Taliban Klaim Serang Militer Pakistan di Perbatasan, Islamabad Lakukan Serangan Balasan

Ketegangan di perbatasan Afghanistan–Pakistan kembali memanas setelah pemerintah Afghanistan di bawah Taliban mengklaim telah menghantam militer Pakistan melalui serangan udara di sepanjang wilayah perbatasan. Islamabad tak tinggal diam. Otoritas Pakistan menegaskan pasukannya telah melakukan pembalasan atas serangan tersebut.

Eskalasi terbaru ini menambah daftar panjang konflik di sepanjang Garis Durand, perbatasan sepanjang 2.611 kilometer yang selama bertahun-tahun menjadi sumber sengketa antara kedua negara bertetangga tersebut.

Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

Serangan dan Serangan Balasan di Garis Durand

Melalui pernyataan resmi, Kantor Media Korps Militer Afghanistan di wilayah timur menyebut pertempuran sengit mulai terjadi pada Kamis (26/2/2026) malam waktu setempat. Juru bicara Taliban, Zabiullah Mujahid, mengatakan operasi militer dilakukan sebagai respons atas “provokasi dan pelanggaran berulang” oleh militer Pakistan.

“Sebagai tanggapan atas provokasi dan pelanggaran berulang oleh kelompok militer Pakistan, operasi serangan berskala besar telah dilakukan terhadap posisi militer dan instalasi Pakistan di sepanjang Garis Durand,” ujar Mujahid melalui media sosial X.

Pemerintah Taliban mengklaim serangan tersebut menargetkan sejumlah pos militer Pakistan di area perbatasan. Sebuah sumber di militer Taliban menyebut sedikitnya 10 prajurit Pakistan tewas dalam serangan Kamis malam. Selain itu, 13 pos terdepan Pakistan dikabarkan sempat diduduki pasukan Taliban.

Di sisi lain, pemerintah Pakistan menyatakan pasukannya telah melakukan tindakan balasan atas serangan tersebut. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi mengenai jumlah korban dari pihak Pakistan yang dapat diverifikasi secara independen.

Respons atas Serangan Udara Sebelumnya

Taliban menyebut serangan terbarunya merupakan respons atas operasi udara Pakistan pada Minggu (22/2/2026) lalu di Provinsi Nangarhar dan Paktia. Kedua provinsi tersebut terletak di Afghanistan timur, berbatasan langsung dengan wilayah Pakistan.

Islamabad sebelumnya mengklaim serangan udara tersebut menargetkan kelompok militan yang dianggap mengancam keamanan nasional Pakistan. Pemerintah Pakistan selama ini menuduh sejumlah kelompok bersenjata menggunakan wilayah Afghanistan sebagai basis operasi untuk melancarkan serangan lintas batas.

Namun, tuduhan tersebut dibantah oleh pemerintah Afghanistan di bawah Taliban. Mereka menegaskan tidak mengizinkan wilayahnya digunakan untuk mengancam negara lain.

Konflik lintas batas ini memperlihatkan betapa rapuhnya hubungan diplomatik antara Afghanistan dan Pakistan, meskipun kedua negara memiliki hubungan historis, budaya, dan etnis yang erat.

.Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

👉Baca juga artikel tentang: Kisah Ulbah bin Zaid di Perang Tabuk: Air Mata yang Dicatat sebagai Sedekah oleh Allah

Garis Durand: Sumber Sengketa Lama

Garis Durand bukan sekadar batas administratif. Perbatasan ini ditetapkan pada 1893 oleh otoritas kolonial Inggris dan membelah wilayah etnis Pashtun menjadi dua bagian—sebagian berada di Afghanistan, sebagian lagi di Pakistan.

Pemerintah Afghanistan selama beberapa dekade tidak pernah secara resmi mengakui Garis Durand sebagai perbatasan internasional permanen. Hal ini menjadi salah satu akar ketegangan bilateral.

Panjang perbatasan yang mencapai 2.611 kilometer membuat pengawasan menjadi tantangan besar. Wilayah pegunungan dan jalur tradisional suku-suku setempat sering dimanfaatkan untuk mobilitas lintas batas, baik untuk perdagangan maupun aktivitas militan.

Sejak Oktober tahun lalu, pertempuran di sejumlah titik perbatasan telah menewaskan lebih dari 70 orang di kedua belah pihak. Penutupan sebagian besar jalur perlintasan darat turut memengaruhi aktivitas ekonomi dan pergerakan warga sipil.

Dampak terhadap Stabilitas Kawasan

Eskalasi militer di perbatasan Afghanistan–Pakistan memicu kekhawatiran akan dampaknya terhadap stabilitas kawasan Asia Selatan. Kedua negara memiliki peran strategis dalam isu keamanan regional, termasuk penanganan kelompok ekstremis dan stabilitas politik domestik.

Pakistan menghadapi tantangan keamanan internal, terutama dari kelompok militan yang beroperasi di wilayah barat laut. Sementara itu, pemerintah Taliban masih berupaya memperoleh pengakuan internasional dan membangun stabilitas pasca pengambilalihan kekuasaan pada 2021.

Konflik terbuka antara kedua negara berpotensi memperburuk kondisi kemanusiaan di wilayah perbatasan. Penutupan jalur perdagangan dapat berdampak pada pasokan barang kebutuhan pokok, sementara warga sipil di desa-desa perbatasan berada dalam risiko terdampak langsung pertempuran.

Pengamat hubungan internasional menilai bahwa meski retorika kedua pihak meningkat, ruang diplomasi tetap terbuka. Kedua negara memiliki kepentingan untuk menghindari konflik berkepanjangan yang dapat menguras sumber daya dan memperburuk citra di mata dunia.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

Tantangan Diplomasi dan Keamanan

Sejauh ini belum ada laporan mengenai mediasi internasional terkait eskalasi terbaru. Namun, komunitas internasional cenderung mendorong penyelesaian melalui jalur dialog.

Bagi Taliban, menjaga stabilitas perbatasan menjadi bagian dari upaya menunjukkan kapasitas pemerintahan yang efektif. Sementara bagi Pakistan, menjaga keamanan nasional dari ancaman lintas batas merupakan prioritas utama.

Situasi ini juga menyoroti kompleksitas hubungan keamanan di kawasan yang selama puluhan tahun diliputi konflik dan ketidakstabilan politik.

Rekomendasi Cakwar.com: Kunjungan Narendra Modi ke Israel Disambut Hangat Netanyahu, Perkuat Kemitraan Strategis di Tengah Geopolitik Memanas

Penutup: Eskalasi yang Perlu Diredam

Serangan dan serangan balasan antara Taliban dan militer Pakistan di Garis Durand memperlihatkan betapa sensitifnya dinamika keamanan di perbatasan kedua negara. Klaim korban jiwa dan pendudukan pos militer menunjukkan bahwa ketegangan tidak lagi sekadar retorika, melainkan telah memasuki fase konfrontasi terbuka.

Meski masing-masing pihak menyatakan bertindak sebagai respons atas provokasi, eskalasi militer berisiko memperluas konflik dan memperburuk situasi kemanusiaan di wilayah perbatasan.

Media sosial:

 

Di tengah ketidakpastian ini, jalur diplomasi menjadi opsi yang paling rasional untuk meredam ketegangan. Stabilitas kawasan tidak hanya penting bagi Afghanistan dan Pakistan, tetapi juga bagi keamanan Asia Selatan secara keseluruhan.

Untuk mengikuti perkembangan geopolitik internasional dan analisis mendalam lainnya, pembaca dapat menelusuri artikel-artikel terbaru di media digital cakwar.com yang menyajikan informasi aktual secara berimbang dan informatif.

 

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions