Terseret Skandal Suap PT Blueray Cargo: Siapa Sebenarnya Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama?

Halo Sobat cakwar.com! Dunia birokrasi kita kembali diguncang kabar heboh. Nama Direktur Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai, Djaka Budi Utama, mendadak jadi buah bibir nasional. Bukan karena prestasi barunya, melainkan karena namanya muncul dalam surat dakwaan kasus suap importasi barang PT Blueray Cargo yang dibacakan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Padahal, Djaka baru saja menjabat sebagai nakhoda Bea Cukai sejak Mei 2025 lalu. Munculnya nama jenderal bintang tiga ini dalam pusaran kasus suap tentu bikin publik bertanya-tanya: “Siapa sih sebenarnya sosok ini? Kok bisa jenderal dengan latar belakang mentereng terseret kasus kargo?”

Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

Yuk, kita bedah bareng profil, perjalanan karier, hingga isi kantong alias harta kekayaan sang Dirjen yang kini tengah menjadi sorotan tajam KPK.

Profil Sang Jenderal Bintang Tiga dari Kopassus

Djaka Budi Utama bukanlah orang sembarangan. Ia memiliki gelar lengkap Letnan Jenderal TNI (Purn.) Djaka Budhi Utama, S.Sos. Sebelum mendarat di Kementerian Keuangan, ia adalah perwira tinggi (pati) TNI Angkatan Darat dengan rekam jejak yang cukup disegani di dunia militer.

Lahir pada 9 November 1967, Djaka merupakan pria asli Jakarta yang meniti karier dari bawah. Ia adalah lulusan Akademi Militer (Akmil) 1990 dari kecabangan Infanteri (Kopassus). Ya, lo nggak salah dengar, beliau adalah bagian dari Korps Baret Merah yang dikenal dengan latihan super berat dan disiplin tinggi.

Pendidikan Militer yang Tak Main-main

Sebagai perwira berprestasi, Djaka sangat haus akan ilmu. Ia tercatat pernah menempuh berbagai pendidikan strategis, antara lain:

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

Baca juga artikel tentang: Skandal Jalur Merah! KPK Periksa PNS Bea Cukai dan Crazy Rich Semarang Terkait Suap Importasi PT Blueray Cargo

  • SESKOAD (2004): Sekolah Staf Komando Angkatan Darat.
  • SESKO TNI (2014): Pendidikan lanjutan untuk para calon pemimpin militer.
  • LEMHANAS RI (2017): Lembaga Ketahanan Nasional, kawah candradimuka bagi pejabat strategis negara.
  • Sarjana Sosial (2012): Meskipun berlatar belakang militer, ia tetap menyelesaikan pendidikan formal sarjananya.

Karier Cemerlang: Dari BIN Hingga Kursi Dirjen Bea Cukai

Jenjang karier Djaka Budi Utama bisa dibilang sangat mumpuni. Sebelum dipercaya oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk mengurus pabean, ia sudah melalang buana di berbagai posisi “panas”.

Beberapa jabatan penting yang pernah diembannya meliputi:

  • Komandan Intelijen: Pernah menjabat Danpusintelad (2017) dan Asintel Panglima TNI (2023). Hal ini menunjukkan ia punya keahlian khusus di bidang intelijen.
  • Sekretaris Utama BIN: Sebelum jadi Dirjen, ia menjabat sebagai Sestama di Badan Intelijen Negara (2024).
  • Dirjen Bea Cukai (2025): Djaka resmi dilantik memimpin Bea Cukai pada 23 Mei 2025, menggantikan posisi pejabat sebelumnya di tengah upaya reformasi instansi kepabeanan.

Sayangnya, baru setahun menjabat, namanya justru terseret dalam kasus PT Blueray Cargo. Kasus ini diduga melibatkan uang pelicin puluhan miliar rupiah agar barang-barang impor bermasalah bisa lolos tanpa pemeriksaan fisik.

Tempat service Device Terbaik di Surabaya: 

 

Mengintip Isi Kantong: Harta Kekayaan Djaka Budi Utama

Sebagai pejabat publik, Djaka wajib melaporkan hartanya ke KPK. Berdasarkan LHKPN yang dilaporkan pada 26 Februari 2026 (untuk periode 2025), total kekayaannya mencapai Rp5.702.745.810.

Angka ini mungkin terlihat “sederhana” untuk ukuran pejabat setingkat Dirjen atau Jenderal Bintang Tiga, namun berikut adalah rinciannya:

Jenis Aset

Nilai

Tanah & Bangunan (Tangsel & Bogor)

Rp3.888.760.000

Alat Transportasi (Toyota Innova 2021)

Rp250.000.000

Kas & Setara Kas

Rp1.191.785.810

Harta Lainnya

Rp442.200.000

Utang

(Rp70.000.000)

TOTAL HARTA BERSIH

Rp5.702.745.810

Aset terbesarnya berada di tanah seluas 2.330 m2 di Kota Tangerang Selatan senilai Rp2,6 miliar. Yang menarik, dalam laporannya, ia hanya mencantumkan satu unit mobil Toyota Innova.

 

Rekomendasi Cakwar.com: Sidang Kasus Air Keras Andrie Yunus Dikritik KontraS: Keadilan atau Sekadar Sandiwara Militer?

Insight Praktis: Apa Pelajaran Bagi Kita?

Munculnya nama Djaka Budi Utama dalam persidangan tentu menjadi pengingat bagi kita semua bahwa:

  1. Integritas Adalah Kunci: Latar belakang Kopassus atau militer yang disiplin bukan jaminan seseorang kebal dari godaan materi jika sistem pengawasannya lemah.
  2. Pentingnya Transparansi: Kasus PT Blueray ini terbongkar berkat fakta persidangan. Ini membuktikan bahwa keterbukaan informasi publik sangat vital dalam mengawal uang negara.
  3. Reformasi Birokrasi Belum Usai: Bea Cukai masih menjadi area yang sangat rawan korupsi karena perputaran uang di sektor importasi sangat besar.

 

Media sosial:

 

Kesimpulan: Menanti Fakta Persidangan Selanjutnya

Sobat Cakwar, status Djaka Budi Utama saat ini memang baru sebatas namanya disebut dalam dakwaan. Namun, hal ini sudah cukup menjadi noda bagi kariernya yang selama ini terlihat bersih dan tangguh. Akankah fakta persidangan membuktikan keterlibatannya lebih jauh, ataukah ini hanya sekadar pencatutan nama oleh oknum bawahannya?

Satu yang pasti, publik Surabaya dan Indonesia secara umum mendambakan instansi Bea Cukai yang bersih dari praktik suap-menyuap. Kita tunggu saja bagaimana kelanjutan “drama” hukum ini di meja hijau.

Untuk mendapatkan informasi terbaru dan ulasan menarik lainnya seputar isu sosial, kebijakan publik, dan berita terkini, Anda dapat membaca artikel lainnya di cakwar.com.

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions