 16, 2026 R.Y. Fajri Pernah gak sih kamu lagi buru-buru mau nyelesaiin pekerjaan, tapi iMac kesayangan malah cuma...
Read More
© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions